Home / Ragam

Rabu, 8 April 2020 - 16:03 WIB

Hasil Rapid Test Tunjukan Positif Belum Tentu Corona, Ini Cara Kerjanya

Ilustrasi Rapid Test

Ilustrasi Rapid Test

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kabar meninggalnya seorang perempuan, berusia 39 tahun, membuat heboh karena hasil rapid test yang bersangkutan positif.

Pasien itu meninggal di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara (Kukar), pada Minggu (5/4/2020). Pasien memiliki riwayat penyakit hepatitis B.

“Dirapid test hasilnya positif, kemudian langsung diambil swab dikirim ke provinsi. Artinya kami belum bisa menyebutkan pasien ini positif (corona) sampai ada hasil swab,” kata Martina Yulianti, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar.

Beberapa waktu lalu publik Kaltim juga dihebohkan adanya dua pasien asal Kubar yang menjalani rapid test dengan hasil positif. Buru-buru Pemkab Kubar langsung melakukan isolasi dan perawatan intensif kepada mereka. Sebelumnya lagi, di Berau kasus serupa terjadi, satu pasien menjalani rapid test dengan hasil positif. Sama, pasien ini juga langsung diisolasi.

Bagaimana sebenarnya rapid test ini bekerja.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyebut rapid test tidak digunakan untuk menyatakan pasien positif Covid-19. Rapid test digunakan untuk menjaring dan memetakan kasus.

“Rapid test hanya untuk menjaring, bukan alat untuk mendiagnosis orang yang melakukan tes positif Covid-19 atau tidak,” kata Andi, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga :  Dapat Suntikan Vaksin Kedua, Sabani Akui Tak Merasakan Efek Samping

Untuk mendapatkan hasil akurat positif atau negatif. Protokolnya harus menunggu hasil lab dari periksaan swab pasien tersebut.

Artinya, orang yang positif saat rapid test, belum tentu terkena Covid-19. Sebab, rapid test digunakan untuk mendeteksi antibodi bekerja atau tidak. Kalau bekerja, diduga ada virus dalam diri bersangkutan.

Tapi virus itu belum tentu Covid-19. Virus lain yang berada dalam tubuh orang tersebut, turut akan menghasilkan nilai serupa, padahal virus itu bisa jadi tidak berbahaya.

“Virus itu kan banyak macamnya ya, corona sendiri banyak, SARS dan MERS. Virus-virus lain ini juga memunculkan nilai serupa di rapid test. Jadi mungkin dia pernah terkena virus sebelumnya hingga memunculkan antibodi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tingkat akurasi rapid test, Andi menyebut memiliki tingkat akurasi antara 80-90 persen.

Akurasi itu makin meningkat bila melakukan tes di waktu yang tepat pula. sekitar 5-7 hari setelah waktu dugaan kontak. Di bawah waktu itu hasil biasanya tidak bisa keluar.

Meski bisa jadi bukan Covid-19, bagi mereka yang mendapatkan hasil positif saat rapid test diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah. Itu dengan catatan bila gejala medis ringan. Petugas kesehatan juga akan memantau perkembangan kesehatan yang bersangkutan secara ketat.

Baca Juga :  APD Kurang, Jas Hujan Jadi Alternatif Tim Layanan Publik Bontang

“Bila gejala berlanjut dan makin parah, yang bersangkutan akan diisolasi ke rumah sakit, sambil menunggu hasil uji swab,” pungkasnya. (*)

Sub Judul—
Cara Kerja Rapid Test

Berikut tata cara pemeriksaan sampel virus corona dengan metode rapid test, seperti dikutip dari Kumparan.com:

(1)
Petugas akan mengusap ujung jari pasien dengan kapas alkohol yang juga termasuk dalam paket alat rapid test. Setelahnya, sampel darah akan diambil dari ujung jari dengan jarum lancet sekali pakai.

(2)
Selanjutnya, petugas menyiapkan pelat strip untuk identifikasi keberadaan antigen dalam darah. Darah sebanyak 10 mikroliter ditetesi pada pelat strip, lalu dicampur dua tetes larutan penyangga.

(3)
Ada tiga indikator penanda antibodi dalam strip tersebut: “C”, “IgG”, dan “IgM”. IgG merupakan jenis antibodi yang paling banyak terdapat dalam darah. Sedangkan antibodi IgM terbentuk saat pertama kali sistem imun berhadapan dengan patogen.

(4)
Dalam 15 menit, jika muncul garis merah pada indikator “C”, maka hasilnya negatif. Sedangkan hasil positif jika garis merah muncul dalam satu dari formasi berikut: “C”-”IgG”-”IgM”, “C”-”IgM”, atau “C”-”IgG”. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

168 KPPS di Bontang Resmi Dilantik, Bertugas hingga 23 Desember Mendatang

Ragam

Ada Sekolah di Balikpapan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Komentar Wali Kota

Ragam

[BREAKING NEWS] Meroket! Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 12 Kasus, Total 97 Kasus Positif Corona

Ragam

BKT Kaltim Koordinasikan Beasiswa Wartawan ke Wakil Gubernur Kaltim

Ragam

Duarrr… Ledakan Terdengar Sebelum Kapal di Gelanggang PT Barokah Terbakar

Ragam

Positif Covid-19 Bersama 6 Anggotanya, Kepala BNN Kaltim Dinyatakan Sembuh dari Corona

Ragam

Rawan Konflik, Polisi Pertebal Proses Penghitungan Suara di Tingkat Kecamatan

Ragam

HUT Provinsi Kaltim Digelar Sederhana, Akibat Pandemi Protokol Kesehatan Dijalankan Ketat