Home / Ragam

Kamis, 19 Maret 2020 - 14:21 WIB

KLB Covid-19, Kaltim Kekurangan Alat Medis dan Desinfektan

Isran Noor, Gubernur Kaltim, saat menyampaikan pers rilis Rabu malam (18/3/2020)

Isran Noor, Gubernur Kaltim, saat menyampaikan pers rilis Rabu malam (18/3/2020)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Gubernur Kaltim menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas penyebaran virus corona (Covid-19) yang makin meluas. Bahkan di Kaltim, telah ada satu pasien yang dinyatakan positif corona.

Satu pasien positif Covid-19 tersebut telah dirawat intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Keputusan KLB ini sesuai undang-undang dan Permenkes apabila ada satu warga yang dinyatakan positif maka daerah tersebut dinyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Meski menyatakan KLB, Isran Noor, Gubernur Kaltim mengimbau warga agar tidak panik. Dengan nada berkelakar, Isran menyebut biarkan gubernur yang panik. Untuk itu, warga diharap dapat mendukung program-program penanganan virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Warga jangan panik, cukup gubernur yang panik. Untung-untung gubernur gak stres,” kata Isran, saat jumpa pers Rabu malam (18/3/2020), di Kantor Gubernur Kaltim.

Baca Juga :  24 Orang Positif dari Kegiatan Ibadah Masjid, Balikpapan Kembali Masuk Zona Merah

Keresahan Gubernur Kaltim ini bukan tanpa alasan. Pasalnya pada saat rapat koordinasi penanganan virus corona di Balikpapan, Senin (16/3/2020) lalu, terungkap bahwa Kaltim saat ini kekurangan cairan desinfektan, guna menangkal keberadaan virus.

“Di rakor kemarin dibahas, bahwa Kaltim desinfektan,” jelas Isran.

Selain cairan desinfektan, empat rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien diduga atau bahkan positif corona, diketahui juga kekurangan alat-alat medis, seperti Alat Pelindung Diri (APD).

“Kekurangan alat-alat medis, juga kekurangan APD, yang pakaian astronot itu,” paparnya.

Guna menindaklanjuti kekurangan APD dan cairan desinfektan, Pemprov Kaltim bersama DPRD Kaltim segera melakukan kesepakatan-kesepakatan guna pengadaan kelengkapan medis tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan revisi APBD Kaltim tahun 2020.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4, Bagaimana dengan Kaltim?

“Semoga bisa cepat melakukan kesepakatan dalam rangka pengadaan bahan-bahan yang tadi kurang. Yakni melajukan revisi anggaran, agar alat-alat medis tersebut bisa dianggarkan,” tegasnya.

“Bahkan ada dana miskin yang tidak terserap maksimal di 2019 mencapai puluhan miliar, segera dimanfaatkan untuk ini,” sambungnya.

Terkait kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit, ataupun pelayanan kesehatan lainnya, diminta memanfaatkan APD yang telah ada. Sambil menunggu pengadaan APD baru.

“Kekurangan APD juga SDM kesehatan akan terus kita upayakan dicukupi,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Mantap!! 8 Klaster Penyebaran Covid-19 di Kaltim Tuntas, 5 Klaster Masih Berproses

Ragam

Pasien ke 10 dan 11 Diduga Terjangkit Corona di Klauster Bogor dan Klauster KPU

Ragam

Warga Gugat Pemkot Klaim Miliki Tanah di Kawasan Eks Lokalisasi Bayur, Sekkot Samarinda Sebut Penggugat Tak Ada Bukti Surat

Ragam

Mantap!! Terminal dan Runway Bandara APT Pranoto Akan Dikembangkan, Kemenhub RI Gelontorkan 350 Miliar

Ragam

Dinkes Samarinda Beri Penjelasan Terkait Kasus Surat Rapid Test Palsu 4 Calon Penumpang di Bandara APT Pranoto

Ragam

Kasus Covid-19 di Samarinda Makin Naik, Dinas Kesehatan Ingatkan Agar Melakukan Pengetatan Prokes di Fasilitas Umum

Ragam

Tak Ingin Meninggalkan Kesuksesan Citra Niaga di Masa Lalu, Andi Harun Akan Reinkarnasi Citra Niaga dalam Waktu Dekat

Ragam

RSUD Abdul Wahab Sjahranie Siapkan Ruang Isolasi, Antisipasi Kondisi Darurat Virus Corona di Kaltim