Home / Ragam

Senin, 7 September 2020 - 18:06 WIB

Korban Meninggal ke 38 dan 39 di Lubang Tambang Terjadi di Paser, ESDM Kaltim Beri Penjelasan

Lokasi kejadian dua anak tenggelam di lubang tambang, lokasi kejadian di Paser

Lokasi kejadian dua anak tenggelam di lubang tambang, lokasi kejadian di Paser

Kaltimminutes.co, Samarinda – Anak meninggal di lubang tambang, seakan menjadi tradisi di Kaltim.

6 September 2020, lubang tambang kembali merenggut nyawa. Tidak tanggung-tanggung, dua anak menjadi korban.

Kedua anak tersebut berinisial MRS (15 tahun) dan MAPS (14 tahun). Mereka diduga tenggelam di lubang milik PT Sarana Daya Hutana, pada pukul 15.00 Wita.

Kabar tersebut dibagikan oleh rilis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim.

“6 September 2020, jatuh korban lubang tambang batu bara di Kaltim. Rakyat tewas berguguran kini sudah 39 tewas sejak 2011-2020 mayoritas korban anak-anak,” tulis Jatam, dalam rilisnya.

Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Azwar Busra, Kabid Minerba ESDM Kaltim mengaku pihaknya belum mendapat informasi lengkap kabar tersebut.

Dirinya menyampaikan saat ini inspektur tambang Dinas ESDM Kaltim, tengah diturunkan untuk melakukan investigasi.

Baca Juga :  Fase Pertama Vaksinasi, Belum Semua Nakes di Kaltim Dapat Jatah Vaksin

“Inspektur tambang mau ke sana untuk investigasi,” kata Azwar, dikonfirmasi via telepon Senin sore (7/9/2020).

Info awal yang dirinya terima, lokasi kejadian dua anak tenggelam di Paser, berada di lahan konsesi milik PT Sarana Daya Hutama. Namun, menurutnya perusahaan tersebut sudah menghentikan proses penambangan pada 2012 lalu.

“Itu saya dapat info di PT Sarana Daya Hutama, iru lokasi memang di Paser, di Long Ikis ya. Itu kegiatan penambangan sudah berhenti sejak 2012. 2012 sudah stop penambangan,” jelasnya.

Azwar melanjutkan pada tahun 2016, pihak perusahaan menyerahkan dokumen pasca tambang ke Pemprov Kaltim. Lalu dimulailah proses penutupan lubang tambang.

“Kemudian tahun 2016 sudah diserahkan kepada Pemprov Kaltim. Jadi dia mulai lah kegiatan reklamasi. Akhirnya kegiatan itu sudah ada beberapa lubang ditutup, sisa 1 lubang informasinya,” sambungnya.

Baca Juga :  KUA-PPAS Disahkan Pekan Depan, Nasib 2 MYC Tergantung Restu Mendagri

Satu lubang tambang tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak perusahaan. Karena diketahui dana jaminan reklamasi lubang tambang, masih berada di Dinas ESDM Kaltim, dan belum dicairkan.

“Karena dana jamreknya masih dijaminkan, belum dicairkan. Tanggung jawab masih diperusahaan. Karena belum diserahkan ke pemerintah,” paparnya.

Lahan posisi lubang tambang yang memakan korban tersebut juga diketahui milik warga sekitar. Proses penambangan dilakukan usai adanya kesepakatan perusahaan dan warga.

Azwar juga menegaskan tidak ditutupnya lubang tambang tersebut lantaran dirinya mendapat informasi bahwa lubang tersebut akan dijadikan objek wisata.

“Status lahan itu milik masyarakat. Rencannya lubanh ini mau dijadikan objek wisata,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Guru Udin saat bersama Andi Harun-Rusmadi/ IST

Ragam

Akrab Diselingi Saling Bercanda, Guru Udin Kunjungi Andi Harun-Rusmadi

Ragam

Wajah Baru di Bursa Calon Ketua DPD Golkar Kaltim, Pemuda Ini Nyatakan Siap Maju

Ragam

Rabu Beredar Info Satu Pasien di Kaltim Positif Covid-2019

Ragam

Diserang Berita Hoaks di Youtube, Kuasa Hukum Andi Harun Melapor ke Polresta Samarinda

Ragam

Gunakan APD lengkap, Petugas BPBD Evakuasi Jenazah di Tempat Singgah Masjid di Samarinda

Ragam

Kapolresta Samarinda Ingatkan Polisi Tetap Netral di Pilwali, Jika Ketahuan Terancam Sanksi Pidana

Ragam

Kaltim Mulai Berlakukan PPKM Mikro Diperketat, Ketersediaan Bahan Pokok Dipastikan Aman hingga Dua Bulan ke Depan

Ragam

Terkait Polemik SMA 10 dan Yayasan, DPRD Kaltim Minta Gubernur  Ambil Kebijakan Penyelesaian