Home / Ragam

Kamis, 14 Mei 2020 - 15:10 WIB

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kaltim Enggan Komentari Dugaan Anggota DPRD Balikpapan Reaktif Rapid Test

Kantor DPRD Balikpapan

Kantor DPRD Balikpapan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rabu (13/5/2020) beredar informasi bahwa diduga ada dua anggota DPRD Balikpapan, yang reaktif Covid-19 usai mengikuti rapid test.

Bahkan dari info yang beredar, kedua wakil rakyat tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan, enggan berkomentar banyak terkait masalah tersebut.

“Kami sudah melakukan rapid test ke seluruh anggota DPRD Balikpapan dan Sekretariat DPRD Balikpapan. Hasilnya sudah kami serahkan ke Ketua DPRD, bagaimana hasilnya, silahkan tanya ke Ketua DPRD,” kata Rizal saat konferensi pers Covid-19 di Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (13/5/2020).

Baca Juga :  Ratusan Warga Bergerombol di Taman Samarendah Tak Indahkan Physical Distancing, Plt Kadinkes Kaltim Beri Respon Ini

Seolah satu suara, pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Andi Muhammad Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dirinya enggan berkomentar terkait masalah tersebut. Andi menyatakan menyerahkan penyampaian informasi terkait dugaan ada anggota DPRD Balikpapan reaktif, kepada rilis yang akan dilakukan Ketua DPRD Balikpapan.

“Ketua DPRD Balikpapan, yang akan menyampaikan ke media,” jawab Andi, singkat, Kamis pagi (14/5/2020).

Andi Ishak kembali menegaskan bahwa rapid test bukan untuk mendiagnosa pasien tertular Covid-19 atau tidak.

Rapid test berfungsi sebagai screening dan pemetaan kasus bila ditemukan, penularan Covid-19 di lingkungan tertentu.

Baca Juga :  Tenaga Medis Lakukan Uji Swab, 5 Layanan RS Sayang Ibu Balikpapan Ditutup Sementara

Masyarakat diminta agar tidak memberikan stigma negatif terhadap pihak yang melakukan rapid test. Terlebih kepada pasien yang telah tertular Covid-19. Pasien yang tertular jangan dikucilkan di masyarakat, namun harus didukung dan dibantu untuk proses penyembuhannya.

“Kita jangan terlalu cemas apabila seseorang itu terinfeksi Covid-19. Dan masyarakat juga jangan kalau megetahui ada yang terkena, langsung dikucilkan. Karena sesungguhnya ini penyakit biasa, seperti penyakit flu namun tingkat penularan cukup tinggi,” tutupnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Anggaran Kampanye Paslon Dibatasi Hanya Rp 14,7 Miliar, Ini Saldo Awal Dana Kampanye Paslon yang Dilaporkan ke KPU Samarinda

Ragam

Pernyataan Isran Kerap Jadi Meme Lelucon, Dirinya Akui Sempat Disarankan Melapor ke Polisi

Ragam

LPADKT-KU Beri Dukungan ke Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Dugaan Penghinaan Adat Dayak di Kalbar

Ragam

Lakukan Penyelidikan, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Penemuan Mayat Wanita di Berau

Ragam

Banyak Tambang Ilegal di Kaltim, Isran Noor Akui Tak Lagi Punya Kewenangan

Ragam

Sekkot Samarinda Jadi Komisaris PT PSP, Sugeng: Perintah Wali Kota

Ragam

Muspandi Anggota DPRD Kaltim Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di ICU Ruang Tulip, Status Pasien Covid-19

Ragam

Timses Zairin-Sarwono Rencanakan Tuntut Masyarakat Soal Minyak Goreng, Pengamat: Salah Sasaran