Home / Ragam

Kamis, 18 Februari 2021 - 21:35 WIB

Kasus Ribut-ribut Dana Pokir Tahun 2019 Nyaris Tenggelam, Ini Respon Sekkot Samarinda

Sugeng Chairuddin, Sekkot Samarinda

Sugeng Chairuddin, Sekkot Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Memasuki hari terakhir masa kepemimpinan Syaharie Jaang di Kota Samarinda, diketahui masih ada masalah yang belum terselesaikan, seperti masalah ribut-ribut dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Samarinda 2014-2019 dengan Sugeng Chairuddin yang saat ini akan menjadi Plh Walikota Samarinda.

Kasus ini sempat viral dengan beredarnya video keributan 7 anggota DPRD Samarinda dengan pihak Pemkot Samarinda.

Ketujuh anggota DPRD Samarinda dalam keributan tersebut ialah Adigustiawarman dari Partai Gerindra. Lalu ada Norman (PAN), Datu Khariril Usman (PDIP), Saipul (Gerindra), Suryani (PDIP), Hendra (Golkar) dan Isnawati (Hanura).

Kasus hilangnya dana pokir atau aspirasi masyarakat ini sempat mengarah pada pelaporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun hingga kini belum ada kejelasan.

Baca Juga :  Dor ! Terdengar Suara tembakan, Salah Satu Pengunjung THM di Samarinda Nyaris Kena Peluru

Mengkonfirmasi kelanjutan kasus ini, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin yang namanya kerap disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggungjawab mengaku tidak ada laporan terkait masalah tersebut.

“Kalau saya gak ada laporan ya lewat-lewat aja,” ujarnya, Selasa (16/2/2021) kemarin.

Sugeng yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pembangunan Daerah (TAPD) justru melempar balik pertanyaan dengan mengarah kepada pihak yang ditenggarai sempat ingin melaporkan dirinya ke KPK.

“Yang melaporkan siapa ? tanyakan sama mereka yang melaporkan,” ucap Sugeng.

Dari versi yang beredar di kanal berita online, dijelaskan secara detail, pokir dimaksud merupakan aspirasi masyarakat. Ditampung anggota DPRD dari masing-masing dapil. Selanjutnya disampaikan dalam Musrenbang. Usulan aspirasi tersebut kemudian masuk pembahasan Badan Anggaran (Banggar) Anggota DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Samarinda.

Baca Juga :  Selang Sehari, Dua PDP Covid-19 Meninggal di Balikpapan

Dari pembahasan tersebut, disepakati aspirasi masing-masing anggota dewan diberikan kegiatan pokir sebesar Rp 1 miliar. Namun bagi unsur pimpinan di atas Rp 1 miliar. Dari dana tersebut, masing-masing anggota dewan diberikan kebebasan menyalurkan ragam kegiatan yang hendak dilaksanakan.

Umumnya, anggota dewan mengusulkan lima paket kegiatan dari nilai Rp 1 miliar. Namun, ada pula yang mengusulkan di bawah 5 paket. Setelah itu, paket program tersebut, di-input sistem Bappeda.

Awalnya, seluruh paket yang diusulkan terdata atau ter-input sistem Bappeda. Namun seminggu kemudian, menurut pengakuan sejumlah anggota DPRD, program usulan-usulan tersebut mendadak hilang dari sistem. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bocah 8 Tahun Meninggal di Bontang Miliki Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19, Sang Ayah Diduga Miliki Riwayat ke Jakarta

Ragam

Gencarkan PPKM Skala Mikro di Kukar, Bupati Resmikan Posko RT Sigap

Ragam

Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Bertambah 6 Kasus, Sembuh Tambah 5 Kasus

Ragam

Komisi I DPRD Kaltim Akan Panggil Pengelola THM, Terkait Kasus Dugaan Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam

Ragam

Beredar Foto Muda Mirip Isyana Sarasvati, Netizen Kagumi Kecantikan Titiek Puspa

Ragam

Dinkes Kaltim Segera Lakukan Rapid Test, Tunggu Distiribusi Kit Dari Pusat

Ragam

Tiap Paslon Berjanji Siap Menang Siap Kalah, Kapolres Minta Janji Dipegang

Ragam

Tak Perlu Hasil Tes Swab Masuk Samarinda, Cukup Hasil Negatif Rapid Test