Home / Ragam

Rabu, 21 Juli 2021 - 17:36 WIB

Maksimalkan Penanganan Covid-19, Pemkot Samarinda Usulkan Permohonan Bantuan Anggaran ke Pemprov Kaltim

Andi Muhammad Ishak, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim/ Diksi.co

Andi Muhammad Ishak, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim/ Diksi.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Memaksimalkan penanganan Covid-19 di Kota Tepian, Pemkot Samarinda mengusulkan permohonan bantuan anggaran ke Pemprov Kaltim.

Pada surat permohonan yang ditujukan kepada Gubernur Kaltim, Pemkot Samarinda mengusulkan permohonan anggaran sebesar Rp47 miliar.

Sejumlah anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit darurat, APD, obat-obatan, pemulasaraan jenazah, tabung oksigen, hingga percepatan tracing dan testing.

Dikonfirmasi terkait usulan permohonan bantuan tersebut, Andi Muhammad Ishak, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim, mengungkap bantuan ke kabupaten/kota bisa dilakukan.

Namun hal itu sepanjang keuangan provinsi memungkinkan memberi bantuan, ke kabupaten/kota.

Baca Juga :  Update Lahan Bekas AMPI Kaltim, Kejari Samarinda Ungkap Penyelesaian Masih Berjalan

“Bisa dilakukan sepanjang keuangan daerah memungkinkan. Demikian pula pusat membantu ke daerah,” kata Andi, Rabu (21/7/2021).

Sementara tindak lanjut permohonan Pemkot Samarinda itu, Andi Ishak mengaku belum mengetahui alurnya lebih lanjut.

“Coba cek ke pimpinan. Kami tidak tahu disposisi Gubernur ke mana. BPKAD atau Dinkes Kaltim,” jelasnya.

Sementara itu, dr Padilah Mante Runa, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim menyampaikan pihaknya belum mengetahui surat permohonan bantuan Pemkot Samarinda.

“Belum dengar. Kalau kami tidak punya uang. Yang punya uang kan Pemprov Kaltim,” ungkapnya.

Baca Juga :  Duh... Ada THM Diduga Buka Kucing-kucingan Saat PPKM di Balikpapan, Kapolresta: Akan Kami Tindak

Dirinya menegaskan untuk perihal bantuan obat-obatan selalu didistribusikan ke kabupaten/kota.

Hal itu lantaran protokol pengobatan Covid-19 semua didrop dari Kementerian Kesehatan.

“Selama ini obat-obatan itu lancar kami berikan. Tapi itu kan obat-obatan dari Kemenkes RI. Itu gratis semua. Alhamdullilah tidak pernah kosong obat-obatan,” jelasnya.

Hanya saja, terkait APD dan masker untuk tenaga kesehatan, anggaran diharapkan berasal dari APBD masing-masing daerah.

“Kalau masker dan APD masa sih kab/kota tidak bisa membelikan. Itu murah. Kasihan pemprov. Mereka ada anggaran masing-masing,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kabar Baik!! Per Selasa (12/5/2020) Tiga Pasien Lagi Dinyatakan Sembuh dari Corona, Berikut Data Lengkap dan Sebarannya

Ragam

Kesultanan Kukar Beri Bantuan ke AWS Guna Penanganan Covid-2019

Ragam

Bertambah 11, Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Capai 434 Kasus
Gedung Universitas Mulawarman Samarinda

Ragam

Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Rektor Unmul Lakukan Isolasi Mandiri

Ragam

Dianggap Membahayakan, Relawan Evakuasi Sarang Lebah di Pagar Jembatan Mahakam 4

Ragam

Sampaikan Belasungkawa, Dekan Fisipol Unmul Kunjungi Kediaman Mahasiswa Meninggal Bunuh Diri

Ragam

Corona Berbahaya, Tapi DBD Lebih Mematikan, Hingga April 2020 Ada 10 Kematian Akibat DBD

Ragam

Cegah Peyalahgunaan Narkoba, BNN Samarinda Edukasi Anak Dini di Tanah Merah