Home / Ragam

Sabtu, 18 April 2020 - 14:20 WIB

Konsumsi BBM Turun Selama WFH, PT Pertamina Hentikan Operasional Kilang Minyak Selama Mei 2020

Aktivitas di Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan

Aktivitas di Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Selama penerapan Work From Home (WFH) di Kalimantan Timur, membuat konsumsi publik terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan.

Padahal PT Pertamina masih melakukan produksi BBM dengan kapasitas maksimal. Akibatnya, terjadi penumpukan BBM di Pertamina.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) Balikpapan per Mei 2020 untuk sementara menghentikan operasi kilang minyak selama satu bulan.

“Kalau kami produksi lagi, maka akan kesulitan untuk melakukan penimbunan. Akhirnya kami menghentikan produksi,” kata Region Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan Roberth Marchelino Verieza.

Baca Juga :  Pemkot Samarinda Akan Lakukan Penataan Ulang Kawasan Kumuh di Kota Tepian

Roberth juga memastikan tidak ada karyawan yang dirumahkan atau diputuh hubungan kerjanya, dalam rangka stop produksi karena tetap bekerja untuk peningkatan kehandalan Kilang (Servis dan Pemeliharaan Kilang).

Penggunaan BBM premium, pertalite dan pertamax mengalami penurunan sebesar 17%, dan BBM solar, pertadex dan dexlite mengalami penurunan sebesar 3%.

Catatan penurunan konsumsi BBM ini menggunakan indikator berdasarkan perbandingan penggunaan BBM di bulan sebelumnya.

“Seperti bulan Januari dan Februari atau sebelum penerapan kebijakan pencegahan Covid-19,” katanya.

Roberth mengatakan langkah yang diambil selama penghentian produksi kilang minyak Pertamina ini yaitu melakukan perawatan kilang agar kondisinya tetap berkualitas saat akan digunakan kembali.

Baca Juga :  Pantau Hasil Hitung Cepat, Guru Udin Doakan Andi Harun Jadi Wali Kota Samarinda

“Kami akan melakukan perawatan kilang, agar kilang menjadi handal dalam melakukan proses produksi ketika kondisi sudah kembali aman dari ancaman virus Corona,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Pertamina akan melakukan servis dan pemeliharaan kilang dengan cara melakukan perbaikan dan penggantian part yang ada. Sehingga dapat lebih handal ketika kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Maka Kilang dapat fresh start dan produksi dengan optimal karena sudah dilakukan servis,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tunggu Hasil Evaluasi dari Mendagri, Wali Kota Samarinda Tepis Kabar Perpanjangan PPKM Level 4

Ragam

Ini Rincian APD Untuk Rumah Sakit di Kaltim

Ragam

Masih Ada Puluhan Juta Rumah di Indonesia Tidak Layak Huni, Ini Penyebabnya

Ragam

Resmi Beraktivitas Lagi, Syaharie Jaang Tandatangani Surat Edaran Kehidupan Normal Baru

Ragam

Banyak Tambang Ilegal Bermunculan di Kaltim, Ananda Moeis: Yang Mengawasi Harus Bertanggung Jawab

Ragam

Telusuri Kotak Amal Teroris di Samarinda, Kapolresta Akui Belum Ditemukan

Ragam

Vaksinasi Selama Ramadan, Satgas Balikpapan Siapkan Jadwal Malam

Ragam

Sambil Gebrak Meja, Ketua Fraksi Golkar Pilih Sikap untuk Paksa Proses Pergantian Ketua DPRD Kaltim