Home / Ragam

Kamis, 28 Januari 2021 - 15:52 WIB

Hilang 3 Hari, Pria Paruh Baya di Samarinda Ditemukan Meninggal di Saluran Drainase

FOTO : Tim gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah Suwarsono yang ditemukan membusuk di dalam saluran drainase pagi tad

FOTO : Tim gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah Suwarsono yang ditemukan membusuk di dalam saluran drainase pagi tad

Kaltimminutes.co, Samarinda – Warga di bilangan Irigasi, RT 50, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran pada Kamis (28/1/2021) sekira pukul 07.30 Wita, pagi tadi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam saluran drainase.

Kondisi mayat yang telah mengalami pembusukan dan mengeluarkan aroma tak sedap itu sontak membuat kerumunan warga memadati lokasi penemuan.

Informasi diterima, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan bernama Suwarsono. Almarhum telah berusia lanjut, yakni 79 tahun dan dikabarkan menghilang keberadaannya sejak Senin 25 Januari, pukul 22.00 Wita malam lalu.

Sebelum dikabarkan menghilang, Suwarsono terakhir kali terlihat berada di bibir Jalan Irigasi tak jauh dari kediamannya. Saat itu Suwarsono dihampiri oleh menantu laki-lakinya.

Suwarsono dibujuk untuk segera pulang, namun dirinya menolak. Kemudian si menantu beranjak pulang untuk mengabarkan keberadaan ayahnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Digelar Pekan Ini, 38 Ribu Vaksin Mulai Didistribusikan ke 8 Kabupaten/kota

“Kemudian saksi (menantu almarhum) pulang. Dan kembali membawa istrinya (anak kandung almarhum), tapi saat itu keberadaan almarhum sudah tidak lagi ada di lokasi tersebut,” terang Aipda Harry Cahyadi, Komandan Tim (Dantim) Inafis Polresta Samarinda, siang tadi.

Tak tinggal diam, anak dan menantu almarhum malam itu coba melakukan pencarian. Namun hingga waktu menunjukan pukul 02.00 Wita, keberadaan almarhum tak kunjung ditemukan. Dan pencarian pun dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya.

Selang tiga hari, anak almarhum dikejutkan dengan kabar kalau sang ayah telah ditemukan, namun dengan keadaan meninggal dunia di dalam saluran drainase selebar lima meter, dan memiliki kedalaman sepinggan orang dewasa.

Isak tangis pun pecah, kabar penemuan itu sampai ke radar kepolisian. Unit Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Palaran dan rekanan relawan bergegas menuju lokasi guna melakukan penyelidikan dan proses evakuasi jenazah almarhum.

Baca Juga :  Fokus Terpecah Tangani Covid-19 dan Banjir, Kodim 0901 dan Polresta Samarinda Kesulitan Lakukan Penanganan

“Saat di lokasi kami langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan sejumlah saksi,” tambahnya.

Hasil didapati, almarhum meninggal tanpa ada petunjuk tindak kekerasan atau yang menjurus ke ranah tindak kriminalitas.

“Dari keterangan anak dan menantunya ini, almarhum memiliki ketakutan seperti sedang dikejar orang. Dan ini sudah kejadian selama setahun, dan ini menjadi dugaan almarhum terjatuh ke parit,” sambungnya.

Usai melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan saksi, tim gabungan langsung melakukan evakuasi jenazah menuju RSUD AW Sjahranie untuk proses visum et repertum guna memastikan kematian almarhum. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Brimob Polda Kaltim Pantau Ibadah di Gereja, Langkah Cegah Penyebaran Covid-19

Ragam

Penjelasan Kadisdik Kaltim Soal Mutasi Guru di Paser, Anwar: Kalau Penyegaran Itu Perlu

Ragam

Antisipasi Peningkatan Kasus, RS Kanujoso Balikpapan Tambah 40 Ruang Isolasi Covid-19

Ragam

Hadi Mulyadi Berharap Covid-19 Berakhir Juni, New Normal Diprediksi Berlaku Juli Mendatang

Ragam

Akhir 2020 Lokasi IKN Dilaunching, BPN Kaltimtara Data Kepemilikan dan Penggunaan Lahan di Lokasi Ibu Kota

Ragam

Tahapan Seleksi 7 Jabatan di Pemprov Kaltim, Pekan Ini Presentasi Masalah dan Wawancara di BKD

Ragam

Banggar dan TAPD Kaltim Belum Sepakat Soal Usulan MYC, Rapat Pembahasan APBD Deadlock

Ragam

Kemarin Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19, Ternyata Dirapel Hari ini, Ada 27 Kasus Baru Konfirmasi Corona di Kaltim