Home / Ragam

Rabu, 17 November 2021 - 13:35 WIB

Kasus Dugaan Bisnis PCR, PRIMA Tagih KPK Terkait Perkembangan Penanganan Laporan

Petinggi Partai Prima saat melapor ke KPK/RMOL

Petinggi Partai Prima saat melapor ke KPK/RMOL

kaltimminutes.co – Isu dugaan Kasus Bisnis PCR yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir masih terus berlanjut.

Terbaru ini Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal menagih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkembangan penanganan laporan dugaan ambil untung dari bisnis yang dilakukan dua menteri kabinet Indonesia maju tersebut.

“Kami hanya ingin menagih telaah awal seperti yang mereka janjikan kepada publik,” ujar Alif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/11).

Pada kesempatan itu, Alif tidak membawa tambahan bukti lain terkait dugaan ambil untung dalam bisnis PCR dimaksud. Ia hanya meminta lembaga antirasuah segera menuntaskan terkait dugaan-dugaan yang telah menjadi bola liar di publik.

Baca Juga :  Antisipasi Kasus Covid-19 Makin Melonjak, Dinkes Kaltim Siapkan Asrama BPSDM Jadi Lokasi Karantina

“Kemarin kan juga Ketua KPK [Firli Bahuri] sudah menyatakan sikap akan mengusut tuntas soal PCR ini,” ucap Alif.

“Semoga tidak lama kita bisa melihat kejelasan soal dugaan bisnis PCR ini,” sambungnya.

Sebelumnya, Firli menyatakan KPK bakal menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam perkara korupsi termasuk para pemangku kebijakan di pemerintahan. KPK, terang dia, akan terus bekerja.

“Terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi termasuk dugaan korupsi Formula-E dan tes PCR, kami sedang bekerja,” ungkap Firli melalui akun twitternya, Kamis (4/11).

Adapun Luhut sempat menyatakan kalau dirinya siap diaudit dan diperiksa oleh KPK.

“Yang paling gampang kita enggak usah marah-marah, audit aja….siap banget (diaudit),” kata Luhut dalam wawancara denganCNNIndonesia TVyang tayang Jumat (12/11) sore.

“Siap saja kenapa sih enggak? Enggak ada yang saya takutin sepanjang saya tidak melakukan itu,”lanjut dia.

Baca Juga :  Duh!!! 7 Guru di Balikpapan Positif Covid-19, Rencana Belajar Tatap Muka Dievaluasi

Terkait persoalan ini,mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto menyebut sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju terlibat bisnis tes PCR. Menurutnya, para menteri itu terafiliasi dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), penyedia jasa tes Covid-19.

Edy menyebut perusahaan itu didirikan oleh sejumlah perusahaan besar. Ia berujar, Luhut terlibat lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sementara Erick diduga terafiliasi dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.

Artikel ini talah tayang di CNN Indonesia dengan judul¬† “PRIMA Tagih KPK soal Penanganan Dugaan Bisnis PCR” . https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211117114655-12-722335/prima-tagih-kpk-soal-penanganan-dugaan-bisnis-pcr.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Antisipasi Kerumunan di Pasar Jelang Lebaran, Andi Harun Beri Instruksi Khusus ke Beberapa OPD Kampanyekan 3 M

Ragam

Akhir Polemik Kursi Sekprov Kaltim, Isran Lantik Sabani Jadi Pj Sekprov, Direstui Mendagri

Ragam

Kapolresta Samarinda Ingatkan Polisi Tetap Netral di Pilwali, Jika Ketahuan Terancam Sanksi Pidana

Ragam

BPSN Kaltim Beber Dugaan Kecurangan Pilkada Kutai Timur, Terungkap Saat Rapat Pleno Kecamatan

Ragam

Pemprov Kaltim Terkendala Rekrutmen Nakes, Kapasitas RSUD AWS Samarinda Nyaris Penuh

Ragam

Antisipasi Arus Mudik Balik Pasca Hari Raya Idulfitri, Posko Penyekatan Diperpanjang

Ragam

Aset Tanah Bekas AMPI Dijual, Mantan Pengurus Sebut Dapat Izin Senior di Partai

Ragam

Museum Mulawarman Minim Sentuhan Pemerintah, Begini Kata Eky Hartati Rasyid