Home / Ragam

Selasa, 16 Maret 2021 - 14:18 WIB

Kebun Warga Diduga Rusak Akibat Dekat Area Tambang, Ini Respon Wakil Rakyat

Muhammad Udin, Anggota Komisi I DPRD Kaltim/ IST

Muhammad Udin, Anggota Komisi I DPRD Kaltim/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Polemik kerusakan kebun buah milik Muhammad, warga Kilometer 10 Loa Janan, Kutai Kartanegara dengan PT. Insani Bara Perkasa (IBP) terkait aktivitas pertambangan terus berlanjut.

Komisi I DPRD Kaltim yang mendapati kasus ini mengaku akan kembali meninjau lokasi yang dimaksud.

“Dalam waktu dekat kita akan kembali ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah itu kita akan panggil sejumlah instansi terkait,” ujar Muhammad Udin, anggota Komisi I DPRD Kaltim saat dikonfirmasi tim redaksi.

Politisi Golkar ini mengakui, dalam kunjungan pertama ke lokasi, Udin mendapati lahan kebun buah milik warga rusak akibat adanya aktivitas pertambangan di area sekitar.

Baca Juga :  Kirim Perwakilan, Makmur HAPK Ambil Formulir Pencalonan Ketua Golkar Kaltim

“Waktu kita ke lokasi kebunnya rusak, sudah tidak bisa di tanami buah sejak 2013 lalu. Jarak pertambangan dengan kebun warga dekat sekali, hanya dibatasi jalan hauling,” lanjut Udin.

“Kalau versi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kukar bukan karena pertambangan tanah itu rusak, tapi kami melihat itu dampak dari adanya aktivitas pertambangan disana,” tambahnya.

Pernyataan ini didukung dengan ditariknya surat keberatan PT. IBP yang dilayangkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.

“Kemarin mereka bersurat ke BK, sidak yang kami gelar dianggap tanpa prosedur dan ada kesan intimidasi. Tapi surat itu sudah ditarik, artinya tidak terbukti semua tudingan mereka. Kami akan tetap melanjutkan kasus ini,” tegas Udin.

Baca Juga :  Kondisi Terus Membaik, Pasien Positif Covid-19 Pertama di Kaltim Tunggu Hasil Swab Sebelum Dinyatakan Sembuh

Sebelumnya, 15 Februari lalu Komisi I DPRD Kaltim mempertemukan kedua pihak yang bersengketa.

Dalam pertemuan ini, Komisi I mengaku akan memfasilitasi penyelesaian sengketa kedua belah pihak.

Menurut penuturan Muhammad selaku pemilik lahan, kebun buah miliknya tidak lagi bisa digunakan untuk bercocok tanam sejak 2013 silam akibat adanya dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. IBP.

Kerugian materil ditaksir mencapai Rp. 1,5 M, selain kebun buah yang rusak, juga sering terjadi longsor. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tunggu Distribusi Vaksin Covid-19 dari Pusat, Satgas Balikpapan Siapkan Simulasi

Ragam

Belum Ada Informasi dari Pusat, BKD Kaltim Belum Pastikan Adanya CPNS 2021

Ragam

Satu Pekerja di Berau Positif Covid-19, Tes Swab Jadi Syarat Karyawan Kembali Bekerja di Berau

Ragam

Kelompok Usia Produktif Paling Berisiko Terpapar Covid-19, Ini Alasannya

Ragam

Tangkal Transmisi Lokal di Samarinda, Posko Lapangan Dibuka dan Dijaga 24 Jam

Ragam

Pemkot Balikpapan Tiadakan Perayaan Tahun Baru 2021, THM Bakal Ditutup

Ragam

Hadi Mulyadi dan Istri Dinyatakan Sebuh dari Covid-19, Usai Jalani Isolasi Mandiri

Ragam

1 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Sepinggan Hentikan Layanan Sementara