Home / Ragam

Jumat, 17 April 2020 - 22:19 WIB

Ini Penjelasan Medis Soal Bayi Usia 3 Minggu di Samarinda Menangis Keluarkan Darah

Kaltimminutes.co, Samarinda – Nasib malang seorang bayi laki-laki di Jalan Moh Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, ketika menangis mengeluarkan darah.

Bayi malang itu baru berusia tiga minggu yang merupakan anak dari Ibu Siska (19). Kejadian itu diketahuinya saat sang bayi sedang mengalami sakit mata.

Siska ibunda sang bayi mengatakan anaknya mengalami sakit itu sejak setelah beberapa hari dilahirkan. Sehingga Dia membawa anaknya ke bidan anak setempat untuk memeriksakan mata bayinya.

Namun dirasa tidak kunjung-kunjung sembuh. Siska pun sempat bingung lantaran ia sudah tidak memiliki uang sama sekali. Di situasi demikan, ia mendapat info dari tantenya ada klinik kesehatan gratis di Klinik Asy-Syifa Baznas Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga :  73 Santri Magetan Asal Kaltim Ditracing, 9 di Antaranya Reaktif Covid-19 Hasil Rapid Test

Akhirnya Siska pun membawa buah hatinya ke Klinik Asy-Syifa Baznas Provinsi Kalimantan Timur.

“Mata anak saya kalau menangis keras itu keluar darah. Jadi tadi habis periksa, dikasih penjelasan sama Dokternya pembuluh darahnya itu ada yang pecah,” ujar Siska saat ditemui awak media, Jumat (17/4/2020) siang.

Lebih lanjut, ia bersyukur mendapatkan informasi adanya klinik gratis di Kaltim. “Untuk persyaratan periksa disini cuman butuh KK, KTP, dan surat keterangan tidak mampu dari RT setempat. Dan ini tadi habis periksa dari dokter,  dikasih surat rujukan ke spesialis mata,” katanya.

Sementara itu, Dokter Umum Klinik Asy-Sifa Baznas Kaltim, Ahmad Yusron menerangkan ketika saat memeriksa, bahwa sang bayi tersebut memiliki infeksi pada kedua matanya sehingga menjadi sebab keluar darah ketika menangis.

Baca Juga :  Menang Pilwali Samarinda Versi Hitung Cepat, Andi Harun Ucapkan Terima Kasih untuk Warga Samarinda

“Awalnya ditemukan kedua mata sang bayi keluar kotoran. Setelah beberapa hari ketika menangis keras akan keluar darah. Jadi saya curiga ada infeksi pada kedua matanya, karena jika kita menangis secara otomatis pembuluh darah di mata akan melebar,” terangnya.

Dari pemeriksaan Ahmad Yusron sang ibu disarankan agar bayinya dirujuk ke spesialis mata yang ada di Kota Samarinda.

“Jadi saran saya kepada ibu si bayi, untuk penanganan lebih lanjutnya saya sarankan ke spesialis mata. Kami juga sudah kasih surat rujukan dan arahan kepada ibu si bayi,” tuturnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemkot Samarinda Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Desa Pampang, Andi Harun Beri Tambahan Uang Tunai Rp 10 Juta

Ragam

Resmikan Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni di Balikpapan, Isran Noor Bilang Begini

Ragam

Lakukan Isolasi di RSUD AWS, Andi M. Ishak Sampaikan Terima Kasih Untuk Doa yang Mengalir ke Dirinya dan Istri

Ragam

Penajam Berduka, Mantan Wakil Bupati PPU Meninggal Dunia di Jakarta

Ragam

Warga Segel Perumahan di Samarinda Ilir, Diduga Penyebab Tanah Longsor
Ilustrasi Bankaltimtara/ IST

Ragam

Soal Dugaan Tabungan Nasabah Bankaltimtara Miliaran Rupiah Raib, Ini Saran Kepala Perwakilan BI Kaltim

Ragam

Jadi Wadah Koordinasi, Wagub Kaltim dan Wali Kota Samarinda Resmikan Sekretariat KKSS Kaltim

Ragam

Sejumlah Proyek PUPR Disorot Komisi III DPRD Kaltim, Dari Rumah Layak Huni Hingga Akses ke APT Pranoto