Home / Ragam

Minggu, 13 Desember 2020 - 19:45 WIB

Gakkumdu Tak Temukan Bukti Kuat, Kasus Politik Uang di Pilwali Samarinda Ditutup

Konferensi pers yang digelar Bawaslu Samarinda bersama Gakkumdu, Sabtu (12/12/2020)

Konferensi pers yang digelar Bawaslu Samarinda bersama Gakkumdu, Sabtu (12/12/2020)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda melalui Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menyampaikan hasil tindaklanjut dugaan kasus money politic yang diduga dilakukan salah satu pasangan calon sebelum hari pemungutan suara.

Dijelaskan Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, pada konferensi pers yang digelar, Sabtu (12/12/2020), unsur Gakkumdu yang terdiri dari jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Samarinda dan tim penyidik Polresta Samarinda tidak menemukan bukti-bukti yang kuat terkait video yang diduga adalah praktik bagi-bagi uang dari salah satu Paslon.

“Beredarnya video pada tanggal 4 Desember lalu, Bawaslu menunggu laporan dari masyarakat. Namun hingga hari Sabtu, 5 Desember 2020 pukul 15.00 tidak ada laporan masuk, kemudian Bawaslu melakukan penelusuran di Jl. Muso Salim Gg. 9 RT 24,” jelas Muin.

Dari hasil penulusuran tersebut, Muin mengatakan bahwa tidak ditemukan saksi-saksi yang mengetahui kejadian secara pasti saat dimintai keterangan oleh Bawaslu Samarinda.

Baca Juga :  Kejang-kejang Dikira Gejala Covid-19, Ternyata Enam Anjal Lagi Pesta Lem di Kolong Jembatan

“Saat penelusuran, kami (Bawaslu) menemui Ketua RT 24 namun Ketua RT tidak bisa memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut. Atas informasi tersebut Bawaslu menggali lagi kepada tuan rumah namun hasilnya tidak maksimal,” jelas Muin.

Tak kurang usaha, Bawaslu kemudian memanggil 6 orang saksi untuk dimintai klarifikasi atas video yang beredar di media sosial.

Dari keterangan 6 orang saksi, adanya uang dalam video tersebut diperuntukkan untuk gaji para saksi usai mengikuti pelatihan dari pelatih saksi yang viral dalam video tersebut.

“Ada uang tapi itu merupakan upah saksi. Sampai hari ini Bawaslu tidak menemukan oknum yang memviralkan video tersebut. Sampai hari ini juga tidak ada warga yang melapor,” ucapnya.

Menambahkan penjelasan Ketua Bawaslu Samarinda, Kasi pidana umum Kejari Samarinda Hafidi menegaskan laporan terkait dugaan kasus money politic belum memenuhi alat bukti formil dan materil yang dimuat pada pasal 184 ayat 1 KUHAP.

Baca Juga :  Wali Kota Rizal Effendi Beri Penjelasan Terkait 1 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Balikpapan

“Fakta yang ada berdasarkan alat bukti, tidak ditemukan ajakan dari seseorang. Yang kedua, amplop itu belum tersalurkan dan bukan untuk mengajak atau mempengaruhi pemilih,” terangnya.

“Semua sudah diatur dalam peraturan, apapun yang diambil adalah kolektif kolegial. Jadi masukan dari bawaslu, penyidik, kejaksaan menjadi satu kesatuan. kita semua bertindak berdasarkan kebenaran materil,” tambahnya.

Sementara itu, dari tim penyidik Polresta Samarinda Aipda Mat Bahri mengimbau masyarakat untuk dapat menghormati keputusan hasil kerja-kerja pengawas Pilkada Kota Samarinda.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih kooperatif jika menemukan dugaan pelanggaran Pilkada di lapangan.

” Dalam suatu tindak pidana harus memenuhi seluruh unsur, himbauan ke masyarajat kalau menemukan tindak pidana tolong kooperatif memberitahu Bawaslu dan harus disertai keterangan bukti-bukti yang kuat agar dalam proses tindaklanjut dapat dilakukan dengan maksimal,” tuturnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemkot Balikpapan Distribusikan 3 Program Bansos Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Ragam

Diduga Lalai Layani Pasien, RS Aisyiyah Digeruduk Wali Kota Samarinda, Direktur Rumah Sakit Beri Penjelasan

Ragam

Baru Beberapa Hari Dirawat Klaster Covid-19 Sudah Dinyatakan Sembuh, Ini Penjelasan Ketua IDI Kaltim

Ragam

IJTI dan PWI Kaltim Minta Selama Wabah Covid-19, Pers Rilis Agar Dilakukan Tanpa Tatap Muka

Ragam

Tiga Proyek Prioritas Kaltim Masih Mungkin Tak Masuk PSN

Ragam

Peringatan Harlah ke-22 PKB, Garda Bangsa Gelar Dialog Publik dan Syukuran

Ragam

Rp50 Miliar Dialokasikan untuk BTT, BPKAD Samarinda Tunggu Rencana Belanja OPD

Ragam

Kabar Duka, Satu Nakes Kembali Jadi Korban Covid-19, Kepala Puskesmas Temindung Meninggal Dunia