Home / Ragam

Kamis, 23 Januari 2020 - 05:19 WIB

Kinerja Perusda Dianggap Kurang Maksimal, Komisi II DPRD Kaltim Usulkan Pembentukan Pansus

Akhmed Reza Pahlevi, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Akhmed Reza Pahlevi, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Delapan perusahaan daerah (Perusda) Kaltim menjadi perhatian Komisi II DPRD Kaltim. Pasalnya, delapan perusda tersebut dianggap dalam kondisi tidak sehat, sehingga kurang maksimal berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Akhmed Reza Fachlevi, Anggota Komisi II DPRD Kaltim menerangkan, pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat bersama Pemprov Kaltim dan direksi perusda. Pada RDP tersebut, Komisi II memberi kritik pedas terhadap kinerja perusda yang kurang maksimal.

Usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) berhembus, untuk mengkaji dan menyelesaikan masalah perusahaan milik daerah tersebut.

“Saya pribadi dan beberapa teman-teman fraksi lain seperti Pak Sutomo Jabir, juga akan terus mendorong untuk pansus dapat segera dibentuk,”ujar Reza, dikonfirmasi Kamis (23/1/2020).

Baca Juga :  Kalahkan Arsenal, Liverpool Makin Merapat dengan Manchester City

Soal tindak lanjut usulan pansus, Reza menuturkan, Komisi II masih menunggu hasil evaluasi satuan tugas yang dibentuk oleh  Pemprov Kaltim.

“Kami lagi meminta data kepada Pemprov Kaltim sebelum membentuk pansus, dan saat ini tim Biro Ekonomi Setpeov Kaltim sudah membentuk tim satgas untuk mengevaluasi perusda. Setelah ada hasilnya baru kami akan minta untuk hearing bersama Komisi II,” tuturnya.

Terkait waktu, Anggota Fraksi Gerindra ini belum bisa memastikan kapan data hasil evaluasi tersebut bisa diterima.

Baca Juga :  AGM Tolak Terima Gaji, Pilih Salurkan untuk Lawan Penyebaran Virus Corona

“Kami tidak bisa pastikan, sambil menunggu kami akan menelusuri perusda-perusda yang lain untuk mengetahui paparannya, karena masih ada yang harus diketahui seperti Perusda Silva Kaltim contohnya,” terangnya.

Ke depan, Komisi II DPRD Kaltim akan memanggil delapan perusda dalam agenda RDP, termasuk anak perusahaan Melati Bhakti Satya (MBS) akan turut dipanggil.

“Kami akan panggil delapan perusda yang ada, kemudian untuk Perusda MBS kita akan panggil anak-anak perusahaannya. Saat ini baru PT KKT yang kami panggil, berikutnya anak perusahaan yang lain, kalau pemaparannya berbeda baru kami akan panggil kembali PT MBS,” pungkasnya. (tir//)

 

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bantu Tenaga Medis, Yayasan Life After Mine Berikan Bantuan 1000 Oxymeter untuk Pemkot Balikpapan

Ragam

Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Nyatakan Sikap, Tolak Pemberhentian 75 Pegawai KPK

Ragam

Ini 5 Fitur Keren Whatsapp yang Jarang Diketahui Orang, Patut untuk Dicoba

Ragam

Masuk Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Calon Peserta Pilwali 2020, Seluruh Paslon Dilaporkan Hadir

Ragam

Gelar Vaksinasi Tahap Pertama, Dua SMA di Samarinda Dapat Suplai Dosis Vaksin dari BIN Kaltim

Ragam

Sebelum Indonesia, Ini Sejumlah Negara yang Pernah Pindahkan Ibu Kota Negaranya

Ragam

Bertemu Menteri Singapura, Anies Baswedan Bahas Soal Pengembangan Tata Kota

Ragam

Dalami Kasus Korupsi Bupati AGM, KPK Bakal Periksa Bappilu Partai Demokrat