Home / Ragam

Selasa, 9 November 2021 - 22:08 WIB

Isu Iming-iming Penawaran Imbalan Berhembus untuk Memuluskan Proses Pergantian Ketua DPRD Kaltim

Kolase , Makmur HAPK, Ketua DPRD Kaltim (kiri) dan Hasanuddin Masud (kanan)

Kolase , Makmur HAPK, Ketua DPRD Kaltim (kiri) dan Hasanuddin Masud (kanan)

Kaltimminutes.co  – Selasa (2/11/2021) pekan lalu, digelar paripurna di DPRD Kaltim, salah satu agendanya terkait pembacaan pergantian ketua dewan dari Makmur HAPK, ke Hasanuddin Masud.

Nyaris seluruh fraksi menyetujui pergantian tersebut, hanya Fraksi Gerindra yang kala itu menolak lalu melakukan walk out.

Isu tidak sedap berhembus terkait proses persetujuan fraksi di paripurna tersebut.

Dari kabar yang dihimpun media ini dari narasumber yang tidak ingin diketahui identitasnya untuk menjaga kemurnian informasi.

Diduga terucap adanya iming-iming penawaran imbalan kepada berbagai pihak di dewan, agar memuluskan proses pergantian Ketua DPRD Kaltim.

Ucapan itu disampaikan di dalam ruangan unsur pimpinan dewan. Bahkan kabarnya, penawaran itu juga disampaikan kepada Makmur HAPK, selaku Ketua DPRD Kaltim agar legowo berganti posisi dari kursi pucuk pimpinan dewan.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan di Kamar Hotel 508, Polisi Justru Ungkap Pidana Lain Yakni Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Makmur HAPK menyampaikan terkait adanya usulan pergantian ketua DPRD, jangan sampai jadi lahan jual beli demi kepentingan tertentu.

“Bukan soal apa, tapi yang begini jangan dijual belikan lah,” kata Makmur HAPK, dihubungi via sambungan telepon Selasa (9/11/2021).

Ditanya apakah dirinya pernah mendapat tawaran dari pihak-pihak tertentu agar menerima pergantian posisi, Makmur menyebut tidak pernah.

Pun jika dirinya menerima tawaran, dengan tegas Makmur mengaku akan melakukan penolakan terkait tawaran itu.

Menurutnya hal ini dilakukan guna menjaga muruah partai di mana dia berada.

“Tidak ada tawaran itu ke saya. Kalau pun ada saya enggak mau juga,” tegasnya.

Baca Juga :  Patuhi Aturan Pusat, Ketua DPRD Kaltim Tidak Gelar Open House Saat Lebaran

“Saya memang tidak tahu, yang jelas tidak pernah nawar macam-macam,” sambungnya.

Sementara itu, Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim, membantah isu gratifikasi di proses persetujuan paripurna pergantian ketua dewan.

Samsun mengaku tidak mengetahui adanya isu terkait penawaran gratifikasi tersebut.

“Aku baru tahu kalau ada isu gratifikasi. Kok aku gak dapat ya?,” kata Samsun berkelakar di hadapan awak media.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan tidak ada imbalan maupun penawaran lainnya pada persetujuan paripurna pergantian ketua dewan.

Persetujuan itu menurutnya telah sesuai prosedur yang berlaku di kedewanan Karang Paci, julukan DPRD Kaltim.

“Mudah-mudahan kalian percaya sama saya. Kalau saya, urusan-urusan begini mohon maaf tidak ada,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

E-Sports

Mantap Wal!!, Final PMPL Indonesia Seasion 1 Ditonton Lebih Dari 150 Ribu Penonton di Live Straming

Ragam

Gelar Vaksinasi Tahap Pertama, Dua SMA di Samarinda Dapat Suplai Dosis Vaksin dari BIN Kaltim

Ragam

Tes Massal Covid-19 Samarinda Belum Bisa Dilakukan, Dinkes Berdalih Stok Rapid Test Kurang

Ragam

Usai Lakukan Mediasi dan Diberi Bantuan untuk Pemilik Kios, Bangunan Liar di Gang Ahim Samarinda Dibongkar

Ragam

Bertahap Akhir Mei hingga Juni, Pemprov Kaltim Cairkan Bantuan Sosial Dampak Covid-19 ke Warga

Ragam

Kabar Kilang Bontang Batal Dibangun, Pemkot Bentuk Tim Khusus

Ragam

Muhammad Sabani Akan Pensiun, Kepala Biro Adpim Akui Pembentukan Tim Seleksi Sekprov Kaltim Belum Berproses

Ragam

Sistem OSS Berbasis Risiko Resmi Diluncurkan Pemerintah Pusat, Rusmadi Sebut Pelaku UMKM Bisa Lebih Muda Lakukan Perizinan