Home / Ragam

Kamis, 16 Desember 2021 - 20:12 WIB

Kapal Tambangan yang Jadi Transportasi Utama Melintasi Sungai Mahakam Era Tahun 80an, Kini Hanya Berjumlah 37 Kapal Beroperasi

Motoris Kapal Tambangan, tengah mengarahkan kapalnya

Motoris Kapal Tambangan, tengah mengarahkan kapalnya

Kaltimminutes.co, Samarinda – Era tahun 1980an, Kapal Tambangan jadi moda transportasi utama melintasi Sungai Mahakam.

Rutenya dari Dermaga Pasar Pagi, menuju beberapa dermaga kecil di Samarinda Seberang. Salah satunya Batang Aji atau Batang Pasar Sore.

Sejak tahun 1987, Jembatan Mahakam diresmikan Presiden Soeharto, keberadaan Kapal Tambangan sebagai transportasi mulai terasingkan.

Pada tahun 70an dan 80an, total tambangan yang melintasi Sungai Mahakam berjumlah hingga 300 kapal. Namun terus berkurang hingga saat ini.

Muhammad Yusuf, Motoris Kapal Tambangan bercerita, tahun 2020 jumlah Kapal Tambangan berada di angka 60an kapal.

Baca Juga :  Belum Ditemukan di Kaltim, Dinkes Pantau Kasus Hepatitis Akut Misterius Secara Intensif

Namun saat ini, jumlah tambangan yang beroperasi di Sungai Mahakam, hanya berjumlah 37 kapal.

“Dulu banyak 300an tambangan. Sekarang paling cuma 37 kapal yang masih hilir mudik,” kata Yusuf, Motoris Kapal Tambangan, ditemui Kamis (16/12/2021).

Yusuf telah menjadi motoris sejak tahun 80an, ia menjadi saksi bagaimana perjalanan tambangan dari masa ke masa.

Saat ini biaya menyeberang Sungai Mahakam, dari Samarinda Seberang ke Dermaga Samarinda Ilir, dengan ongkos Rp5 ribu.

Baca Juga :  Pecinta Game Mobile Siap-siap!!, Xiaomi Akan Luncurkan Tiga Ponsel Snapdragon 865

Namun itu kalau muatan kapal banyak penumpang. Untuk jalan langsung, tanpa menunggu penumpang lain, dapat berangkat dengan ongkos Rp20 ribu.

“Rp20 ribu kalau langsung berangkat, gak nunggu penumpang lain,” ungkapnya.

Yusuf berharap dapat perhatian pemerintah, pasalnya jumlah Kapal Tambangan terus berkurang setiap tahunnya.

Padahal moda transportasi air ini banyak menyimpan nilai historis bagi Kota Tepian.

Kapal Tambangan berpotensi menjadi wisata air di Samarinda.

“Kami berharap dapat perhatian dari pemerintah, supaya tambangan ini tidak musnah,” harapnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Imbas Syarat Wajib Tes PCR, Jumlah Kunjungan Wisata ke Bali Kian Menurun

Ragam

Pemprov Soroti Penyaluran CSR dari Perusahaan PKP2B, Dinas ESDM Sebut Pergub 3/2013 Akan Direvisi

Ragam

Gelar Vaksinasi Presisi, Polda Kaltim Sasar Ratusan Siswa SDN 004 dan SD 0015 Balikpapan Selatan

Ragam

Banjir Kembali Terjang Labuhanbatu Utara, Ribuan Rumah Terendam

Ragam

Pemprov Kaltim Minta Pengusaha Tambang Berkontribusi Lebih untuk Pengendalian Banjir Samarinda

Ragam

Musala Dinsos Samarinda Dibangun Swadaya, Andi Harun Ikut Menyumbang

Ragam

Cari Pengganti Muhammad Sabani, Tahapan Seleksi Sekprov Kaltim Akan Dimulai Oktober 2021 Ini

Ragam

Wali Kota Andi Harun Resmi Luncurkan Program KOTAKU, Berharap Mampu Benahi Pemukiman Kumuh