Home / Ragam

Kamis, 27 Februari 2020 - 21:40 WIB

Isran Noor Berkelakar, Sebut Corona Tidak Mau Masuk Indonesia Karena Birokrasinya Susah

Kaltimminutes.co, Samarinda – Virus corona asal Wuhan, Cina telah menggemparkan seluruh dunia.

Berbagai negara telah mempuat langkah antisipasi terhadap masuknya virus mematikan ini.

Di Kaltim, Belum ditemukan kasus dugaan virus corona telah masuk ke Bumi Etam. Meski begitu pemerintah pusat, terlebih pemerintah daerah harus membuat langkah-lanngkah pencegahan.

Akibat merebaknya virus ini diberbagai dunia, membuat Kerajaan Arab Saudi terpaksa menutup sementara umrah dari luar arab, guna menangkal masuknya pembawa virus corona ke negara tersebut.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Baru Samarinda Diduga Terjangkit di Penyebaran Lokal Bogor

Isran Noor, Gubernur Kaltim turut menanggapi rencana penghentian sementara Izin masuk untuk pelaksanaan umrah di Arab Saudi.

Isran menyebut, Pemerintah Arab Saudi tidak membatasi jemaah dari Indonesia. Dengan berkelakar, Isran menyebut corona tidak bisa masuk Indonesia karena proses izin yang panjang.

“Indonesia tidak dibatasi. Indonesia itu nda mampu virus masuk. Karena izin masuknya panjang birokrasinya tinggi. Jadi virus ngurus izinnya lama,” kata Isran, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga :  Minimalisir Terjadinya PSU Saat Hari Pencoblosan, Bawaslu Samarinda Gelar Sosialisasi Teknis Pemilihan Partai dan Timses

Meski virus corona, telah terdeteksi penyebarannya di Malaysia, Vietnam, dan Singapura, Indonesia hingga kini masih aman dari penyebaran virus corona.

“Indonesia tidak masalah. Sudah dievaluasi,” jelasnya.

Isran menjelaskan, kasus WNI terpapar virus corona ditemukan di luar negeri. Seperti WNI yang bekerja di kapal, atau WNI yang menjadi karyawan di perusahaan Singapura.

“Warga Indonesia terkena corona itu terjangkitnya di kapal. Di singapura itu terjangkit karena jadi karyawannya orang yang terjangkit,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

GMP2KT Geruduk Kantor Kejati, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rawa Indah Bontang

Ragam

Sumur Bor Warga Sepinggan Semburkan Lumpur dan Gas Berbahaya, Warga Diminta Menjauh Radius 15 Meter

Ragam

Penajam Berduka, Mantan Wakil Bupati PPU Meninggal Dunia di Jakarta

Ragam

Jalan-jalan Ramai Meski Sedang Pandemi Covid-19, Wakil Wali Kota Samarinda Beri Pemakluman

Ragam

BPK Soroti Kredit Macet di Bank Kaltimtara, Dadek Nandemar: Itu Kerugian Perusahaan, Bukan Kerugian Negara

Ragam

Update Per 19 Mei 2020: Ada Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, Asal Samarinda dan Bontang

Ragam

Salah Satu PDP di Samarinda Berprofesi Dokter, Ini Riwayat Perjalanannya

Ragam

Positif Covid-19, Mantan Anggota DPRD dan Tokoh Samarinda Ini Meninggal Dunia di RSUD AWS