Home / Ragam

Minggu, 8 Agustus 2021 - 17:40 WIB

Kaltim Kekurangan Stok Dosis Vaksin, Isran Noor Minta Kemenkes RI Lakukan Ini

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kaltim berupaya mengejar progres realisasi vaksinasi kepada masyarakat.

Isran Noor, Gubernur Kaltim mengakui saat ini capaian vaksinasi masih jauh dari target pembentukan herd immunity.

Kaltim sebelumnya memasang target guna memenuhi target kekebalan kelompok memerlukan sekitar 2,5 juta dosis vaksin, guna mencapai 70 persen realisasi vaksinasi dari jumlah penduduk.

“Kaltim vaksinasi dosis pertama 18,9 persen. Dosis kedua baru mencapai 12 persen,” ungkap Isran Noor, Minggu (8/8/2021).

Memenuhi target vaksinasi Kaltim, Isran mengaku pihaknya masih menunggu distribusi dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga :  Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19, 64 Wartawan di Kalimantan Masuk Program Perubahan Perilaku

Ia menerangkan Kaltim dari segi prevalensi berada di nomor dua setelah DKI Jakarta.

Untuk itu Isran meminta Kemenkes RI turut memprioritaskan distribusi vaksin ke Kaltim, sesuai proporsional.

“Sebenarnya pelaksanaan vaksin di daerah tidak masalah sepanjang tersedia,” jelasnya.

Kaltim telah mengirimkan surat secara resmi serta berkomunikasi kepada Menkes RI.

“Melalui Menkes kami terus berupaya masalah vaksin, mohon diprioritaskan dari segi prevalensi Covid-19 di Kaltim nomor dua di Indonesia,” sambungnya.

Banyaknya target realisasi vaksinasi dosis kedua yang tidak tercapai dan melewati batas waktu, Isran mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Baca Juga :  Data Lengkap Update Kasus Covid-19 di Kaltim, Per Jumat (17/4/2020)

Sesuai anjuran pemerintah selang waktu dari suntikan pertama dan kedua berjarak dua pekan, atau satu bulan untuk warga masuk kategori lansia.

“Ada kekurangan vaksin kedua itu memang terjadi di Kaltim melewati batas waktunya. Pemprov Kaltim sekali lagi tidak bisa berbuat apa-apa belum tersedia vaksin dari Jakarta,” tegasnya.

“Kami tunggu saja terkait langkah-langkah vaksin ini jadi urusan pihak Jakarta (pemerintah pusat) terhadap pengadaan vaksin di Republik Indonesia,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Eks Kantor DPD II Golkar Samarinda Direncanakan Akan Ditempati Dinas KearsipanĀ 

Ragam

Waspada Karhutla, Kaltim Bertahap Mulai Masuk Musim Kemarau, Puncak Kemarau di Bulan September

Ragam

Data Lengkap dan Riwayat Perjalanan 11 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim

Ragam

Mendikbud Desak PTM Dilaksanakan Juli 2021, Kadisdik Kaltim Sebut Seharusnya Nanya Dulu Sebelum Ambil Kebijakan

Ragam

Vaksinasi Massal, Wali Kota Samarinda Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19

Ragam

Kembali Berulah!! Mr N Pasien Covid-19 Kembali Mengamuk di RS IA Moeis, Pukul Petugas Medis Hingga Pecahkan Kaca

Ragam

45 Pelamar Seleksi 7 JPT Pratama Lakukan Tes Kesehatan, Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lakukan Tahapan Seleksi Secara Virtual

Ragam

Sulit Dilacak, Ada 17 Pasien Konfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim Bermula dari Orang Tanpa Gejala