Home / Ragam

Selasa, 3 Maret 2020 - 19:46 WIB

Empat Pasien yang Diobservasi di Balikpapan, Keadaannya Mulai Membaik

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Empat pasien yang saat ini tengah diobservasi oleh tim medis di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, kondisinya kini berangsur membaik.

dr Andi Sri Jualiarty, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan mengumumkan ada empat pasien yang masih dalam fase observasi terkait gejala virus corona yang muncul di Balikpapan. Selasa (3/3/2020).

“Ada empay pasien yang diobservasi di RSKD berdasarkan pedoman kesiapsiagaan menghadapi corona virus,” kata Andi.

Andi menjelaskan keempat pasien ini mengalami gejala yang mirip dengan gejala virus corona seperti pilek, batuk, dan demam. Diketahui juga pasien ini memiliki riwayat pernah berkontak langsung dengan negara yang sudah terinfeksi virus corona.

Baca Juga :  Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Kemenag Kaltim Tunggu Hasil Lobi-lobi Pemerintah RI Terkait Keberangkatan Haji dan Umrah

“Mengalami gejala pilek, batuk, demam, dan ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terinfeksi corona maka wajib diobservasi,” ujarnya.

Andi Sri Jualiarty menegaskan untuk melakukan observasi di rumah jika ada pasien yang mengalami tanda-tanda seperti gejala Virus Corona walaupun belum dikatakan positif terjangkit.

“Jika ada yang datang melaporkan (gejala) dan hasilnya tidak ada keluhan (tidak terjangkit) maka diobservasi di rumah, istirahat di rumah, minimalkan kontak dengan luar, makan yang bergizi, karena masa inkubasi COVID-2019 itu 19 hari,” kata Andi.

“Umumnya yang diobservasi di rumah sakit yang demam diatas 38 derajat celcius,” lanjutnya.

Andi juga mengatakan empat pasien yang dirujuk di RSKD ini sudah membaik dan gejala penyakit tersebut telah menurun.

Baca Juga :  Belum Alami Kekalahan, Xavi Hernandez Bawa Perubahan Nyata ke Barcelona

“Ke empat pasien kita ini alhamdulillah membaik tidak demam lagi, tapi kia tetap harus malakukan observasi ini sampai datang hasil dari kementrian pusat, kami terus memfollow up ke kementrian pusat agar hasilnya cepat keluar,” ujarnya

Langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan ini dengan cara mengambil sample dari jaringan yang ada di tenggoroka pasien untuk dianalisa di kementrian kesehatan pusat.

“Penentuannya adalah pengambilan swam atau jaringan yang ada di tenggorokan, diambil dan disimpan di suatu media khusus dan kami packing khusus dan di kirim ke Puslitbangkes kementrian kesehatan,” tuturnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Jumat (15/5/2020): Kasus Capai 16.496, Kaltim Tambah 13, Total 251 Kasus

Ragam

Andi Harun Bangga, Dua Motif Batik Khas Samarinda Telah Memiliki Hak Cipta

Ragam

Astaga!! Kasus Positif Covid-19 Tidak Bertambah, Tapi PDP di Kaltim Bertambah 30 Kasus

Ragam

Lewat Kantor Pos, Pemerintah Kota Balikpapan Beri Bantuan kepada Warga yang Terdampak Covid-19

Ragam

Agar Jokowi Nyaman Melintas, BBPJN Kaltim “Dandani” Ruas Jalan Menuju Bandara APT Pranoto¬†

Ragam

Perusahaan Tambang Diduga Serobot Lahan, Warga dan Ormas Seruduk Kantor DPRD Kaltim

Ragam

Sempat Dikabarkan Ada Pasien Covid-19 Berkunjung, Ini Langkah Pencegahan Penyebaran Virus dari Bankaltimtara

Ragam

50 Tenaga Kesehatan di Pusat Karantina Samarinda Ikuti Rapid Test, Alhamdullilah Hasilnya Non Reaktif Covid-19