Home / Ragam

Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:47 WIB

Masih Ada Puluhan Juta Rumah di Indonesia Tidak Layak Huni, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Rumah Tak layak Huni/kompas.com

Ilustrasi Rumah Tak layak Huni/kompas.com

Kaltimmminutes.co – Berita Nasional yang dikutip Kaltimmminutes.co tentang masyarakat Indonesia masih banyak yang tinggal di rumah tak layak huni.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih ada 29,45 juta rumah masyarakat Indonesia  yang tinggal di rumah tak layak huni.

Apa penyebabnya?

1. Pengeluaran untuk Perawatan Rumah Rendah

Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR K.M. Arsyad mengatakan partisipasi masyarakat dalam menyiapkan rumah layak huni secara swadaya masih rendah.

Berdasarkan data BPS porsi pengeluaran untuk pemeliharaan rumah hanya 0,82%. Itu berdasarkan data Maret 2021.

“Saya yakin mungkin masih banyak kebutuhan lain yang diperlukan oleh rumah tangga sehingga pengeluaran untuk pemeliharaan rumah itu hanya 0,82%, jumlah yang tentunya sangat sedikit,” katanya dalam webinar, Jumat (20/8/2021).

2. Harga Rumah Mahal

Kementerian PUPR mengungkap bahwa masalah pada pemenuhan rumah di Indonesia masih sama dari tahun ke tahun.

Bahkan sejak era Bapak Perumahan Mohammad Hatta hingga sekarang masalahnya sama, yakni mahalnya harga rumah.

Baca Juga :  Balai Kota Samarinda Mendadak Ramai, Ternyata Andi Harun Sedang Menyambut Pria Viral dari Balikpapan-Samarinda Pakai Enggrang

“Saya coba menyuplik apa yang disampaikan Bapak Perumahan kita Mohammad Hatta pada kongres perumahan kedua ‘kebutuhan dasar manusia itu adalah rumah murah dan sehat’. Jadi kalau bahasa kita sekarang adalah rumah yang terjangkau,” kata Arsyad.

Dia kembali mengutip pernyataan Bung Hatta, yakni membangun rumah rakyat yang menjamin kesehatan dan kesenangan diam di dalamnya dan harus murah harganya.

“Itulah masalah yang saya pikir dari sejak 1952 sampai sekarang kita masih berhadapan dengan masalah ini,” sebutnya.

3. Kekurangan Akses

Bahkan, dari data Susenas BPS Maret 2020, rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap hunian layak mencapai 59,54%.

Masalah lainnya adalah terbatasnya kemampuan masyarakat. Jadi masyarakat sebenarnya ingin memiliki hunian layak tapi kemampuan terbatas.

“Ini dibuktikan misalnya dengan indeks kedalaman kemiskinan rata-rata kita 1,71%, persentase penduduk miskin masih 10,14%.

Ini menjadi salah satu isu yang tentu mempengaruhi bagaimana kemampuan masyarakat menyiapkan rumah yang layak huni,” tambah Arsyad.

Baca Juga :  Illegal Mining di Wilayah Konsesi PT MHU, Polisi Sebut Masih Berproses

4. Kemampuan Pemerintah Terbatas

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam memenuhi rumah layak huni.

Alhasil jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia masih banyak, yakni 29,45 juta unit.

Atas dasar itu, pemerintah ingin mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Dia menyebut pemerintah tidak bisa sendirian, di saat yang sama masyarakat juga tidak bisa sendirian.

“Harus ada unsur-unsur luar yang bisa membangun secara kolaborasi dalam kita mempercepat penyediaan rumah yang layak huni,” jelas Arsyad.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat sehingga kesadaran mempunyai rumah layak huni akan semakin tinggi.

Itu bisa dilakukan dengan kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pemerhati dan penggiat perumahan, asosiasi dan pengembang perumahan. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul ‘4 Biang Kerok Puluhan Juta Rumah di RI Nggak Layak Huni’ https://finance.detik.com/properti/d-5690397/4-biang-kerok-puluhan-juta-rumah-di-ri-nggak-layak-huni/2

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kembali Berulah!! Mr N Pasien Covid-19 Kembali Mengamuk di RS IA Moeis, Pukul Petugas Medis Hingga Pecahkan Kaca

Ragam

BREAKING NEWS – Update Covid 12 April: Lima PDP Bertambah, Sebagian Besar Dari Klaster Ijtima Gowa

Ragam

Disporapar Balikpapan Tengah Fokus pada Persiapan Program Pariwisata RPJMD Wali Kota Terpilih, Ini Katanya

Ragam

Tok!!!! Takbiran Keliling Malam Lebaran Dilarang

Ragam

Akhir Polemik Kursi Sekprov Kaltim, Isran Lantik Sabani Jadi Pj Sekprov, Direstui Mendagri

Ragam

Kunjungi Kawasan Sambutan Asri, Andi Harun Langsung Berikan Solusi Akan Pasokan Air Bersih

Ragam

Peringati Hari Jadi, GAMKI Kaltim Berbagi Kasih di Tengah Pandemi Covid-19

Ragam

Meski Ditolak Warga, Pembongkaran Rumah di Bantaran SKM Tetap Berlanjut, Ini Penjelasan Syaharie Jaang