Home / Ragam

Jumat, 19 November 2021 - 22:22 WIB

Gelar Rapat Pleno MA Tahun 2021, Ketua MA Berharap Hakim Agung Meningkatkan Profesionalitasnya

Ketua Mahkamah Agung Syarifuddin /limamenit.id

Ketua Mahkamah Agung Syarifuddin /limamenit.id

Kaltimminutes.co – Ketua Mahkamah Agung Syarifuddin mengatakan, tujuan digelarnya rapat pleno MA Tahun 2021 adalah untuk membangun kesatuan hukum dan konsistensi putusan dalam setiap penanganan perkara, khususnya bagi perkara-perkara yang memiliki isu hukum yang sama di kalangan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc.

Saat menggelar rapat pleno Hakim Agung, Syarifuddin berharap para hakim meningkatkan profesionalitas Hakim Agung dan mempercepat proses penyelesaian perkara.

“Rapat ini untuk menjaga kesatuan penerapan hukum dan konsistensi putusan Mahkamah Agung, rapat untuk meningkatkan profesionalitas Hakim Agung dan mempercepat proses penyelesaian perkara,” kata Syarifuddin dalam keterangan tertulis diterima, Jumat (19/11/2021).

Syarifuddin menambahkan, rapat juga bertujuan untuk mewujudkan tujuan utama Mahkamah Agung yang telah menerbitkan beberapa kebijakan. Seperti, kebijakan waktu dalam Penanganan Perkara di Mahkamah Agung dari satu Tahun menjadi 250 hari.

Baca Juga :  Diungkapkan Dalam Sejumlah Hadits, Begini Cara Nabi Muhammad SAW Menata Rambut

“Sehari setelah diterbitkan SK KMA Nomor 213/KMA/SK/XII/2014 sebagai penyempurnaan terakhir atas Pedoman Penerapan Sistem Kamar, Mahkamah Agung kemudian menerbitkan SK KMA Nomor 214/KMA/SK/XII/2014 tentang Jangka Waktu Penanganan Perkara pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagai pengganti dari regulasi sebelumnya,” jelas Syarifuddin.

Selain mempersingkat jangka waktu penanganan perkara di Mahkamah Agung, lanjut Syarifuddin, SK KMA Nomor 214/KMA/SK/XII/2014 juga membagi alur penanganan perkara di Mahkamah Agung ke dalam 9 (sembilan) tahapan kerja. Mulai dari perkara diterima hingga pengiriman kembali berkas perkara ke pengadilan pengaju, termasuk rincian waktu pada setiap tahapan dan penanggung jawab pada masing-masing tahapan kerja yang bersangkutan.

Baca Juga :  Konser di Houston AS Berakhir Ricuh, Delapan Orang Korban Tewas dan Sejumlah Lainnya Mengalami Luka

“Dengan adanya pembagian tahapan kerja yang diuraikan secara rinci, maka proses berjalannya berkas perkara mulai dari awal diterima hingga dikirim kembali ke pengadilan pengaju menjadi lebih terkendali dan terukur,” katanya.

Syarifuddin menegaskan, setiap perkara yang ditangani memiliki tingkat kerumitan dan kompleksitas yang berbeda-beda. Tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan bagi Mahkamah Agung untuk tidak menjalankan sesuai ketentuan yang digariskan dalam SK KMA Nomor 214/KMA/SK/XII/2014 tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul “Ketua MA: Keterlambatan Dalam Memberikan Keadilan Adalah Bentuk Ketidakadilan”. https://www.merdeka.com/peristiwa/ketua-ma-keterlambatan-dalam-memberikan-keadilan-adalah-bentuk-ketidakadilan.html

Share :

Berita Terkait

Ragam

Optimis Memang, Zairin Zain Nyoblos di TPS 17, Mengaku Siap Menang Tak Masalah Kalah

Ragam

Brimob Polda Kaltim Pantau Ibadah di Gereja, Langkah Cegah Penyebaran Covid-19

Ragam

Rahmad-Thohari Merapat ke GP Ansor Balikpapan, Husni Kadri: Kami Yakin

Ragam

Hadi Mulyadi Berharap Covid-19 Berakhir Juni, New Normal Diprediksi Berlaku Juli Mendatang

Ragam

BMKG Prediksi Samarinda Hujan Lebat Saat Lebaran, Berpotensi Terjadi Banjir Warga Diminta Waspada

Ragam

Ada 14 Mahasiswa Kaltim Dikarantina di Natuna, Hasil Evakuasi dari Wuhan

Ragam

Kasus Konfirmasi Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Bertambah 1

Ragam

Sering Sakit-sakitan, Pria di Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kamar