Home / Ragam

Rabu, 18 Maret 2020 - 23:48 WIB

Kaltim Waspada Corona, Hadi Mulyadi Imbau Batalkan Peringatan Isra Miraj Hingga Akhir Maret

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kaltim menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas ditemukannya satu kasus pasien positif virus corona (Covid-2019) di Samarinda.

Keputusan KLB ini sesuai undang-undang dan Permenkes apabila ada satu warga yang dinyatakan positif maka daerah tersebut dinyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB)

Menghadapi situasi ini, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengimbau, agar seluruh pemuka agama di Kaltim untuk menunda bahkan membatalkan kegiatan keagamaan termasuk peringatan Isra Miraj, yang akan diperingati pada Minggu (22/3/2020) mendatang.

“Kita mengetahui saat ini masuk Rajab, biasanya akan digelar peringatan Isra Miraj. Juga, ada hari besar dan ibadah keagamaan lainnya. Atas nama pemerintah saya mengimbau agar menundanya atau membatalkan sementara waktu,” imbau Hadi Mulyadi ketika jumpa pers terkait Covid-19 di Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (18/3/2020) malam.

Baca Juga :  Dampak Pandemi Covid-19, Aktivitas Pemanduan Kapal Batu Bara Merosot 50 Persen

Hadi mengampaika bahwa penundaan ataupun pembatalan tersebut diyakini tidak akan mengurangi amal ibadah yang sudah diniatkan. Artinya, niat tersebut diyakini sudah dicatat Allah SWT. Imbauan ini diberlakukan sejak saat ini hingga pengumuman dari pemerintah, bahwa kondisi sudah aman.

“Karena itu, kami minta kepada Bupati dan Walikota mengimbau warganya sementara waktu tidak menggelar kegiatan keagamaan yang bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak hingga kondisi betul-betul aman,” jelasnya, seperti dikutip dari laman kaltimprov.go.id.

Baca Juga :  Bisa Ditarik Tunai, Berikut Jadwal Pencairan Dana KJP Plus

Selain perayaan Isra Miraj, Wagub Kaltim ini juga mengimbau agar umat keagamaan lainnya seperti umat Kristen maupun Katholik, Hindu, Buddha dan Konghucu dapat meliburkan kegiatan keagamaan mereka. Diharapkan kondisi tersebut tidak dipertentangkan.

Sementara, untuk penyelenggaraan salat Jumat. Karena kondisi Kaltim adalah KLB, maka pemerintah menyerahkan sepenuhnya kebijakan tersebut kepada pengurus masjid, apakah perlu dilaksanakan atau tidak.

“Karena, kami tidak ingin ini menjadi isu SARA. Jadi, kami serahkan kepada pengurus masjid yang memutuskan,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Klaster Ijtima Gowa Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Kaltim, Total 152 Kasus, 48 Pasien Menunggu Kepastian

Ragam

Kasus Long Covid Ditemukan di Balikpapan, Pasien Keluhkan Sesak Nafas

Ragam

Fase Pertama Vaksinasi, Belum Semua Nakes di Kaltim Dapat Jatah Vaksin

Ragam

Ini Penjelasan Medis Soal Bayi Usia 3 Minggu di Samarinda Menangis Keluarkan Darah

Ragam

Tunggu SK Mendagri, Pemprov Kaltim Jadwalkan Pelantikan Kepala Daerah di 17 Februari 2021

Ragam

Duh!! di Balikpapan Satgas Temukan Resepsi Pernikahan dengan Salah Satu Mempelai Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ragam

Laporan Keuangan Dianggap Transparan dan Akuntable, Pemprov Kaltim dan 10 Kab/Kota Raih Opini WTP

Ragam

Gegara Pandemi Corona, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Tiadakan Open House