Home / Ragam

Rabu, 18 Maret 2020 - 00:18 WIB

Hiya!!, Isran Noor Klarifikasi Local Lockdown, Sebut Cuma Isolasi Terbatas

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dalam program acara televisi swasta nasional, Isran Noor, Gubernur Kaltim memberikan klarifikasi soal penetapan status local lockdown di Kaltim menghadapi virus corona (Covid-2019).

Klarifikasi itu disampaikan Isran saat mengisi acara Apa Kabar Indonesia Malam, Selasa (17/3/2020).

“Jadi sebenarnya, istilah lockdown itu tidak ada. Lockdown itu kan kebijakan pemerintah pusat. Kita hanya lakukan isolasi terbatas. Ya semacam lockdown terbatas gitulah,” kata Isran, dikutip dari Instagram Pemprov Kaltim (@pemprov_kaltim).

Isran mengakui, istilah local lockdown itu muncul sekitar tiga hari lalu dari keinginan masyarakat untuk dilakukan isolasi terbatas di Kaltim. Istilah local lockdown itu pun kemudian berkembang dalam rapat Forkopimda membahas antisipasi Covid-19.

Baca Juga :  Mantap!! Perusahaan Tambang Ini Buat Jalan 100 Km untuk Warga, Akses dari Tabang Menuju Muara Pahu

Gubernur menegaskan kebijakan Kaltim sama sekali tidak berlawanan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk pencegahan Covid-19.

“Dalam surat edaran gubernur, tidak menyebutkan lockdown. Tapi bagaimana mengantisipasi melaksanakan protokol-protokol atau perintah-perintah yang sudah disampaikan pemerintah pusat,” jelas Isran.

Langkah Kaltim kata Isran, tetap mengacu pada arahan-arahan Presiden Joko Widodo untuk penanganan Covid-19.

Kaltim terus menyesuaikan dan taat dengan perintah presiden. Koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo pun terus dilakukan. “Dengan koordinasi yang terus kami lakukan, kami berharap kekurangan disinfektan, masker dan alat pelindung diri itu bisa segera dipenuhi pemerintah pusat,” haranya.

Baca Juga :  Alhamdullilah!! Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah Lagi 3 Orang, dari PPU dan Samarinda, Total Pasien Sembuh 34 Orang

Diketahui, hari ini Gubernur Isran Noor mengeluarkan surat edaran untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ada poin yang ditegaskan gubernur dalam surat edaran tersebut. Di antaranya, mengubah kegiatan belajar mengajar di rumah mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, jika memungkinkan dengan metode daring. Menunda perjalanan dinas keluar negeri dan membatasi perjalanan luar daerah. Serta meniadakan sementara berbagai kegiatan yang melibatkan kehadiran massa dalam jumlah besar.

Di Kaltim sendiri sejumlah kegiatan sudah dibatalkan atau ditunda. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jokowi Tak Larang Warga Mudik Lebaran, Tapi Pemudik Akan Berstatus ODP dan Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

Ragam

Mahasiswa Geruduk Kejati Kaltim, Minta Aparat Telusuri Dua Proyek Diduga Dikerjakam Asal-asalan

Ragam

Belum Ada Kelanjutan Pembahasan RUU Ibu Kota Negara, Isran Noor Beri Komentar Ini

Ragam

Astaga!! Update Kasus Positif Covid-19 Kaltim, Pasien Positif Tambah 17 Pasien, Total 473 Kasus

Ragam

Pasien Covid-19 Baru Samarinda Diduga Terjangkit di Penyebaran Lokal Bogor

Ragam

Kabar Gembira, Tiga Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Dinyatakan Sembuh

Ragam

Aset Tanah Bekas AMPI Dijual, Mantan Pengurus Sebut Dapat Izin Senior di Partai

Ragam

45 Pelamar Seleksi 7 JPT Pratama Lakukan Tes Kesehatan, Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lakukan Tahapan Seleksi Secara Virtual