Home / Ragam

Kamis, 2 April 2020 - 20:07 WIB

Jadi Klaster Covid-19 Baru, dari 1642 Orang Peserta Ijtima Gowa, Baru 587 yang Didata Dinkes Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Gelaran pertemuan ulama Ijtima Zona Asia 2020 di Gowa, ditetapkan Dinkes Kaltim menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Bumi Etam.

Setelah sebelumnya ada dua klaster yang menjadi penularan Covid-19 di Kaltim. Yakni, Klaster Bogor dan Klaster KPU.

Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyampaikan Ijtima Gowa menjadi klaster setelah ditemukannya satu kasus positif corona di Balikpapan usai mengikuti kegiatan tersebut. Ditambah, Ijtima menjadi kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga potensi terjadi penyebaran semakin tinggi.

“Ijtima Gowa berpitensi jadi klaster baru, karena dilakukan dengan banyak orang. Melihat dari potensinya, kegiatan kelompok yang banyak orang, itu bisa dikatakan klaster. Apalagi banyak PDP dari peserta Ijtima yang gejala medisnya banyak yang mirip dengan covid,” kata Andi, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga :  Brak!! Ass Roda Patah, Truk Sembako Masuk Jurang di Poros Samarinda-Bontang

Bagaimana tidak, perkembangan tracing Klaster Ijtima Gowa, hingga saat ini berjumlah 587 orang. Dari angka tersebut 143 kategori ODP, 4 PDP, dan 8 orang dinyatakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Padahal menurut data panitia kegiatan Ijtima Asia 2020, peserta asal Kaltim sebanyak 1542 orang.

Andi mengakui bahwa tracing yang dilakukan dinkes kabupaten/kota kurang maksimal dalam melacak keberadaan peserta Ijtima yang pulang ke Kaltim. Banyak kendala yang dihadapi, salah satunya kurangnya informasi terhadap seluruh peserta Ijtima yang berangkat.

“Kami sudah berusaha maksimal,
Tidak mudah melakukan tracing, karena tidak semua informasi diterima oleh tim dari dinkes kab/kota. Harus ada partisipasi dari kepala desa hingga RT untuk membatu menghimpun informasi di wilayahnya masing masing,” jelas Andi.

Baca Juga :  Panen Cabai di Palaran, Pemkot Samarinda Pasang Target Petani Lokal Bisa Suplai ke Daerah Lain

Andi juga menyampaikan bahwa saat ini Samarinda menjadi daerah dengan sebaran peserta dari Klaster Gowa terbanyak, dengan 200 peserta, dengan 40 ODP. Namun sebaran PDP terbanyak berada di Kutim dengan 68 ODP.

Meski begitu Klaster Gowa, bukan menjadi penyumbang kasus positif terbesar di Kaltim. Karena jumlah pasien positif masih bersumber dari Klaster Bogor dan Klaster KPU.

Seluruh PDP dari Klaster Gowa saat ini dirawat di rumah sakit di daerah masing-masing.

“PDP saat ini di rumah sakit karena memang mereka menunjukan gejala menyerupai, jangan sampai kita menjudge positif padahal baru PDP,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Sulit Dilacak, Ada 17 Pasien Konfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim Bermula dari Orang Tanpa Gejala

Ragam

Jelang Hari Pencoblosan, AH: Pilwali Wajib Saling Memuliakan

Ragam

Tak Terapkan Lockdown, Jokowi Malah Pilih Tetapkan PSBB untuk Atasi Penyebaran Covid-19

Ragam

Tanggapi Soal Keluhan Warga yang Ditolak Rumah Sakit, Novan Syahroni: Harus Segera Panggil Pihak RS untuk Klarifikasi

Ragam

Pelaku Pembacokan Ojek Online Diringkus Polisi, Akui Lakukan Aksi Karena Mabuk Tuak

Ragam

Sesuai Aturan, Pembangunan Gedung BPKAD Kaltim Dapat Tambahan Waktu 50 Hari, Denda Masuk PAD

Ragam

Dukung Konektivitas IKN, BPJN Akan Bangun Tol dari Tol Balsam ke Lokasi IKN Akhir Desember

Ragam

Kerap Dianggap Lubang Maut, Lubang Bekas Tambang Bisa Bernilai Ekonomis dan Sumber Air Bersih