Home / Ragam

Minggu, 9 Mei 2021 - 18:16 WIB

Lakukan Perlawanan Saat Ditangkap, Pelaku Pembunuhan di Gunung Lingai Dihadiahi Timah Panas

Ilustrasi Ditangkap/liputan6.com

Ilustrasi Ditangkap/liputan6.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Belum lekang dari ingatan kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Gunung Lingai, Gang Rahman, RR 22, Kecamatan Sungai Pinang pada Senin (12/4/2021) lalu akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

Pelaku pembunuhan yang menewaskan Heru (26) pada saat itu berhasil diamankan petugas gabungan dari Ditreskrimum Jatanras Polda Kaltim, Satrekrim Polresta Samarinda dan Polsek Sungai Pinang ditempat pelariannya, yakni kawasan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pelaku bernama Suriansyah alias Ian (45) ini diringkus petugas dari pelariannya selama 25 hari tepatnya di Desa Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kukar, pada Sabtu (8/5/2021) kemarin.

Baca Juga :  Sebarkan Uang Palsu, Pasutri Diancam Kurungan 10 Tahun

Diungkapkan Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Jufri Rana melalui Kanit Reskrim Iptu Akhmad Wira dalam pelariannya, pelaku kerap berpindah tempat dan selalu menyamarkan identitas aslinya.

“Pelaku ini mencari kerja serabutan, ketika dapat uang dia berpindah-pindah tempat,” kata Wira, Minggu (9/5/2021) sore tadi.

Sebelum diringkus, polisi lebih dulu harus bersusah payah. Sebab Ian terkenal lihai berpindah tempat dalam sekejap.

“Terakhir ini kami lacak selama empat hari dilapangan sampai akhirnya berhasil kami amankan,” imbuhnya.

Saat hendak diamankan, Ian diduga sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya kaki kirinya pun dihadiahi timah panas dari ujung senjata petugas.

Baca Juga :  Isran Noor Berkelakar, Sebut Corona Tidak Mau Masuk Indonesia Karena Birokrasinya Susah

“Sekarang sudah kami amankan di polsek (Polsek Sungai Pinang). Sekarang masih kami periksa lebih lanjut, lebih lengkapnya nanti disampaikan dalam rilis,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, konflik Ian dan Heru bermula dari cekcok mulut keduanya. Diduga kedua rekanan ini terlibat masalah api asmara.

Adu mulut yang tak kunjung meredam membuat tensi keduanya semakin meninggi.

Tanpa diketahui, rupanya Ian tengah menggenggam golok. Hanya sepersekian detik setelah Supiansyah mendekati Heru, golok sepanjang 20 sentimeter menghunus ke sisi kiri rusuk Heru.

Darah yang terus mengalir membuat Heru mengalami kejang dan menjadi sebab kematiannya pada waktu kejadian. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

1 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Sepinggan Hentikan Layanan Sementara

Ragam

Mulai Hari Ini Petugas Medis di Seluruh Puskesmas di Samarinda Akan Dirapid Test, Ini Penyebabnya

Ragam

Update Kasus Covid-19 Kaltim 9 Juni 2020: Pasien Positif Tambah 13 Kasus, Total Kasus Positif Capai 351

Ragam

Usai Libur Lebaran, Sugeng Chairuddin Tegaskan Pegawai Wajib Turun Kecuali Sakit

Ragam

Banggar Akui Tak Bahas Anggaran Pokir di Pembahasan KUA PPAS

Ragam

Penajam Berduka, Mantan Wakil Bupati PPU Meninggal Dunia di Jakarta

Ragam

Ini Curahan Hati Bima Arya Usai Dinyatakan Positif Covid-19
Warga terlihat membuka jalan baru menghindari jalan aspal yang ditutup menggunakan palang kayu

Ragam

Warga Masih Ngeyel Lewat Jalan yang Sudah Tutup Pakai Water Barrier dan Pagar Kawat, Imbauan Dilarang Lewat Karena Corona Tak Diperhatikan