Home / Ragam

Jumat, 25 Desember 2020 - 18:30 WIB

Instruksi Wali Kota Samarinda, Sekolah di Kecamatan Zona Merah Tak Lakukan Belajar Tatap Muka

ilustrasi/ IST

ilustrasi/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Per Januari 2020 mendatang, Samarinda akan segera berlakukan pembelajaran tatap muka.

Regulasi hingga tata cara pembelajaran tatap muka saat ini sedang disiapkan.

Meski demikian sekolah yang berada di kawasan zona merah penyebaran virus corona atau COVID-19 tak mendapat izin adakan belajar tatap muka.

“Saya perhatikan Kecamatan Samarinda Ulu masih masuk zona merah, jadi saya sarankan untuk sekolah yang masuk zona ini jangan dulu menggelar belajar tatap muka,” ujar Walikota Samarinda, Syaharie Jaang seperti dilansir dari rilis resmi Pemkot Samarinda pada Rabu (23/12/2020).

Data dihimpun, sebenarnya dari 10 kecamatan di Kota Tepian tak hanya Samarinda ulu yang masuk zona merah, ada pula Sungai Kunjang.

Kedua daerah ini ada lebih dari 51 kasus aktif corona. Sementara itu, enam lainnya masuk zona kuning dan sisanya zona oranye. Wali kota dua periode ini pun melanjutkan, dari regulasi yang ada, khusus zona kuning hanya boleh menunaikan belajar tatap muka dengan persentase murid tak lebih dari 50 persen.

Baca Juga :  Anggaran Kampanye Paslon Dibatasi Hanya Rp 14,7 Miliar, Ini Saldo Awal Dana Kampanye Paslon yang Dilaporkan ke KPU Samarinda

Dimulai dari Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Sambutan dan Palaran. Sementara untuk zona oranye seperti Kecamatan Sungai Kunjang, Sungai Pinang dan Samarinda Utara murid yang turun ke sekolah untuk belajar hanya boleh 25 persen saja. Sementara merah tak mendapat izin sama sekali.

“Bagi siswa yang tinggal di zona merah tapi sekolahnya masuk kawasan zona kuning, saya juga tidak merekomendasikan pelajar tadi ikut belajar secara tatap muka,” tegasnya.

Baca Juga :  47 Faskes di Balikpapan Siap Gelar Vaksinasi, Wali Kota: Vaksinasi Dimulai Hari Jumat

Kata Jaang, terkait persentase jumlah murid yang boleh belajar di sekolah memang berdasarkan tingkat kerawanan penyebaran COVID-19 di masing-masing kecamatan. Kendati demikian ia menambahkan sistem zonasi tersebut bisa berubah seiring berjalannya waktu hingga mendekati 11 Januari nanti.

“Siapa tahu masuk awal Januari zona yang merah tadi bisa berubah ke warna kuning karena tingkat kerawanan penyebaran COVID-19 menurun,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, sekolah yang sempat tidak dapat rekomendasi bisa langsung menggelar belajar tatap muka. Begitu pun juga dengan siswa yang belum bisa belajar langsung di sekolah.

“Saya minta gak perlu khawatir karena belajar secara daring atau online tetap diberlakukan,” ujar Jaang. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jelang Pergantian Tahun, Isran Noor Ajak Warga Tafakur Daripada Bikin Perayaan Berlebihan

Ragam

Politik Santun, Andi Harun Puji Lawan Politik di Pilwali Samarinda, Sebut Barkati Kesatria Politik

Ragam

Dukung Program Wali Kota, Camat Samarinda Ulu Lakukan Kerja Bakti Cat Trotoar dan Marka Jalan

Ragam

Gereja Katedral Siap Sambut Perayaan Hari Natal, Batas Maksimal Jemaah Hadir Tak Lebih 50 Persen

Ragam

Kecelakaan Maut di Simpang Gunung Lipan, Mobil Vs Motor: 1 Tewas 2 Luka-luka

Ragam

Soal Pengembalian Perabotan Rujab Ketua DPRD Samarinda, Komisi I dan Sekretariat Irit Bicara

Ragam

Hasil Swab Massal di Bandara APT Pranoto Keluar, 160 Pegawai dan Rekanan Negatif Covid-19

Ragam

Klaster Ijtima Gowa Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Kaltim, Total 152 Kasus, 48 Pasien Menunggu Kepastian