Home / Ragam

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 14:27 WIB

Kafe Depan Hotel HARRIS Dibongkar, Wali Kota Samarinda: Pemkot Sudah Lakukan Prosedur Sesuai Aturan 

Proses pembongkaran kafe tak berizin di area Hotel Harris Samarinda, Kamis (26/8/2021) kemarin

Proses pembongkaran kafe tak berizin di area Hotel Harris Samarinda, Kamis (26/8/2021) kemarin

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda menerbitkan surat perintah pembongkaran ditujukan kepada pemilik bangunan kafe di depan Hotel HARRIS Samarinda, Rabu (18/8).

Surat bernomor 600/3013/100/07 itu berisi pemerintah memberi batas waktu tujuh hari setelah surat diterima, atau Kamis (26/8) untuk membongkar mandiri bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan milik pemkot.

Nyatanya, saat tim pengawasan dan pengendalian (Wasdal) Tata Ruang Dinas PUPR Samarinda mendatangi lokasi, tidak ada perubahan.

Kasi Wasdal Bidang Tata Ruang, Dinas PUPR Samarinda Juliansyah Agus mengatakan, pihaknya mengambil inisiatif untuk membongkar paksa bangunan tersebut.

Hal itu untuk membuktikan bahwa pemerintah serius terhadap surat yang sudah dilayangkan sebelumnya.

“Kami bongkar semampunya, karena sebagian struktur ada yang terbuat dari baja dan beton. Perlu alat berat untuk membongkar,” ucapnya, kemarin.

Baca Juga :  Peringati 10 Tahun Muse Samarinda, Baksos hingga 100 Best Local Talent Siap Menghentak Kota Tepian

Dia menyebut, saat bertemu pemilik bangunan, mereka beralasan bahwa gedung sudah disewakan ke pihak ketiga yang digunakan sebagai kafe, dan masih ada beberapa barang yang belum dipindahkan.

Untuk itu, pihaknya memberi batas waktu hingga seminggu ke depan untuk memantau apakah pemilik memenuhi janji untuk melanjutkan pembongkaran setelah penyewa memindahkan barang.

“Kalau tidak, kami akan menurunkan alat berat. Bangunan itu seharusnya dibongkar sejak 2011, karena bangunan tidak memiliki IMB dan melanggar garis sempadan bangunan (GSB),” ucapnya.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut, pihaknya yakin dengan keputusan membongkar bangunan itu.

Pemkot sudah melakukan prosedur sesuai aturan yang berlaku, yakni mengirim surat pemberitahuan rencana pelaksanaan pembongkaran, agar pemilik bisa membongkar mandiri.

Baca Juga :  Pengamat Hukum: Penegak Hukum Wajib Selidiki Bancakan Dana Bankeu

“Sampai batas waktu yang diberikan bangunan tidak berubah. Makanya dibongkar. Nanti jika diperlukan alat berat, tentu didatangkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Senin (2/8) lalu, Andi Harun bersama jajarannya melakukan tinjauan lapangan ke kawasan tersebut.

Informasi yang diperoleh, di bawah bangunan terdapat saluran drainase yang menghubungkan permukiman di Gang Mujahidin, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, menuju Sungai Mahakam.

Karena tidak pernah dirawat, tidak diketahui kondisi saluran. Ketika bangunan dibongkar, pemkot bisa dengan mudah menelusuri dan dapat dilanjutkan dengan kegiatan normalisasi, demi mengurangi genangan air yang kerap terjadi di kawasan tersebut. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

PPDB Reguler Dibuka, SMK Negeri 1 Samarinda Buka Posko Pengaduan Calon Pendaftar

Ragam

Lahan Belum Dibayar Lunas Selama 14 Tahun, Waga Blokir Jalur Tol Balsam Km 13

Ragam

Dibangun di Daerah Resapan Air, Dinas PUPR Kaltim Yakinkan RS Korpri Tak Memperparah Dampak Banjir di Sempaja

Ragam

Gereja Katedral Siap Sambut Perayaan Hari Natal, Batas Maksimal Jemaah Hadir Tak Lebih 50 Persen

Ragam

Nekat Gelar Pernikahan di Tengah Pandemi, Resepsi Nikah di Kutai Lama Dibubarkan

Ragam

Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Andi Harun Bersama Jajaran Pemkot Samarinda dan OPD Turun ke Jalan

Ragam

GAWAT!! Wapres dan Sang Istri Dinyatakan Positif Corona

Ragam

Unmul Minim Bantuan dari Perusahaan, Wagub dan Rektor Unmul Siap Seruduk Perusahaan