Home / Ragam

Kamis, 18 Maret 2021 - 18:14 WIB

Kasus Long Covid Ditemukan di Balikpapan, Pasien Keluhkan Sesak Nafas

Kepala Dinas Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty

Kepala Dinas Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty

Kaltimminutes.co, Balikpapan – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh dan telah selesai menjalankan isolasi masih ada kemungkinan untuk terpapar lagi.

Seperti halnya di Kota Balikpapan sudah ada beberapa laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, bahwa ada penyintas Covid-19 yang terpapar lagi atau disebut dengan Long Covid.

Seperti yang dikatakan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Balikpapan Andi Sri Juliarty, pasien long covid ini biasanya terjadi karena keinginan kembali bekerja atau beraktivitas secepatnya setelah sembuh.

“Mereka ini banyak yang mau buru-buru cepat bekerja kembali. Keluhan long Covid memang ada banyak yang kita menemukan,” kata Dio sapaanya.

Baca Juga :  Tahapan Seleksi 7 Jabatan di Pemprov Kaltim, Pekan Ini Presentasi Masalah dan Wawancara di BKD

Namun dari laporan yang diterima hingga saat ini tidak ada pasien long covid di Kota Balikpapan yang meninggal dunia namun keluhan sesak nafas menjadi yang paling dirasakan pasien.

“Tidak ada yang sampai meninggal. Yang paling banyak itu keluhannya rata-rata mereka merasakan sesak,” ujarnya.

Padahal diketahui, sejak awal Covid-19 Pemkot Balikpapan mempunyai kebijakan bahwa setiap pasien yang selesai dirawat atau isolasi selalu berikan surat keterangan untuk istirahat satu minggu dulu, tapi kebanyakan langsung beraktivitas lagi.

“Cuma kadang butuh pengertian perusahan tempat kerja bahwa yang sudah keluar RS bisa aktivitas lagi, padahal harus istirahat dulu untuk memperbaiki fungsi organ, untuk adaptasi sosial dari stigma masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Gelombang Penularan Virus Sudah Berakhir, Rilis Dinkes Samarinda Puncak Covid-19 Terjadi di September-Oktober 2020

Diketahui ada 3 orang pasien yang menderita long covid di Kota Balikpapan, satu masyarakat umum dan dua tenaga medis yang karena pekerjaannya memungkinkan terpapar lagi, dan belum sempat divaksin pada saat itu.

” Ya jadi ada 3 orang,” ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan walaupun sudah divaksin 2 kali, untuk mencegah, agar tidak terpapar Covid-19.

“Jangan merasa kalau sudah pernah terpapar ada anti body, karena keadaan anti body itu kita tidak tahu,” katanya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jagat Maya Samarinda Heboh, Mahasiswi Cantik Dikabarkan Hilang, eh… Sekalinya

Ragam

Alhamdulliah!! Satu Pasien Covid-19 Asal PPU Dinyatakan Sembuh

Ragam

Pemprov Minta Perusahaan dan Kab/Kota Siapkan Mobil PCR Bantu Percepat Proses Tracing Covid-19

Ragam

Pihak Rumah Sakit Beri Penjelasan Terkait Keributan Keluarga Pasien dan Petugas Keamanan di RSUD AWS

Ragam

Klaster KPU Tidak Ada, Dinkes Samarinda Fokus Penanganan Transmisi Lokal Covid-19,

Ragam

Makin Buram Mega Proyek Trans Studio Mini Samarinda

Ragam

Jadi Wadah Koordinasi, Wagub Kaltim dan Wali Kota Samarinda Resmikan Sekretariat KKSS Kaltim

Ragam

1 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Sepinggan Hentikan Layanan Sementara