Home / Ragam

Jumat, 12 Februari 2021 - 20:26 WIB

Lockdown Akhir Pekan Berlanjut, Hadi Mulyadi Ungkap Tetap Pikirkan Keinginan Warga

Suasana Kota Samarinda saat pemberlakuan Kaltim Steril jilid pertama akhir pekan lalu, Jumat (12/2/2021)

Suasana Kota Samarinda saat pemberlakuan Kaltim Steril jilid pertama akhir pekan lalu, Jumat (12/2/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kebijakan Kaltim steril dipastikan akan tetap berlanjut pada akhir pekan ini.

Perihal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi usai menghadiri acara Musyawarah Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) di Hotel Grand Victoria, Kamis (11/2/2021) malam.

“Kaltim steril berdasarkan informasi terakhir tetap diperpanjang,” ungkapnya.

Hadi menjamin meski kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat kembali dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu pekan ini, Pemprov Kaltim siap mengakomodir semua keinginan masyarakat.

“Tetapi jangan khawatir, kita tetap mengakomodir semua keinginan masyarakat. Jadi kita ingin tetap sehat, tapi kita tetap bekerja,” ujarnya.

Sementara itu dikonfirmasi sebelumnya, klaim keberhasilan lockdown akhir pekan yang lalu mendapat kritik dari Akademisi Universitas Mulawarman, Hairul Anwar.

Cody sapaan akrabnya, menyebut ada dua skenerio menakutkan bila kebijakan lockdown akhir pekan terus dilanjutkan.

Baca Juga :  Dukung Program Pemerintah untuk Realisasikan PTM, Akabri '90 Gelar Vaksinasi Masal

Pertama menurut Cody, warga akan cuek dan tidak perduli dengan imbauan tidak keluar rumah itu. Berkaca dari awal pandemi, warga takut berkegiatan, tapi sekarang warga sudah mulai cuek

“Bisa jadi orang tidak perduli, orang cuek aja soal imbauan tidak keluar rumah,” ungkap Cody.

Skenario kedua menurut dosen Unmul ini, Pemprov Kaltim seakan membunuh warganya pelan-pelan, jika kebijakan tersbut terus dilakukan.

Skenario kedua ini berkaitan dengan pergerakan ekonomi warga, khususnya di Balikpapan dan Samarinda.

Kedua kota tersebut diketahui salah satu pondasi ekonominya adalah perdagangan dan jasa. Dua sektor tersebut paling terdampak saat pelaksanaan lockdown.

“Kalau pemerintah memperpanjang Kaltim bersemedi di akhir pekan, sama saja membunuh warga pelan-pelan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sejumlah Wilayah RI Dilanda Banjir, Ma'ruf Amin Keluhkan Kerusakan Lingkungan

“Pekerja informal paling terdampak, mereka yang bekerja serabutan apakah mampu menyetok makanan setiap akhir pekan,” sambungnya.

Dampak lockdown yang disampaikan Cody sebelumnya benar dirasakan langsung oleh pekerja yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian seperti Dayat, pedagang mainan gelembung sabun yang biasa berkeliling mencari tempat keramaian.

Berbeda seperti hari biasa, Dayat yang ditemui awak media, Sabtu (6/2/2021) yang lalu, terlihat kurang bersemangat. Sesekali ia hanya memindahkan barang-barang dagangannya sambil menatap sendu.

Jelas saja, sejak pagi mengayuh sepeda, hingga pukul 16.52 wita, belum satupun dagangannya laku.

“Sepi banget hari ini om. Kadada (gak ada) orang keluar rumah. Biasa disini (taman Samarendah) ramai kalau sore. Ini gak ada orang satupun,” tuturnya lirih. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Begini Keadaan Dua Korban Kecelakaan Tunggal Pickup Terbalik di Suryanata, Korban Sempat Terkapar di Jalan

Ragam

BREAKING NEWS – BOOM!! Kasus Positif Covid-19 Tambah 9 Orang, Total 44 Kasus di Kaltim, Data per Kamis (16/4/2020)

Ragam

Tanpa Dukungan APBD Kaltim, Tol Samarinda-Bontang Running Fisik Ditarget Berjalan 2023 

Ragam

Hasil Swab Massal di Bandara APT Pranoto Keluar, 160 Pegawai dan Rekanan Negatif Covid-19

Ragam

46 Santri Magetan Akan Dirapid Test Dinkes Samarinda, Diwaspadai Jadi Klaster Baru Covid-19

Ragam

Satgas Covid-19 Balikpapan Bahas Kebijakan Pemberlakukan Jam Malam di Kota Minyak

Ragam

Peringati Hari Pahlawan, Wali Kota Samarinda Beri Perhatian Pada Para Pejuang Veteran

Ragam

Pemkot Balikpapan Susun Skema Pemberlakuan Kehidupan Normal Baru di Kota Minyak