Home / Ragam

Selasa, 28 September 2021 - 13:46 WIB

Ely Hartati Rasyid Beri Edukasi Warga Desa Kerta Buana Tentang Mitigasi Perubahan Iklim

Ely Hartati Rasyid Beri Edukasi  Warga Desa Kerta Buana tentang Mitigasi Perubahan Iklim/HO

Ely Hartati Rasyid Beri Edukasi Warga Desa Kerta Buana tentang Mitigasi Perubahan Iklim/HO

Kaltimminutes.co – Banjir, tanah longsor dan tragedi alam lainnya telah memberi banyak kerugian untuk masyarakat.

Tak terkecuali di Kalimantan Timur.

Meluasnya kerusakan lingkungan baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun dari aktivitas industri pertambangan memberi dampak nyata terhadap kehidupan manusia.

Guna mengantisipasi dampak besar perubahan iklim tersebut, pemerintah telah menggodok produk hukum yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Anggota DPRD Kaltim memiliki tugas yakni mensosialisasikan Perda yang telah dikeluarkan.

Seperti yang dilakukan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan, Ely Hartati Rasyid.

Kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) bertempat di Desa Kerta Buana, L4, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Minggu (26/9/2021). Diikuti lebih kurang 100 orang peserta yang didominasi oleh para petani, serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa I Dewa Ketut Basuki.

Baca Juga :  Kaltim Steril Akan Berlanjut Pekan Ini, Dewan Sebut Terburu-buru, Perlu Evaluasi Komprehensif

Pada kesempatan tersebut, Ely Hartati Rasyid menyampaikan, Perda Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim sangat cocok dipahami masyarakat dikawasan yang disekitarnya dikelilingi aktivitas pertambangan batu bara.

“Aku bisa memahami bahwa desa itu pasti akan mengalami kekurangan air bersih kalau dikepung tambang,” ujar Ely sapaanya.

Politisi PDI Perjuangan menyebut dampak lingkungan berpengaruh besar terhadap iklim. Kesuburan tanah bergantung pada curah hujan dan resapan air. Rusaknya resapan air akan merugikan lahan-lahan pertanian warga.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melandai, DPRD Kaltim Terus Ingatkan Protokol Kesehatan dan Jangan Sombong

“Pasti tanah pertanian akan rusak. Cuaca ekstrim bisa menjadi kendala besar produksi pertanian,” ucapnya.

Diketahui, pemerintah Indonesia terus melakukan gerakan masif untuk mendorong masyarakat sadar akan bahaya perubahan iklim.

Bahkan gerakan tersebut digagas langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Melalui program Sosper ini, Ely berharap masyarakat dan pemangku kepentingan dapat terlibat langsung untuk menguatkan adaptasi dampak perubahan iklim.

“Saya berharap desa-desa di Kukar bisa beradaptasi terhadap dampak lingkungan dan perubahan iklim dengan terlibat langsung untuk menunjang ketahanan ekonomi, ketahanan sistem kehidupan dan ketahanan ekosistem,” ujarnya.

Sosialisasi ini turut menghadirkan akademisi Johansyah dan Mohammad Yuhdi sebagai narasumber. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Perkiraan Pendapatan Kaltim 2022, Pemprov Memproyeksikan Sebesar Rp10,7 Triliun

Ragam

Disporapar Balikpapan Tengah Fokus pada Persiapan Program Pariwisata RPJMD Wali Kota Terpilih, Ini Katanya

Ragam

BPBD dan Anggota DPRD Samarinda Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Bantu Korban Banjir

Ragam

Pantau Hilal Saat Pandemi Corona, Kemenag Bakal Gelar Sidang Isbat 1 Ramadan pada 23 April 2020

Ragam

Per Senin Hari Ini, Samarinda Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ragam

Marsekal  Hadi Tjahjanto Naikan Pangkat 40 TNI, Berikut Daftarnya

Ragam

[WARTAMERTA] Update Nasional Per 22 April: Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah Satu, Total 69 Kasus

Ragam

Kuasa Hukum Klarifikasi Terkait Ceramah Bahar Smith Sindir KSAD Dudung