Home / Ragam

Rabu, 20 Oktober 2021 - 16:33 WIB

Embung Jadi Solusi untuk Petani Bojonegoro di Musim Kemarau

Gambar Embung / m.suarakarya.id

Gambar Embung / m.suarakarya.id

kaltimminutes.co – Air merupakan salah satu faktor penting dalam industri pertanian. Pasalnya air memiliki peran besar dalam budidaya pertanian. Tanpa adanya pasokan air yang cukup budidaya pertumbuhan tanaman akan tergangu. Hal ini pula dialami oleh para petani di  Kabupaten Bojonegoro, jawa Timur.

Langkah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan air bagi petani adalah dengan sistem irigasi atau dengan sumber air permukaan  berupa embung, hal itu disampaikan oleh Mentri petanian Syahrul Yasin Limpo.

Untuk menampung air hujan dapat digunakan penampungan air seperti embung yang kemudian akan dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian. Dengan demikian kelancaran distribusi pertanian Indonesian dapat terpenuhi, ungkap Syahrul.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, Air memiliki peran krusial  bagi kebutuhan dalam sektor pertanian. Oleh karenanya keberadaan air harus tetap terjaga. tanpa adanya pasokan air yang memadai Bukan tidak mungkin petani akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan Budidaya pertaniannya.

Baca Juga :  Diabetes Jadi Penyakit Penyerta Terbanyak Penyebab Kematian Pasien Covid-19

“Tak bisa dipungkiri air adalah kebutuhan paling mendasar dalam hal pengembangan budidaya pertanian, sehingga air menjadi komponen paling penting, jelas Ali.

Ali melanjutkan, keberadaan embung dapat menyimpan pasokan air meski memasuki musim kemarau. sehingga produktifitas pertanian akan tetap berjalan.

“Embung merupakan langkah yang paling tepat utuk mengairi lahan pertanian, hal itu dikarenakan embung akan menjaga irigasi pengairan lahan pertanian,” ucap Ali

Baca Juga :  Dinas PUPR Kaltim Dapat Kucuran Dana 652 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Isran Noor: Jalan Rusak Itu Biasa

Menurutnya, keberadaan air merupakan kebutuhan yang paling penting dalam sektor pertanian. pasalnya air mampu menunjang indeks pertanaman (IP) petani.

Embung bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah tetapi bisa juga untuk menunjang aktivitas lainnya, lanjut Ali

Ali berharap para petani bisa memanfaatkan embung dalam peningkatan pendapatannya.

“Kami berharap embung bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani,” ucap Ali.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementan, Rahmanto berharap, embung dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga sektor hortikultura, perkebunan dan peternakan.

“Embung adalah faktor teknis bagi terangkatnya produktivitas pertanian. Dengan hasil produktivitas yang baik, maka kesejahteraan petani juga akan meningkat,” katanya.(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tok!!!! Takbiran Keliling Malam Lebaran Dilarang

Ragam

Update Kasus Covid-19 Kaltim 9 Juni 2020: Pasien Positif Tambah 13 Kasus, Total Kasus Positif Capai 351

Ragam

Pemkot Samarinda Rencanakan Dua Proyek MYC, Pembangunan Terowongan dan Pembangunan Pintu Air Karang Mumus

Ragam

COVID 19 Masuk Indonesia, Diskes Perketat Pintu Masuk ke Kaltim

Ragam

Update Covid-19 di Kaltim: Pasien Positif Tambah 4 Kasus, Pasien Sembuh Tambah 9 Kasus, 139 Pasien Masih Jalani Perawatan

Ragam

Disetujui Gubernur, Balikpapan Akan Bangun Gedung Isolasi Khusus Penyakit Menular

Ragam

PT Pupuk Kaltim Gelar 10 Ribu Dosis Vaksin di Kota Samarinda, Begini Harapan Andi Harun

Ragam

Arab Saudi Setop Umrah Gegara Corona, Kemenag Kaltim Sampaikan Ini