Home / Ragam

Senin, 6 Desember 2021 - 12:35 WIB

KKSD Minta Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama, MUI: Fokus Tumpas Perusuh NKRI

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jendral Dudung Abdurachman / wartaekonomi.co.id

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jendral Dudung Abdurachman / wartaekonomi.co.id

Kaltimminutes.co – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis turut memberikan komentarnya terkait pernyataan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jendral Dudung Abdurachman yang berbicara soal agama.

Cholis mengatakan agar Dudung fokus menjaga pertahanan dan menumpas para pihak yang rusuh dan membangkang terhadap NKRI.

Sebelumnya Dudung yang meminta masyarakat jangan terlalu dalam mempelajari agama saat menggelar kuliah subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.

“Baiknya fokus pada tugas pokoknya aja, yaitu pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI,” kata Cholil dalam akun sosial media Twitter resminya @cholilnafis.

Cholil lantas mempertanyakan maksud Dudung agar jangan terlalu dalam mempelajari agama. Ia pun menawarkan program standarisasi dai MUI kepada Dudung jika hendak berganti profesi sebagai penceramah agama.

Baca Juga :  Pangkas Masa Karantina Perjalanan Internasional, Pemerintah Sebut Sudah Pertimbangkan Masukan Pakar

“Saya menawarkan standardisasi da’i MUI kalau mau berganti profesi sebagai penceramah agama,” ujarnya.

Sebelumnya, Dudung menyampaikan sambutan dalam kuliah subuh di sela kunjungan kerja ke Kodam XVII/Cenderawasih beberapa waktu lalu. Dalam videonya, Dudung menyinggung tingkat keimanan seorang muslim.

“Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” ujar Dudung.

Menurut jenderal bintang empat itu, dampak negatif terlalu dalam mempelajari agama adalah terjadi penyimpangan.

Baca Juga :  MUI Tolak Pengunduran Diri Miftachul Akhyar, Ini Alasannya

“Akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan. Kaya Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI, kalau kalian prajurit tidak memahami, tidak mengerti artinya Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI,” katanya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Tatang Subarna telah mengklarifikasi pernyataan Dudung tersebut. Ia mengatakan penyimpangan bisa terjadi ketika mempelajari agama terlalu dalam tanpa guru.

“Maksud KSAD, mempelajari agama terlalu dalam akan terjadi penyimpangan, apabila tanpa guru,” ucap Tatang dalam pernyataannya di akun Twitter resmi TNI AD @TNI_AD. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul  “MUI Sentil KSAD Dudung: Fokus Pertahanan, Tumpas Perusuh NKRI” https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211206082336-20-730265/mui-sentil-ksad-dudung-fokus-pertahanan-tumpas-perusuh-nkri.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Mengidap Leukimia, Pria Perantauan Asal Tana Toraja Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kost

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Nasional Per 11 Mei 2020 Capai 14.265 Kasus, Kaltim Hari Ini Tambah 7 Kasus, Total 225 Pasien Positif Covid-19

Ragam

Kenaikan Harga Dinilai Wajar, Disperindagkop dan UKM Kaltim Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Hingga Lebaran

Ragam

Bertemu Menteri Singapura, Anies Baswedan Bahas Soal Pengembangan Tata Kota

Ragam

Sebelum Jumpa Pers di Polda Kaltim, Para Wartawan Balikpapan Jalani Rapid Test

Ragam

Harga Minyak Goreng Mahal, Pemkot Samarinda Distribusikan 500 Liter Minyak Goreng Murah Setiap Kelurahan

Ragam

Dua Kapal Terbakar di Pelabuhan Lontange Sulsel, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ragam

Telah Melewati Ketentuan Batas Waktu, APBDP 2021 Tidak Bisa Disahkan?