Home / Ragam

Senin, 30 Agustus 2021 - 14:59 WIB

Jembatan Mahakam Ditabrak Lagi, Isran Noor Sebut Kalau Terbukti Lalai Akan Disanksi

Kejadian kapal tongkang batu bara menabrak konstruksi Jembatan Mahakam, Senin pagi (30/8/2021)

Kejadian kapal tongkang batu bara menabrak konstruksi Jembatan Mahakam, Senin pagi (30/8/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Diresmikan sejak 1987, Jembatan Mahakam telah ditabrak 17 kali, itu pun angka yang telah terdata di KSOP Samarinda.

Terbaru, Jembatan Mahakam kembali ditabrak, pada Senin pagi tadi (30/8/2021). Pelakunya kapal tongkang batu bara.

Video penabrakan Jembatan Mahakam oleh kapal pengangkut batu bara itupun viral di media sosial.

Arih Franata Filifus Sembiring, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim menyampaikan tertabraknya tiang pancang Jembatan Mahakam diakibatkan oleh kawat seling penarik tongkang putus.

Saat itu, belum memasuki waktu untuk pengolongan jembatan. Untuk itu, Tugboat yang saat itu menarik tongkang lalu memutar kapalnya ke arah kanan.

Saat memutar itulah diduga kawat seling putus hingga mengakibatkan tongkang kehilangan kendali lalu menabrak pilar jembatan.

“Belum waktunya dia melewati jembatan udah dekat kemudian mutar. Saat mutar selingnya putus. Dia melintang sehingga terjadi penyempitan alur sehingga banyak kapal sulit lewat dari hilir,” kata AFF Sembiring, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :  Tinjau Langsung Vaksinasi, Presiden Joko Widodo Janjikan Tambahan Dosis Vaksin untuk Kaltim

Karena belum memasuki waktu pengolongan yang sudah ditetapkan, tidak ada kapal pandu saat terjadinya tabrakan.

“Kan ada waktunya tidak bisa lewat seenaknya, jadi KSOP menyusun jadwal kapan dia harus lewat. Belum sampai kepada pandu. Kalau dari pandu tidak sampai begini,” sambungnya.

Saat ini petugas kapal tagboat telah diperiksa oleh Polairud untuk dimintai keterangan.

“Tugboat sudah digeser, sekarang diperiksa di Polairud,” jelasnya.

Kalau Terbukti Lalai Akan Disanksi

Sementara itu, Isran Noor, Gubernur Kaltim memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kejadian ini.

Kejadian penabrakan jembatan yang terus berulang akan ditindaklanjuti, jika terbukti lalai, pengusahaan tongkang akan disanksi.

“Saya cek dulu, pasti kami tindaklanjuti. Ada sanksi segala macam. Kami evaluasi dulu ada hal disengaja atau tidak, lalai pasti ketahuan kerjasama dengan pihak perhubungan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembongkaran Rumah di Bantaran SKM Dilanjutkan Satpol PP Samarinda, 60 Rumah Ditarget Rata Pekan Ini

Isran berkisah saat dibangun dahulu, Jembatan Mahakam memiliki konstruksi yang memang berpotensi besar tertabrak kapal. Hal itu lantaran antar tiang pancang berjarak sangat dekat.

Isran bahkan mengibatarkan Jembatan Mahakam adalah jembatan dengan konstruksi untuk peruntukan Sungai Karang Mumus, namun dibangun di Sungai Mahakam.

“Tidak apa-apa, memang jembatan dibangun di Karang Munus dibangun di situ (Sungai Mahakam) memang pilarnya berdempetan. Risiko makin besar arus deras kenapa karena penyempitan sungai,” paparnya.

“Dulu awalnya di hulu Sungai Kunjang dengan sistem parabola di atas 48 meter permukaan air, jadi kapal bisa lewat. Saat itu pertimbangan cepat selesai. Tidak menghitung sepanjang bisa dipakai, dipakai saja dulu,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Wih! Tiga Pasien Positif Covid-19 di Malang Sembuh

Ragam

Usai Diresmikan, Wali Kota Samarinda Berharap Posbindu Masjid Agung Pelita Dapat Bersinergi dengan Program Pemerintah 

Ragam

Waduh! Tambang Ilegal di Palaran Diduga Dibeking Oknum Pejabat Publik, Ini Respon DPRD Samarinda

Ragam

Fase Pertama Vaksinasi, Belum Semua Nakes di Kaltim Dapat Jatah Vaksin

Ragam

Pencurian Batu Bara di Area PT MHU, Humas Perusahaan Sebut Kasus Sedang Diselidiki Polisi

Ragam

HUT Provinsi Kaltim Digelar Sederhana, Akibat Pandemi Protokol Kesehatan Dijalankan Ketat

Ragam

Diminta Dipercepat, Pemkot Samarinda Bakal Lakukan Vaksinasi Massal di 14 – 15 Juni Mendatang

Ragam

Ingat Mulai Hari Ini, Kafe, Warkop hingga Hiburan Wisata di Samarinda Diminta Tak Beroperasi Usai Pukul 19.30 Wita