Home / Ragam

Selasa, 16 November 2021 - 18:04 WIB

Hasil Penghitungan Penyesuaian Nilai UMP dan UMK 2022 dari Data BPS, DIK Jakarta Tertinggi Sementara Jawa Tengah Terendah

ilustrasi UMP / tribunnews.com

ilustrasi UMP / tribunnews.com

Kaltimminutes.co – Kementerian Ketenagakerjaan telah mengumumkan hasil penghitungan penyesuaian nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun  2022.

Hasil pengumuman tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).Hal ini sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan.

Dari hasi pengumuman ini diketahui UMP tertinggi terjadi bagi pekerja DKI Jakarta  yang memperoleh sebesar Rp 4.453.724. Sementara UMP terendah terjadi bagi pekerja Jawa Tengah memperoleh UMP sebesar Rp 1.813.011.

Adapun secara “Rata-rata penyesuaian UMP tahun 2022 adalah 1,09%,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri dalam seminar terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022 secara virtual, Senin (15/11).

Masih berpatokan data yang sama, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Maluku Utara dengan kenaikan 12,76%, dan pertumbuhan ekonomi terendah yakni Bali -5,83%.
Sementara kenaikan harga barang atau inflasi tertinggi terjadi Bangka Belitung yang mencapai 3,29% dan inflasi terendah Papua -0,40%.

Indah juga mengungkap, dari dari 24 Provinsi, ada empat  provinsi yang nilai UM tahun 2021 lebih tinggi dari Batas Atas upah Minimum. Alhasil,  upah minimum di daerah-daerah tersebut tahun 2022 nilainya sama dengan upah minimum 2021 alias tidak ada kenaikan upah buruh.

Baca Juga :  UMKT Bikin Cara Unik Daftar Kuliah, Sediakan Jalur Khusus Influencer

Keempat provinsi itu adalah: Sumatera Selatan dengan upah minimum Rp 3.144.446, Sulawesi Utara Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan Rp 3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp 2.678.863.

Untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota,  ada 26 Provinsi yang telah menetapkan UMK. Dari Kabupaten/Kota di 26 Provinsi sebanyak 255 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan UMK. “Namun, ada 42 UMK yang tidak mengalami penyesuaian dengan rincian,” paparnya.

Hasilnya, kenaikan nilai UMK tertinggi di Kota Palu sebesar Rp 174.840 dan kenaikan UMK terendah di Kabupaten Padang Lawas Utara sebesar Rp 277.

Targetnya, penetapan UMP ini harus diumumkan oleh Gubernur paling lambat 21 November 2021. Sementara upah minimum kabupaten/kota (UMK) paling lambat pada 30 November 2021.

“Upah minimum ditetapkan oleh Kemenaker, itu jawabannya salah. Yang menetapkan adalah Gubernur yang menetapkan Upah Minimum Provinsi, paling lambat 21 November 2021 ini, sekitar 6 hari lagi. Karena 21 itu hari minggu maka harus ditetapkan sehari sebelum hari libur,” ungkapnya.

Dalam penghitungan UMP dan UMK bukan Gubernur sendiri yang akan menghitung “Mungkin bukan Gubernur yang utak-atik ada Dewan Pengupahan Daerah, Dinar Tenaga Kerja, bekerjasama untuk menghitung dengan formula yang ada, lalu dilaporkan kepada Gubernur untuk menjadi ketetapan UMP,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kesultanan Kukar Beri Bantuan ke AWS Guna Penanganan Covid-2019

Sekadar mengingatkan, penetapan upah tahun 2022 berbeda formula dengan penetapan upah 2021. Penetapan upah berdasarkan PP 36/2021 tentang Pengupahan, upah berdasarkan:

Pertama, upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih berpedoman pada struktur dan skala upah.

Kedua,  Upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, antara lain meliputi paritas daya beli alias keseimbangan kemampuan berbelanja), tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah (marjin antara 50% upah/gaji tertinggi dan 50%terendah dari karyawan di posisi atau pekerjaan tertentu)

Ketiga, Upah disesuaikan setiap tahun dengan batas atas dan bawah. Batas atas ditentukan berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita dan rata-rata banyaknya anggota Rumah Tangga (ART) yang bekerja pada setiap rumah tangga. Data rata-rata ini menggunakan data di wilayah bersangkutan. Nilai pertumbuhan ekonomi atau inflasi menggunakan yang ada di tingkat provinsi

Keempat, Adanya syarat tertentu meliputi pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi pada kabupaten/kota yang bersangkutan.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul “Tok! UMP Jakarta 2022 minimum Rp 4,45 juta dan terendah Jawa Tengah Rp 1,81 juta”. https://nasional.kontan.co.id/news/tok-ump-jakarta-2022-minimum-rp-445-juta-dan-terendah-jawa-tengah-rp-181-juta

Share :

Berita Terkait

Ragam

Banjir Kembali Terjang Labuhanbatu Utara, Ribuan Rumah Terendam

Ragam

Wagub Hadi Sampaikan ASN Hadir Kampanye Paslon Diperbolehkan, Tapi..

Ragam

Diduga Kecelakaan Kerja, Pekerja Galangan Kapal Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik

Ragam

Tenaga Honorer Akan Dihapus, BKD Kaltim Tunggu Arahan Pusat

Politik

Terkenal Bijaksana, Berikut 5 Potret Andi Harun yang Kerap Bersama Warga, Hadiri Undangan Pernikahan hingga Santai Sore Bersama Selebgram

Ragam

Sidang Penambang Ilegal di Area Pemakaman Covid-19 Serayu, Terdakwa Bantah Belum Bayar Alat Berat

Ragam

Pemkot Balikpapan Sulap RS Tk II Hardjanto Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Ragam

Melalui Rapat Kabinet, Jokowi Ambil Keputusan Larang Salat Idulfitri Berjamaah di Masjid dan Lapangan