Home / Ragam

Selasa, 15 Desember 2020 - 15:34 WIB

Kasus Covid-19 di Kaltim Masih Tinggi, Belajar Tatap Muka Akan Dievaluasi Kembali

Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim/ IST

Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kasus Covid-19 di Kaltim, setiap harinya masih menunjukan penambahan kasus yang tinggi. Meski begitu, kasus kesembuhan pasien juga menunjukkan kenaikan.

Pada Minggu (13/12/2020), terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 227 orang, hingga total kasus konfirmasi di Bumi Mulawarman berjumlah 22.352 kasus.

Kabupaten/kota penyumbang kasus Covid-19 terbesar berasal dari Kutai Timur (46 kasus), Bontang (36 kasus), Balikpapan (55 kasus), dan Samarinda (43 kasus).

Penambahan kasus sembuh juga mengalami kenaikan tinggi, pada Minggu hari ini terdapat 227 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Baca Juga :  Lahan Belum Dibayar Lunas Selama 14 Tahun, Waga Blokir Jalur Tol Balsam Km 13

Total pasien sembuh hingga saat ini berjumlah 19.038 orang. Sementara masih ada 2.676 pasien aktif yang masih menjalani perawatan.

Melihat kasus Covid-19 yang masih tinggi, Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim, meminta berbagai pihak di daerah untuk mengkaji kembali rencana pembelajaran tatap muka di sekolah dan universitas, pada Januari 2021, bulan depan.

Walaupun diakuinya, bahwa arahan Kemendikbud diserahkan kepada masing-masing daerah melihat kondisi terkini, pihak-pihak terkait perlu melakukan analisis.

Bila kondisi mulai membaik, Hadi menyebut belajar tatap muka bisa dilakukan. Namun bila kasus masih tinggi, pihak sekolah diharap tidak memaksakan.

Baca Juga :  Sebelum Meninggal Dunia, Aktor Senior Henky Solaiman Ternyata Mengidap Penyakit Ini

“Bahkan spesifik diserahkan ke sekolah masing-masing untuk dilakukan analisis yang pas. Tapi, kalau tidak bisa, ya jangan memaksakan,” ungkap Hadi.

Pasalnya, Hadi mengingatkan hampir dinseluruh Kaltim, pertambahan kasus Covid-19 masih sangat tinggi, terkecuali Mahakam Ulu.

Untuk itu, warga diminta tetap patuh dan disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, dan tidak berkerumun.

“Hampir merata tinggi, kecuali Mahakam Ulu. Tapi, tetap perlu dikaji secara epidemologi mendalam,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Antisipasi Terpapar Covid-19, Pemudik yang kembali di Balikpapan Ditetapkan Status ODP

Ragam

Dahri Yasin Meninggal dengan Status Probable Covid-19, Ini Penjelasan Dirut RSUD IA Moeis

Ragam

43 Ibu Hamil di Balikpapan Positif Covid-19, Dinkes Balikpapan Siapkan Rapid Test Gratis

Ragam

Tagih Pemanggilan Mantan Kadishub Kaltim, GMPPKT Batal Bertemu Komisi III DPRD Kaltim

Ragam

Fraksi PKB Minta Ketua DPRD Surati Dinas PUPR Kaltim, Sebagai Penolakan Tarif Tol Balsam

Ragam

Dianggap Membahayakan, Relawan Evakuasi Sarang Lebah di Pagar Jembatan Mahakam 4

Ragam

Nah! Dua Peserta Ijtima Gowa Asal Bontang Dirapid Test, Hasilnya Positif

Ragam

Ditarget Pekan Depan, Kaltim Bakal Terima 58 Ribu Dosis Vaksin Covid-19