Home / Ragam

Minggu, 14 November 2021 - 22:26 WIB

Kontroversi Permendikbud No 30 Tahun 2021, Nusron Wahid Beri Usulan Begini

Nusron Wahid / beritasatu.com

Nusron Wahid / beritasatu.com

Kaltimminutes.co – Permendikbud No 30 Tahun 2021 yang dikeluarkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim masih menjadi kontroversi.

Sehubungan dengan hal itu Wakil Rois Syuriyah PWNU DKI Jakarta, Nusron Wahid memberikan usulan agar Nadiem Makarim menambah pasal dalam Permendikbud 30 tersebut.

Menurut Nusron peraturan tersebut rawan menimbulkan tafsir liar yang dengan narasi seolah aturan tersebut untuk legalisasi tindakan zina.

“Hal-hal yang diatur di dalam Permendikbud ini dianggap sudah baik cuma memang harus ditambah minimal dua prinsip dasar, supaya tidak menimbulkan bias tafsir. Pertama, soal larangan hubungan seks di luar nikah. Kedua, larangan seks sesama jenis,” kata Nusron Wahid dalam keterangannya, Minggu (14/11/2021).

Menurut Nusron, penting untuk merevisi Permendikbud tersebut dengan penambahan pasal agar polemik bisa reda. “Karena Permendikbud tersebut telah menimbulkan persepsi dan tafsiran yang liar di kalangan masyarakat, terutama di kalangan ulama dan kelompok agamawan,” ujarnya.

Baca Juga :  Aset Lahan AMPI Dijual ke Perusahaan, Kejati Siap Turun Tangan Selamatkan Aset Pemerintah

Menurut Nusron, sebenarnya polemik Permendikbud ini tidak jauh dan hampir sama dengan polemik RUU Pencegahan Kekerasan Seksual (PKS). Isunya pun hampir sama. Pada satu sisi di kalangan tertentu Permendikbud ini dianggap negara terlalu jauh mengurus hal-hal privat. Dimana negara seharusnya masuk domain publik. Di sisi lain, Pemendikbud ini juga dianggap sebagai sarana legalisasi seks bebas.

“Di dalam Permendikbud tersebut diatur bahwa pemaksaan hubungan seks satu sama lain dilarang meski sah sebagai suami istri karena dianggap bagian dari tindak kekerasan. Tetapi kenapa seks di luar nikah dan seks sesama jenis tidak dilarang. Ini yang jadi pertanyaan,” imbuh mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Lebih lanjut, Nusron berpendapat, kenapa muncul pertanyaan, terutama di kalangan ulama, arena di dalam Islam ada kaidah hukum–yang juga berlaku dalam hukum formal di Indonesia-, ‘al ashlul hukmi al ibaahah’ (asal hukum itu semua diperbolehkan kecuali yang dilarang). Karena seks di luar nikah dan seks sesama jenis tidak secara eksplisit dilarang dalam Permedikbud No 30 Tahun 2021 ini, maka di situlah terjadi biar tafsir, kata Nusron.

Baca Juga :  TAPD Kaltim Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2022, Berikut Rinciannya

“Kalau muncul persepsi dan tafsir itu, maka jauh dari norma agama. Maka wajar kalau kemudian menimbulkan penolakan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Guna menghentikan polemik ini, Nusron menyarankan sebaiknya Permendikbud ini direvisi. Supaya pemerintah tidak dipersepsikan melakukan legalisasi seks bebas dan sek sesama jenis sepanjang dilakukan suka sama suka. (*)

Artikel ini telah tayang di  detiknews dengan judul “Nusron Wahid Usul Nadiem Tambah Pasal Permendikbud No 30 Tahun 2021” https://news.detik.com/berita/d-5811277/nusron-wahid-usul-nadiem-tambah-pasal-permendikbud-no-30-tahun-2021.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Selang Sehari, Dua PDP Covid-19 Meninggal di Balikpapan

Ragam

Gelar Aksi, Warga Minta Paslon Akomodir Pembentukan DOB Samarinda Seberang

Ragam

Sejak Diberlakukan Instruksi Wali Kota, Kasus Covid-19 Samarinda Mulai Melandai

Ragam

Satu Anggota TNI Gugur Diserang KKB,  Andika Benahi Pendekatan Prajurit di Papua

Ragam

Terkait Kewenangan Polri Memeriksa Ponsel Warga Saat Patroli, Dua Mahasiswa UKI Melakukan Gugatan

Ragam

Terkait Kekerasan Pada Perempuan dan Anak, Puan Sebut Penegak Hukum Harus Berpihak Pada Korban 

Ragam

Ini Jawaban Syaharie Jaang, Saat Dinilai Ada yang Diuntungkan di Pergeseran Anggaran Tangani Covid-19

Ragam

Cegah Penularan Corona di Pasar Tradisional, Kadinkes Kaltim Minta Pedagang Pakai Face Shield dan Sarung Tangan