Home / Ragam

Kamis, 23 Januari 2020 - 05:19 WIB

Kinerja Perusda Dianggap Kurang Maksimal, Komisi II DPRD Kaltim Usulkan Pembentukan Pansus

Kaltimminutes.co, Samarinda – Delapan perusahaan daerah (Perusda) Kaltim menjadi perhatian Komisi II DPRD Kaltim. Pasalnya, delapan perusda tersebut dianggap dalam kondisi tidak sehat, sehingga kurang maksimal berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Akhmed Reza Fachlevi, Anggota Komisi II DPRD Kaltim menerangkan, pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat bersama Pemprov Kaltim dan direksi perusda. Pada RDP tersebut, Komisi II memberi kritik pedas terhadap kinerja perusda yang kurang maksimal.

Usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) berhembus, untuk mengkaji dan menyelesaikan masalah perusahaan milik daerah tersebut.

“Saya pribadi dan beberapa teman-teman fraksi lain seperti Pak Sutomo Jabir, juga akan terus mendorong untuk pansus dapat segera dibentuk,”ujar Reza, dikonfirmasi Kamis (23/1/2020).

Baca Juga :  Pasien Reaktif Covid-19 Tak Jujur Saat Dirawat, 64 Tenaga Medis RSUD AWS Samarinda Terpaksa Diisolasi

Soal tindak lanjut usulan pansus, Reza menuturkan, Komisi II masih menunggu hasil evaluasi satuan tugas yang dibentuk oleh  Pemprov Kaltim.

“Kami lagi meminta data kepada Pemprov Kaltim sebelum membentuk pansus, dan saat ini tim Biro Ekonomi Setpeov Kaltim sudah membentuk tim satgas untuk mengevaluasi perusda. Setelah ada hasilnya baru kami akan minta untuk hearing bersama Komisi II,” tuturnya.

Terkait waktu, Anggota Fraksi Gerindra ini belum bisa memastikan kapan data hasil evaluasi tersebut bisa diterima.

Baca Juga :  Alhamdullilah!! Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah Lagi 3 Orang, dari PPU dan Samarinda, Total Pasien Sembuh 34 Orang

“Kami tidak bisa pastikan, sambil menunggu kami akan menelusuri perusda-perusda yang lain untuk mengetahui paparannya, karena masih ada yang harus diketahui seperti Perusda Silva Kaltim contohnya,” terangnya.

Ke depan, Komisi II DPRD Kaltim akan memanggil delapan perusda dalam agenda RDP, termasuk anak perusahaan Melati Bhakti Satya (MBS) akan turut dipanggil.

“Kami akan panggil delapan perusda yang ada, kemudian untuk Perusda MBS kita akan panggil anak-anak perusahaannya. Saat ini baru PT KKT yang kami panggil, berikutnya anak perusahaan yang lain, kalau pemaparannya berbeda baru kami akan panggil kembali PT MBS,” pungkasnya. (tir//)

 

Share :

Berita Terkait

Ragam

Samarinda Penuhi Syarat WHO Lakukan Adaptasi Kebiasaan Baru, Positive Rate Kota Tepian 1,6 Persen

Ragam

Kebakaran di Lempake Samarinda, Polisi Agendakan Olah TKP

Ragam

3 Sekolah dan 4 Pesantren di Balikpapan Tetap Laksanakan Belajar Tatap Muka, Signal Internet Buruk Jadi Alasan

Ragam

Malaysia Lockdown, Pemerintah Beri Akses Internet Gratis ke Seluruh Warga

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Per Selasa (21/4/2020): Ada Penambahan 5 Kasus Positif di Kaltim, Total 68 Kasus

Ragam

Waduh! Dilaporkan 55 Kasus Baru Pekerja Lepas Pantai PHM Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ragam

Bantah Dugaan Pungli di Dinas PUPR Samarinda, Kabid PJSA: Tidak Benar

Ragam

Ratusan Warga Desak-desakan di Rumah Isran Noor, Tantang Covid-19 dengan Bagi Sembako