Home / Ragam

Senin, 30 Maret 2020 - 14:22 WIB

IJTI dan PWI Kaltim Minta Selama Wabah Covid-19, Pers Rilis Agar Dilakukan Tanpa Tatap Muka

Metode pers rilis menggunakan aplikasi online

Metode pers rilis menggunakan aplikasi online

Kaltimminutes.co, Samarinda – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) membuat rilis terkait peliputan wartawan di tengah wabah Covid-19 ini.

Dalam rilisnya, Yadi Hendriana, Ketua Umum IJTI, memberikan pernyataan yang secara garis besar agar narasumber tidak membuat jumpa pers atau tatap muka dengan wartawan. Hal ini dilakukan guna memperkecil kemungkinan penularan Covid-19, bagi wartawan maupun narasumber.

Berikut beberapa pernyataan IJTI, yang dirilis pada tanggal 27 Maret 2020 lalu.

1. IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Kemenkomarves yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19

2 . Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

3. IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming atau TV pool tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir. Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

4. Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut

5. Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19

Baca Juga :  Resmi Jabat Dirut PT. Migas Mandiri Pratama, Edy Kurniawan: Kita Susun Program

6. Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19

Sumber: IJTI

Penyataan inipun didukung penuh oleh IJTI Kaltim, selaku organisasi IJTI di daerah.

Amir Hamzah, Ketua IJTI Kaltim, menyampaikan agar semua rilis yang dilakukan oleh narasumber, bisa dilakukan dengan saluran virtual. Salah satunya menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Hal ini guna memberikan liputan yang aman bagi para jurnalis di Kaltim.

“IJTI kaltim meminta agar rilis dilakukan melalui virtual, atau bisa juga melalui video Zoom Meeting. Jadi itu sarana paling aman untuk wartawan,” kata AHZ, sapaan akrabnya.

AHZ juga menyampaikan pesan terhadap perusahaan media, agar menyiapkan alat pelindung diri (APD) bagi wartawan yang terjun ke lapangan untuk peliputan Covid-19.

“Dalam kondisi begini, wartawan harus dilindungi,” tegasnya.

“Oleh karena itu, IJITI Kaltim menyarankan pada seluruh kepala daerah, kepala dinas agar rilis dilakukan melalui virtual atau sejenisnya,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. Wiwid Marhaendra Wijaya, Sekretaris PWI Kaltim mengimbau kepada seluruh wartawa yang melakukan peliputan di lapangan, agar menghindari liputan tatap muka dengan narasumber. Bila diharuskan melakukan liputan langsung, wartawan harus dibekali dengan alat pelindung diri (APD) saat melakukan liputan.

Baca Juga :  APBD Kaltim 2020 Turun ke Rp 9 Triliun Akibat Rasionalisasi Anggaran Gegara Covid-19

“Soal melakukan liputan, untuk wawancara bisa menggunakan telepon atau aplikasi chating Whatsapp. Narasumber harus memahami juga kondisi istimewa seperti ini,” katanya, dihubungi Diksi.co lewat sambunvan telepon, Senin (30/3/2020).

Wiwid berharap kepada pejabat-pejabat yang ada di Pemprov Kaltim, maupun pejabat di kabupaten/kota, dapat memahami kondisi wabah Covid-19 ini. Sehingga saat dihubungi lewat sambungan telepon mau memberikan informasi yang diminta oleh wartawan.

“Harapannya sih para pejabat atau narasumber yang dihubungi wartawan memahami kondisi ini, dan mau menjawab pertanyaan wartawan. Via telepon misalnya, adalah salah satu cara agar tidak tatap muka dan menekan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, kepada pimpinan di media, PWI Kaltim meminta perusahaan membuat prosedur yang bisa menjaga keselamatan wartawannya ditengah wabah Covid-19 ini.

“Keselamatan wartawan harus diperhatikan juga oleh perusahaan. Tidak ada berita seharga nyawa lah. Membahayakan nyawa wartawan hanya untuk satu berita kan, ini harus dipahami juga oleh pimpinan di media masing-masing,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Resmikan Tol Balsam Seksi 1 dan Seksi 5, Ini Harapan Presiden Jokowi  

Ragam

Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Terowongan di Sungai Dama, Wali Kota Samarinda Sebut Akan Mulai Dibangun Tahun 2022

Ragam

[BREAKING NEWS] Waduh! PDP Mengamuk di Rumah Sakit AWS dan I.A. Moeis Dinyatakan Positif Covid-19

Ragam

Tips Kelola Sampah di Kecamatan Minim TPS Ala Andi Harun, Harus Dibuat Cantik

Ragam

Soroti Rumah Sakit Islam Samarinda, Andi Harun Tegaskan Harus Segera Beroperasi

Ragam

Kebakaran di Samarinda, Balita dan 2 Orang Dewasa Terjebak di Lantai 2 Saat Api Berkobar

Ragam

Anggota DPRD Kaltim Dapat Tunjangan Hari Raya, Ini Besarannya

Ragam

Lakukan Rapid Test, 400 Warga di Bali Reaktif Covid-19