Home / Ragam

Minggu, 3 Mei 2020 - 20:22 WIB

Kejang-kejang Dikira Gejala Covid-19, Ternyata Enam Anjal Lagi Pesta Lem di Kolong Jembatan


Kaltimminutes.co, Samarinda – Warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir dikejutkan dengan adanya informasi seorang remaja yang melompat kedalam Sungai Karang Mumus (SKM) di sekitar Jembatan Baru, Minggu (3/5/2020).

Informasi beredar lagi, bahwa sebelum masuk ke dalam air, remaja tersebut mengalami kejang-kejang. Kuat dugaan remaja itu mengalami gejala medis Covid-19. Itu awalnya.

Namun ternyata, hal itu dikarenakan lima remaja laki-laki berusia 12 hingga 15 tahun, melakukan pesta lem di bawah Jembatan Baru. Usai pesta lem beberapa di antara mereka berteriak histeris sesaat setelah menyaksikan salah satu dari mereka, remaja perempuan berinisial DW (15), mendadak terjun ke Sungai Karang Mumus (SKM) yang tengah pasang.

Kepanikan pun mendadak membuat DW sadar. Tubuhnya nyaris tenggelam. Dia yang tak bisa berenang lantas berteriak meminta tolong sembari menepukan tangannya ke permukaan air.

Baca Juga :  Misterius Temuan Mayat Terborgol, Polres Kukar Masih Lakukan Autopsi

Tak hanya DW, lima rekannya yang lain kala itu juga mendadak panik. Dua remaja AD, dan SW pun bergegas terjun ke sungai untuk menyelamatkan DW yang tampak mulai kehabisan tenaga.

“Dia (DW) baru dua hari tinggal di sini (kolong jembatan). Katanya dia dari Balikpapan. Datang ke sini sama pacarnya, tapi tidak tahu ke mana pacarnya,” kata AD, yang bertempat tinggal tak jauh dari kolong jembatan.

Sebelumnya lanjut AD, DW sempat mengucap ingin pulang ke Balikpapan. Namun permintaan itu tidak dapat diwujudkan AD berserta rekannya yang lain.

“Gimana mau antar, alamatnya saja dia lupa. Habis itu enggak ada ongkos juga mau antarin,” timpalnya.

Kejadian tersebut rupanya merebak ke media sosial dan informasi beredar kalau DW yang mengalami kejang-kejang usai pesta lem dikaitkan dengan pandemi Covid-19 yang kian masif. Terlebih mengingat DW yang sejatinya berasal dari Balikpapan. Puluhan relawan datang ke lokasi untuk melihat kondisi DW yang hanya terbaring lemas di kolong jembatan.

Baca Juga :  Hadi Mulyadi Berharap Covid-19 Berakhir Juni, New Normal Diprediksi Berlaku Juli Mendatang

Tak ada yang berani mendekat, kecuali relawan yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Dua jam berada di kolong jembatan, tubuh DW selanjutnya dievakuasi keluar dari kolong jembatan dan dinaikkan ke pikap lalu dibawa ke RSUD AW Sjahranie.

“Korban masih dalam keadaan hidup, hanya saja masih tampak lemas. Mungkin dikarena sempat tercebur ke sungai dan pengaruh lem,” pungkas Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Yuliansyah, melalui Kanit Reskrim, Iptu Abdillah Dalimunte. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Ragam

Fasilitas Isolasi Untuk Penanganan Covid-19 Terbatas, Rumah Sakit Diminta Tambah Ruang Karantina

Ragam

Dua Bulan Lebih Covid-19 Mewabah di Kaltim, 500 Miliar Anggaran Penanganan Corona Belum Seluruhnya Terserap, Jadi Catatan DPRD Kaltim

Ragam

Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Simpang 4 Lembuswana

Ragam

Ini Syarat Penukaran Uang Khusus Peringatan Kemerdekaan RI di Kantor Bank Indonesia Samarinda dan Balikpapan

Ragam

Konfirmasi Positif Covid-19 Tambah 8 Kasus, Semua dari Kukar, Klaster Ijtima Gowa dan Penularan Lokal

Ragam

Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Mahakam IV Belum Terbit, Dinas PUPR Kaltim Masih Tunggu Pleno KKJKT

Ragam

Pemkot Samarinda Siapkan Dua Lokasi Pemakaman Covid-19, Ini lokasinya

Ragam

19 Tenaga Kesehatan Positif Corona, Layanan RSUD IA Moeis Ditutup Sementara