Home / Ragam

Minggu, 29 Maret 2020 - 19:28 WIB

Lockdown Belum Jadi Prioritas Pemprov Kaltim dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Minggu (29/3/2020) di Balikpapan, Covid-19 di Kaltim telah memakan korban jiwa. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, usai menjalani perawatan isolasi di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Total ada 17 pasien konfirmasi positif Covid-19 di Bumi Etam, satu di antaranya meninggal dunia.

Wacana melakukan lockdown terhadap Kaltim, menguat di media sosial. Hastag #lockdownkaltim menghiasi jagat maya di Kaltim.

Menanggapi hal tersebut, Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan, menjelaskan pihaknya memiliki tugas memberikan kajian analisis teknis kesehatan, apakah situasi di Kaltim sudah bisa mengarah lockdown atau tidak.

Melihat kondisi saat ini, Andi menyatakan Kaltim belum pada situasi harus melakukan lockdown. Sebab, pihaknya dibantu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang berpotensi melakukan penularan Covid-19.

“Kami selalu memberikan pertimbangan teknis kepada pimpinan. Apakah sudah harus melakukan karantina wilayah atau seperti sekarang melakukan physical distancing, hanya saja melakukan pengawasan yang lebih ketat,” kata Andi M. Ishak, saat menggelar rilis media, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga :  Evaluasi Aset Daerah, 348 Bidang Tanah Milik Pemprov Kaltim Ternyata Belum Bersertifikat

Meski ada kasus korban meninggal di Balikpapan, namun hal tersebut bukan jadi patokan untuk melakukan karantina wilayah. Dinkes Kaltim dalam membuat kajian teknis melihat pola sebaran virus di daerah.

Andi menegaskan telah terjadi penularan lokal (transmisi lokal) di Kaltim. Penyebaran lokal terjadi di Balikpapan, yakni pada kasus suami dan istri yang tertular saat mengunjungi 14 orang yang dikarantina (Klaster Bogor). Selain itu, ada pula kasus anak yang tertular dari kedua orang tuanya, yang dinyatakan positif usai melakukan perjalanan ke Jepang.

“Kami terus mempertimbangan, memberikan atensi kepada pimpinan. Dengan adanya kasus ini, apa yang harus dilakukan dan kebijakan apa yang mestinya dikeluarkan di Kaltim,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Terbitkan Pergub Nomor 48, Keluar Rumah Tak Pakai Masker Akan Didenda Rp100 Ribu

Sementara itu, Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim menyampaikan, pihak Pemprov Kaltim tidak menjadikan lockdown sebagai pilihan prioritas saat ini. Meski begitu, pihaknya telah meminta pusat untuk lebih ketat menjaga pintu masuk ke Kaltim, seperti bandara dan pelabuhan.

“Bandara pelabuhan kewenangan pusat, tapi kami minta mereka melakukan pemeriksaan dengan ketat orang-orang yang datang ke Kaltim. Sehingga bisa dideteksi awal gejala-gejala klinis para penumpang,” katany dikonfirmasi via telepon.

Karena kewenangan pusat, Pemprov Kaltim menunggu instruksi dari pusat apakah melakukan lockdown atau tidak.

“Kalau ada instruksi pusat baru. Kami tunggu arahan pusat. Kami tidak usulkan, kalau ada instruksi baru kami lakukan,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dianggap Berperilaku Baik, 565 Warga Binaan Lapas Samarinda Diberi Remisi, Dua Diantaranya Langsung Bebas

Ragam

Petani Laporkan Penyerobotan Lahan untuk Tambang kepada Presiden

Ragam

THM Tutup Saat Jelang dan Selama Ramadan, Satpol PP Samarinda Temukan Tempat Hiburan Masih Beraktivitas

Ragam

Soal Isolasi Mandiri, Wali Kota Balikpapan Sebut Embarkasi Haji Lebih Aman Daripada Hotel

Ragam

Sempat Nyatakan Tak Ingin Dites Covid-19, Akhirnya Ketua DPRD Samarinda Mau Juga Dirapid Test, Bagaimana Hasilnya?

Ragam

Hingga Juni, Kasus DBD Tunjukan Penurunan Kasus di Tahun 2020 Ini, Dinkes Kaltim Ingatkan Budaya 3M Plus

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Nasional Per 11 Mei 2020 Capai 14.265 Kasus, Kaltim Hari Ini Tambah 7 Kasus, Total 225 Pasien Positif Covid-19

Ragam

Ayah Pahlawan, Lindungi Anak dari Pohon Tumbang