Home / Ragam

Rabu, 8 Desember 2021 - 15:36 WIB

Kunjungi Pasar Tradisional, Andi Harun Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Kaltimminutes.co, Samarinda – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Pemerintah Kota Samarinda melakukan monitoring terhadap harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional dan modern.

Wali Kota Samarinda Andi Harun beserta jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Segiri Samarinda pada Rabu (8/12/2021).

Dalam sidak tersebut, Andi Harun meninjau harga-harga mulai dari sembako, kedelai, cabai, bawang, daging, hingga ikan-ikanan. Orang nomor satu di Samarinda itu pun sempat berdialog santai dengan para pedagang yang ditemuinya saat sidak.

Kepada awak media, Andi Harun mengungkapkan, dari hasil sidak pihaknya menjumpai beberapa kenaikan harga kebutuhan bahan pokok. Utamanya cabai yang naik hampir 100 persen. Sementara bahan pokok lainnya masih relatif terkendali.

Baca Juga :  Update Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Tambah 10 Kasus, 1 Pasien Meninggal di Balikpapan

“Kita menjumpai beberapa barang yang mengalami kenaikan. Terutama cabai yang hampir 100 persen, dari Rp 35.000 menjadi 70.000. Kalau kedelai sekitar Rp 2.000 – Rp 3.000 saja. Sementara untuk minyak itu variatif, ada yang Rp 3.000 ada yang Rp 5.000,” urainya.

Kendati demikian, wali kota menegaskan bahwa Pemkot Samarinda tidak memiliki ranah atas kenaikan harga yang terjadi. Pemkot hanya memastikan ketersediaan stok yang ada.

“Kami tadi memastikan stok aman. Karena kadang-kadang harga naik tapi stok langka, itu yang relatif berbahaya. Ini stok aman, tapi harganya mengalami kenaikan, dan untungnya hanya tiga bahan makanan tadi yang mengalami kenaikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Karst Sangkulirang-Mangkalihat Disebut Bakal Jadi Daya Tarik Pariwisata, Pemkab Kutim Sebut Pengembangannya Masih Terkendala Aksesibilitas

Terpisah, salah satu pedagang ikan, Nurmiah mengaku ada kenaikan harga modal ikan yang diambil dari pulau Sulawesi. Seperti kenaikan modal ikan layang sebesar Rp 32 ribu dari normalnya sekitar Rp 25 ribu.

“Ikan saya ambil dari Sulawesi,” bebernya.

Penuturan pedagang ikan lainnya, Iwan mengatakan harga bergantung dari jumlah ikan yang tersedia di pelelangan ikan.

“Harga itu naik turun, tergantung stok, kami pembelian ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kawasan Selili,” ujarnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dukung Pemindahan IKN di Kaltim, Muhammadiyah Kukar Dorong Pemerintah Siapkan SDM Mumpuni Berperan di Pembangunan IKN

Ragam

Kaltim Waspadai Klaster Baru dari Ponpes Magetan, Hasil Rapid Test Beberapa Santri Reaktif

Ragam

Terkait Banjir Sintang,  Jokowi: Ini Akibat Kerusakan Lingkungan di Area Tangkapan Hujan

Ragam

Atasi Kelangkaan Oksigen di Kaltim, Ketua Satgas Minta Para Produsen Tingkatkan Produksi

Ragam

Kebakaran KM-2 Balikpapan Tewaskan 4 korban jiwa, Tim DIV Polda Kaltim Berhasil Identifikasi Tiga Jenazah Korban

Ragam

Belajar Tatap Muka Ditarget Mulai Berlaku di Tahun Ajaran Baru, Vaksinasi Guru Dikejar

Ragam

Sosialisasi Pengangkatan ASN, Novel dkk Diundang Polri

Ragam

Kerap Dianggap Lubang Maut, Lubang Bekas Tambang Bisa Bernilai Ekonomis dan Sumber Air Bersih