Home / Ragam

Senin, 26 Juli 2021 - 19:05 WIB

Fasilitas Karantina Rumah Sakit Sedang Terisi Penuh, Kadinkes Kaltim Sebut Tidak Mungkin Bangun RS Darurat

dr Padilah Mante Runa, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

dr Padilah Mante Runa, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Berkali-kali kasus pasien isolasi mandiri harus merenggang nyawa akibat ditolak di rumah sakit.

Pihak RS pun tak bisa berbuat banyak, pasalnya seluruh fasilitas karantina yang dimiliki sedang penuh terisi pasien Covid-19.

Berkaca dari penanganan Covid-19 di daerah lain, dibangun rumah sakit darurat guna menampung pasien konfirmasi.

Bagaimana dengan Kaltim. Di tengah kondisi rumah sakit yang penuh sesak dengan pasien corona, Dinkes Kaltim justru belum mengambil opsi pembangunan RS darurat.

dr Padilah Mante Runa, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim beralasan, RS darurat tidak bisa dibangun jika tenaga kesehatannya tidak tersedia.

“Kami sebenarnya sudah cari tempat yang mana bagusnya membangun RS darurat. Tapi tidak mungkin kita membangun. Karena tenaga kesehatannya juga harus dipikirkan,” kata dr Padilah, dihubungi Senin (26/7/2021).

Sebenarnya, Dinkes Kaltim telah beberapa kali membuka rekrutmen tenaga kesehatan. Hanya saja tidak ada warga yang mendaftarkan diri menjadi nakes.

Baca Juga :  45 Pelamar Seleksi 7 JPT Pratama Lakukan Tes Kesehatan, Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lakukan Tahapan Seleksi Secara Virtual

Padahal sejumlah anggaran untuk gaji dan tunjangan telah disiapkan pihaknya.

“Sekarang itu jarang yang mau karena istilahnya mereka yang muda ini. Nakes yang sudah tua tidak dianjurkan karena banyak komorbidnya,” jelasnya.

Pilihan lain tengah dipertimbangkan Dinkes Kaltim menjadi pusat karantina, salah satunya Hotel Atlet di GOR Madya Sempaja.

Namun aset Pemprov Kaltim itu juga sulit dimanfaatkan menjadi tempat karantina, karena fasilitasnya yang tidak pengkap dan butuh banyak perbaikan.

“Bangun rumah sakit tidak mungkin, cuma kami itu mencari lokasi seperti Hotel Atlet. Tapi Hotel Atlet juga tidak mungkin ya. Nanti kami rapatkan bersama, karena ada beberapa usulan,” imbuhnya.

Cara terbaik saat ini yang bisa dilakukan adalah seluruh tumah sakit melakukan penambahan tempat tidur.

Dengan begitu, pasien yang sebelumnya tidak tertangani dapat diterima.

Baca Juga :  Tips Waktu yang Tepat untuk Olahraga Saat Puasa

“Jadi ini saya kemarin rapat dengan seluruh dirut rumah sakit untuk mengkonversi tempat tidur. Bukan menolak tapi antre, dalam UGD itu penuh. Ruangan di dalam harus digeser ini ruang bisa tanpa oksigen. Jadi mengatur saat ada lowong masuk lagi di situ,” tegasnya.

Dinkes Kaltim akan memetakan penanganan pasien Covid-19. Untuk pasien tanpa gejala akan diminta melakukan isolasi mandiri.

Sementara untuk pasien dengan gejala berat dan sedang diprioritaskan mendapat penanganan di rumah sakit.

Sedangkan pasien bergejala ringan, akan ditempatkan di rumah karantina.

“Nanti petakan bahwa rumah sakit ini (sedang diatur) dikhususkan untuk pasien yang fase sedang. Tanpa gejala, melakukan isolasi di rumah karantina,” tegasnya.

“Mari kita tolong sistemnya. Tapi susah juga susah. Sekarang ini betul-betul darurat pasien ini, sudah seperti air bah. Bagaimana cara mengaturnya tapi tidak mungkin masuk semua,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemkot Balikpapan Kaji Pembukaan Kembali Tempat Bermain Anak

Ragam

Perpustakaan Sempat Disorot Lantaran Dana Bengkak, Andi Harun Tawarkan Konsep

Ragam

Proyeksi Pendapatan APBD Murni 2022, TAPD Usulkan Pendapatan Kaltim Rp10,7 Triliun di KUA PPAS 2022

Ragam

Kasus Covid-19 di Samarinda Makin Naik, Dinas Kesehatan Ingatkan Agar Melakukan Pengetatan Prokes di Fasilitas Umum

Ragam

Dinkes Samarinda Laporkan Dua Klaster Penyebaran Covid-19 Tuntas, Klaster Hasan Basri dan Klaster DPRD Kaltim

Ragam

Dua Proyek MYC Usulan Pemprov Masih Mengambang, TAPD Tunggu Hasil Kunjungan Lokasi Dewan

Ragam

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Terseret Dugaan Cek Kosong, Golkar Siap Beri Bantuan Hukum

Ragam

Berbagi Kasih di Tengah Pandemi, Ratusan Paket Sembako Dibagikan Harum Center Untuk Warga Terdampak Covid-19