Home / Ragam

Senin, 27 April 2020 - 15:57 WIB

Jalani Karantina di Gudang Kosong, 3 Pemudik Menangis Didatangi Hantu

Kaltimminutes.co – Tiga pemudik yang berada di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diketahui menangis tiap malam selama menjalani karantina di gudang tas karena didatangi hantu.

Kepala Desa Sepat, Mulyono, mengatakan ketiga pemudik yang menjalani karantina di ‘rumah hantu’ itu merupakan warga Desa Sepat yang baru datang dari Jakarta, Lampung, dan Kalimantan.

Mereka menyerah menjalani karantina di tempat yang sudah disediakan tersebut karena mengaku didatangi sosok hantu.

“Rumah hantu itu memang disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat bagi para pemudik yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah,” kata Mulyono seperti dikutip kompas.com pada Sabtu (25/4/2020).

Mulyono menjelaskan, ketiga pemudik tersebut dianggap tidak tertib saat menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing.

Baca Juga :  Soal Aset Pemkot Ditempati DPD Golkar, Sekkot Akui Belum Berikan Surat Kuasa Eksekusi ke Kejari

Karenanya, ketiganya dijemput tim Satgas Covid-19 Desa Sepat untuk menjalani karantina di rumah hantu.

Baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

“Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di gudang ksosng tersebut,” ucap Mulyono.

Setelah kejadian itu, orang tua para pemudik menemui Mulyono tiga kali. Mereka memohon agar anaknya dapat menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Mulyono tidak begitu saja mengabulkan permohonan mareka. Syaratnya, para orang tua tersebutharus berkomitmen untuk mengawasi anak-anaknya karantina mandiri di rumah.

“Orang tuanya setuju untuk membantu dan mengawasi anaknya karantina mandiri di rumah akhirnya kita lepaskan dari rumah hantu,” ujar dia.

Baca Juga :  Akses Menuju Tol Balsam Ditutup, Pemkot Samarinda Bisa Berurusan dengan Kementerian PUPR

Mulyono mengatakan, rumah hantu yang disediakan untuk karantina bagi pemudik bandel tersebut memanfaatkan bangunan bekas gudang tas. Gudang tas ini sudah sekitar 10 tahun dibiarkan kosong.

“Niat kita membuat rumah hantu ini adalah untuk karantina bagi pemudik yang bandel menjalani karantina mandiri di rumah,” ujar Mulyono.

Mulyono berharap dengan adanya kejadian pemudik yang didatangi sosok hantu saat menjalani karantina, tidak ada lagi pemudik yang bandel.

Pemudik yang baru pulang mudik dari perantauan diharapkan bisa menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dengan tertib. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul “3 Pemudik Dikarantina di Gudang Kosong, Tiap Malam Menangis Didatangi Hantu

Share :

Berita Terkait

Ragam

Wali Kota Andi Harun Bertemu Pejabat PDAM Samarinda, Paparkan Program hingga Evaluasi

Ragam

Motor dan Mobil Terlibat Kecelakaan, Pria 50 Tahun Tewas

Ragam

Waduh!! Pansus LKPJ Temukan Gedung Baru Bekas SMA Mantan Gubernur Kaltim, Awang Faroek di Tenggarong Mangkrak

Ragam

Baru Sehari Diresmikan, Selasa Siang Petugas Hanya Duduk-duduk di Posko Gerbang Tol Palaran, Kendaraan Bebas Masuk Samarinda

Ragam

Sabilal Rasyad Kepala KKP Samarinda Meninggal Dunia, Dirawat Sebagai Pasien Covid-19

Ragam

Tarik Ulur 2 MYC Usulan Pemprov, Sabani Tegaskan Tak Berkaitan dengan Pilkada

Ragam

Polresta Samarinda Nyatakan Samarinda Kota Paling Rawan Tindak Kejahatan, Kenapa?

Ragam

Waduh! Barkati Sebut Ada Keluarga Mampu Terima Bantuan Dampak Sosial Covid-19 di Samarinda