Home / Ragam

Rabu, 2 Maret 2022 - 21:48 WIB

Keluhkan Harga Pupuk Meroket, Petani di Kelurahan Makroman Sebut Keuntungan Bisa Berkurang 

Para Petani di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan saat memanen padi / HO

Para Petani di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan saat memanen padi / HO

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kendala serius kini dialami petani yang tergabung dalam kelompok tani Harapan Baru di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan.

Salah satunya yakni naiknya harga pupuk belakangan ini. Pupuk Urea yang biasanya dibeli petani dengan harga Rp 90 ribu per karungnya, saat ini naik menjadi Rp 112.000 per karung.

Untuk memenuhi kebutuhan sawahnya, petani mengaku tidak bisa membatasi atau mengurangi jumlah pembelian pupuk.

Oleh karena itu, mereka terpaksa menerima margin keuntungan dari hasil panen yang berkurang dari biasanya.

“Untuk sekarang kita masih bisa beli, tidak bisa dikurangi karena itu (pupuk) kebutuhan utama, jadi mau tidak mau beli dengan harga segitu,” kata Mat Kosim, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru.

Baca Juga :  KI Kaltim Berikan Penghargaan untuk Badan Publik di Kaltim dan Kabupaten/Kota, Berikut Kategorinya

Pria yang kerap disapa pak Hulup itu tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa keuntungan yang berkurang dari hasil panennya karena padi mereka baru memasuki masa panen pertama tahun ini.

Namun ia memastikan dengan bertambahnya biaya pupuk, maka pasti ada keuntungan dari hasil panen yang berkurang.

“Ya saat ini masih ada subsidi dari pemerintah, harga Rp 112 ribu itu sudah subsidi, kalau tidak subsidi mungkin lebih mahal lagi,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Endang Liansyah memastikan kondisi saat ini petani masih tidak kesulitan mendapatkan pupuk kendati harganya naik.

Baca Juga :  Hadiri Kegiatan Panen Padi di Makroman, Wali Kota Andi Harun Berharap Sektor Pertanian Dapat Menjamin Kesejahteraan Petani

Beberapa upaya dari pemerintah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, misalnya dengan memberikan subsidi pupuk kepada petani.

“Memang kita tidak bisa bantu maksimal, secukupnya saja, seperti kapur dan pupuk MPK kita bantu,” bebernya.

Disinggung mengenai kenaikan harga pupuk, Endang juga belum bisa mengidentifikasi mengapa bisa harga pupuk akhir-akhir ini naik. Karena hal itu terjadi hampir di semua jenis pabrik pupuk di Indonesia.

“Naiknya kan baru dari Desember 2021 kemarin, untuk saat ini masih bisa terkendali kalau kenaikannya tidak berlanjut seterusnya, maka saat ini kita subsisdi,” pungkasnya.

(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

TVRI Siarkan Materi Untuk Program Belajar di Rumah, Ini Jadwal Tayangnya

Ragam

Gantikan Kesempatan Liburan yang Sempat Tertunda, Warga Padati Sejumlah Tempat Wisata Pantai di Balikpapan

Ragam

Puluhan Toko Swalayan di Balikpapan Belum Ada Izin Usaha, Begini Respon Kasatpol PP 

Ragam

17 Perusahaan Pemegang Izin PKP2B Akan Dipanggil Dinas ESDM Kaltim, PT Bayan Siap Sampaikan Data

Ragam

DPRD Samarinda Agendakan Pakai Hak Interpelasi ke Walikota, Jaang : Harus Saling Intropeksi

Ragam

Tangani Covid-19, Pemkot Samarinda Luncurkan Kampung Tangguh dan Libatkan Warga

Ragam

Jadi Wadah Koordinasi, Wagub Kaltim dan Wali Kota Samarinda Resmikan Sekretariat KKSS Kaltim

Ragam

Masih Zona Orange, Balikpapan Segera Simulasikan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah