Home / Ragam

Kamis, 11 Februari 2021 - 18:08 WIB

Lockdown Akhir Pekan Berpotensi Berlanjut, Akademi Minta Pemprov Sampaikan Evaluasi Pelaksanaan Pekan Lalu

Suasana lockdown akhir pekan lalu di Samarinda

Suasana lockdown akhir pekan lalu di Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemprov Kaltim mengklaim penurunan kasus Covid-19, saat lockdown akhir pekan lalu.

Hal tersebut disampaikan Isran Noor, Gubernur Kaltim, usai menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-124 Balikpapan.

“Tiga hari berturut turun, kemarin setelah selesai dilaksanakan Kaltim steril naik lagi 500 lebih, tapi kita ngga tahu, itu datanya,” kata Isran, Rabu (10/2/2021) kemarin.

Lockdown akhir pekan pun berpotensi dilanjutkan akhir pekan ini, dan seterusnya.

Klaim keberhasilan lockdown akhir pekan ini pun disinggung oleh Chairul Anwar, Akademisi Universitas Mulawarman.

Cody sapaan akrabnya, menyebut ada dua skenerio menakutkan bila kebijakan lockdown akhir pekan terus dilanjutkan.

Baca Juga :  Mantap!! Perusahaan Tambang Ini Buat Jalan 100 Km untuk Warga, Akses dari Tabang Menuju Muara Pahu

Pertama menurut Codi, warga akan cuek dan tidak perduli dengan imbauan tidak keluar rumah itu. Berkaca dari awal pandemi, warga takut berkegiatan, tapi sekarang warga sudah mulai cuek

“Bisa jadi orang tidak perduli, orang cuek aja soal imbauan tidak keluar rumah,” ungkap Cody.

Skenario kedua menurut dosen Unmul ini, Pemprov Kaltim seakan membunuh warganya pelan-pelan, jika kebijakan tersbut terus dilakukan.

Skenario kedua ini berkaitan dengan pergerakan ekonomi warga, khususnya di Balikpapan dan Samarinda.

Kedua kota tersebut diketahui salah satu fondasi ekonominya adalah perdagangan dan jasa. Dua sektor tersebut paling terdampak saat pelaksanaan lockdown.

Baca Juga :  Cap Go Meh, Kemeriahan Kala Bersyukur

“Kalau pemerintah memperpanjang Kaltim bersemedi di akhir pekan, sama saja membunuh warga pelan-pelan,” jelasnya.

“Pekerja informal paling terdampak, mereka yang bekerja serabutan apakah mampu menyetok makanan tiap akhir pekan,” sambungnya.

Cody mengingatkan Gubernur Kaltim, sebelum melanjutkan Kaltim bersemedi, terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh terkait instruksi tersebut.

Selain itu, hasil evaluasi tersebut harus disampaikan kepada warga bukti aktual evaluasinya.

“Pemerintah mengklaim Kaltim bersemedi berhasil menekan corona diliat dari mana. Jangan main klaim tanpa data. Menekan Covid-19 belum tentu efektifitasnya, pelaksanaan gak jelas, koordinasi amburadul,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Mantap!!! Seksi 1 dan 5 Tol Balsam Sudah 99,93 Persen, Target Operasional Pertengahan 2021

Ragam

Silaturahmi Online, Ini 20 Ucapan Idulfitri yang Cocok Dibagikan Selama Pandemi Corona

Ragam

Kapolresta Samarinda Ingatkan Polisi Tetap Netral di Pilwali, Jika Ketahuan Terancam Sanksi Pidana

Ragam

Pasien Covid-19 Sembuh Kian Meningkat, Ada Tambahan 10 Kasus, Total 96 Pasien Dinyatakan Sembuh

Ragam

Dinkes Sebut Kasus Covid-19 di Samarinda Melandai, Tapi Tetap Waspada

Ragam

Waduh!! Kukar Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Seluruh Pasien Berkaitan dengan Klaster Ijtima Gowa

Ragam

PAD Kaltim 2020 Anjlok, Komisi II Puji Dinas Perkebunan yang Mampu Hasilkan PAD Lewat Retribusi

Ragam

Aset Lahan AMPI Dijual ke Perusahaan, Kejati Siap Turun Tangan Selamatkan Aset Pemerintah