Home / Ragam

Minggu, 19 April 2020 - 17:10 WIB

Fasilitas Isolasi Untuk Penanganan Covid-19 Terbatas, Rumah Sakit Diminta Tambah Ruang Karantina

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kaltim, terus mengalami penambahan tiap harinya.

Per Sabtu (18/4/2020), terjadi penambahan 10 kasus konfirmasi positif Covid-19. Tidak hanya itu, untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), turut mengalami penambahan sebesar 23 kasus. Total PDP berjumlah 352 pasien. Sementara itu pasien PDP yang menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan di Kaltim, ada sebanyak 127 pasien.

Meski terus mengalami penambahan, fasilitas isolasi rumah sakit rujukan corona di Kaltim, disebut masih mampu merawat pasien karantina.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim menyampaikan, fasilitas rumah sakit yang sudah operasional untuk menghadapi wabah corona mencapai 174 tempat tidur. Sementara untuk rumah sakit rujukan, berjumlah 12 buah.

“Kapasitas isolasi dengan jumlah kasus yang ada, masih mencukupi seluruh pasien yang dirawat intensif. Sekarang sudah operasional berjumlah 174 tempat tidur, dari 12 RS rujukan di Kaltim,” kata Andi, Sabtu malam (18/4/2020).

Baca Juga :  Hiatus 12 Tahun, Komik Death Note Rilis Kembali

Dinkes Kaltim telah mendorong pihak rumah sakit untuk melakukan pengembangan ruang isolasi dan penambahan tempat tidur. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan fasilitas kesehatan bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di Kaltim.

“Sudah ada rencana untuk mengembangkan ruang isolasi, menbah ruangan, dan mengalih fungsikan ruangan. Total target fasilitas karantina menjadi 191 tempat tidur,” tegasnya.

Andi menyebut, pengembangan fasilitas karantina rumah rumah sakit ini telah berproses oleh pihak manajemen RS. Dinkes Kaltim membantu untuk beberapa perlengkapan penunjang yang dibutuhkan oleh ruang isolasi.

“Dinkes Kaltim akan membantu pemenuhan ekofilter dan beberapa alat yang dibutuhkan untuk ruang isolasi pasien,” pungkasnya.

Diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang melakukan pengembangan ruang isolasi untuk penyakit menular.

Baca Juga :  Ramadan di Tengah Pandemi, Pemkot Samarinda Akan Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

(Foto proses pembangunan ruang isolasi di RSUD Taman Husada Bontang)

Tidak tanggung-tanggung, RSUD Taman Husada langsung membangun sebuah gedung untuk penanganan penyakit menular, termasuk pasien corona virus disease (Covid-19) di Bontang. Biaya yang dikucurkan oleh untuk pembangunan ini sekitar Rp 3,1 miliar.

“Anggarannya Rp 2,9 sampai Rp 3,1 miliar,” kata Plt Direktur RSUD Bontang, dr. I Gusti Made Suardika, dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Ditargetkan ruang isolasi baru ini akan selesai dalam 2 minggu ke depan. Jumlah kamar yang akan dibuat ada sekitar 16 kamar, yang akan diisi dengan tempat tidur, kamar mandi dan menggunakan ventilator.

“Ada tempat tidur, ada kamar mandi, terus pakai ventilator,” tutupnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Benahi Longsor di Samarinda Seberang, PUPR Kaltim Akan Bangun Dinding Penahan Tanah

Ragam

Lakukan Pertemuan dengan Redaksi Diksi.co, DPRD Balikpapan Urungkan Niat Beri Somasi ke Media Online Itu

Ragam

Tes Massal Covid-19 Samarinda Belum Bisa Dilakukan, Dinkes Berdalih Stok Rapid Test Kurang

Ragam

Andi Harun Hadiri Musda KAHMI V, Dukung Peran HMI Kawal Pembangunan Kota Samarinda

Ragam

Ada 14 Mahasiswa Kaltim Dikarantina di Natuna, Hasil Evakuasi dari Wuhan

Ragam

Cegah Tindak Kriminal saat Pandemi, Brimob Balikpapan Gencarkan Patroli di Jam Rawan

Ragam

Nama Sudah Ada, Pak Isran Pilih Siapa Bosku?

Ragam

Berkapasitas 96 Sampel Perhari, Dinkes Samarinda Segera Operasikan Labkesda Samarinda