Home / Ragam

Rabu, 22 September 2021 - 18:13 WIB

Kasus Dugaan Cek Kosong, Kejaksaan Masih Menunggu Penyerahan Berkas Kepolisian

Berkas dugaan cek kosong yang menjadi dasar terlaporkannya Hasanuddin Masud dan Nurfadiah di kepolisian masih terus diselidiki Korps Bhayangkara hingga saat ini

Berkas dugaan cek kosong yang menjadi dasar terlaporkannya Hasanuddin Masud dan Nurfadiah di kepolisian masih terus diselidiki Korps Bhayangkara hingga saat ini

Kaltimminutes.co, Samarinda – Memasuki bulan kedua berkas perkara dugaan cek kosong Rp2,7 miliar antara Irma Suryani dengan Hasanuddin Masud dan Nurfadiah masih terus diselidiki Korps Bhayangkara.

Meski tahapan terus berjalan, namun hingga saat ini Korps Adhyaksa yang juga sebagai pihak berwenang terkait belum menerima tembusan perkara yang telah berstatus SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) tersebut  pada awal Agustus kemarin.

“Itu (kasus dugaan cek kosong) kami belum bisa berstatmen. Intinya itu masih SPDP. Kami masih menunggu tahap satu-nya, yakni penyerahan berkas dari sana (Satreskrim Polresta Samarinda),” ucap Kasi Intelejen Kejari Samarinda, Mohammad Mahdi, saat dikonfirmasi Rabu (22/9/2021).

Sebab masih dalam kewenangan Korps Bhayangkara, Mahdi memilih untuk tidak terlalu banyak berkomentar dan memilih untuk menunggu.

“Ya sekarang kami masih menunggu,” tegasnya.

Jika nantinya tahap satu pelimpahan berkas telah terlaksana, maka selanjutnya pihak kejaksaan akan melakukan tindaklanjutnya.

Baca Juga :  Polisi Resmi Periksa Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Kuasa Hukum Terlapor Sebut Kliennya Tak Pernah Kasih Cek Langsung

“Kalau sudah dilimpahkan nanti akan kami teliti lagi. Apakah sudah terpenuhi unsur materil dan formilnya. Yang jelas sampai saat ini kewenangannya masih di penyidik (Satreskrim Polresta Samarinda),” kuncinya.

Sementara itu, dikonfirmasi sebelumnya Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena menuturkan jika berkas pelaporan Irma Suryani terhadap Ketua Komisi III DPRD Kaltim beserta istrinya ini masih dalam penyelidikan yang belum bisa diungkap hasilnya.

“Nanti ya, itu enggak bisa saya buka dulu. Ini masalah penyidikan, jadi enggak bisa, mohon maaf ya,” singkat polisi berpangkat melati satu ini.

Diwartakan sebelumnya, pelaporan Irma Suryani pertama kali dilayangkan pada April 2020 silam yang telah ditingkatkannya laporan Irma ke tahap penyidikan, dengan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada 2 Agustus 2021 kemarin yang bernomor B/104/VII/2021.

Yang mana dalam surat tersebut tertuang jika terduga Hasanuddin Masud dan Nurfadiah telah melanggar dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana Pasal 378 KUHP.

Baca Juga :  Penolakan Vaksin AstraZeneca Ramai di Samarinda, MUI Kaltim Tegaskan Bisa Digunakan dalam Kondisi Darurat

Dalam perkembangannya, pada Selasa 24  Agustus kemarin, tim penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda telah mengambil keterangan dua terlapor.

Untuk diketahui, polemik Irma Suryani dengan kubu Hasanuddin Masud dan Nurfadiah bermula dari bisnis kerja sama solar laut, pasangan suami istri ini menerima sokongan dana senilai Rp2,7 miliar.

Dari modal tersebut, dijanjikan beberapa waktu ke depan Irma nantinya akan dibagi keuntungan 40 persen.

Namun sejak 2016 permasalahan ini berangkat, uang yang dijanjikan pun tak kunjung terlihat.

Bahkan sebagai jaminan dikabarkan jika pihak Nurfadiah memberikan secarik cek sebagai bentuk tanggung jawab. Waktu berganti, ketika Irma hendak melakukan kliring pasalnya cek tersebut kosong.

Geram, akhirnya Irma yang merasa dikhianati menyambangi kantor kepolisian Kota Tepian dan melaporkan Hasanuddin Masud beserta Nurfadiah terkait cek kosong tersebut. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Digugat DPD Golkar Kaltim, Pemkot Samarinda Siap Melawan

Ragam

Polisi Jaring 22 Pelajar Diduga Hendak Ikut Aksi Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja

Ragam

Polres Bontang Perketat Patroli Jam Malam di 4 Kelurahan Zona Merah Covid-19

Ragam

Kaltim Dapat Jatah 2,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Akhir Tahun Diterima

Ragam

PPKM Darurat Telah Diterapkan di Balikpapan, DPRD Minta Pemkot Sediakan Bansos

Hukrim

Disanksi Pasal Berlapis, Pelaku yang Menghabisi Juwanah Terancam Penjara Seumur Hidup

Ragam

Diduga Akibat Kecelakaan Kerja, Buruh di Samarinda Tewas Saat Bongkar Bangunan Puskesmas

Ragam

Kembali Berulah!! Mr N Pasien Covid-19 Kembali Mengamuk di RS IA Moeis, Pukul Petugas Medis Hingga Pecahkan Kaca