Home / Ragam

Selasa, 16 November 2021 - 12:38 WIB

Mediasi Luhut dan Haris Azhar Kembali Gagal, Polisi Tetap Mengedepankan Upaya Restorative Justice

Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Haris Azhar /pikiran-rakyat.com

Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Haris Azhar /pikiran-rakyat.com

Kaltimminutes.co –  Proses mediasi antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan pegiat HAM Haris Azhar serta Koordinator KontraS, Fatia maulidiyanti kemabli gagal dilakukan di Polda Metro Jaya.

Mediasi tersebut tidak bisa dilakukan setelah Haris Azhar dan Fatia tidak hadir di Polda Metro Jaya hari ini, Senin, 15 November 2021.

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya masih berusaha untuk merealisasikan mediasi tersebut.

Diketahui, pada Senin (15/11) telah dijadwalkan proses mediasi untuk kedua belah pihak. Luhut selaku pelapor hadir dalam mediasi tersebut, namun Haris dan Fatia selaku terlapor tidak menghadirinya.

“Nanti sambil berjalan kita lihat lagi. Kita upayakan semaksimal mungkin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (16/11).

Yusri turut menyampaikan bahwa pihaknya tetap mengedepankan upaya restorative justice dalam penanganan kasus ini.

Ini terkait dengan Surat Edaran Kapolri nomor SE/2/II/2921 yang salah satu poinnya adalah mengutamakan langkah mediasi dalam penanganan kasus UU ITE.

Baca Juga :  Warga Samarinda Keluhkan Kendaraan Berat Mengantre di SPBU PM Noor hingga Tutup Badan Jalan, Ini Kata Dishub Kaltim

“Pak LBP sudah hadir di sini tapi saudara AH tidak bisa hadir. Ini kan upaya restorative justice yang kita kedepankan. Kita sudah upayakan ada mediasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa dirinya akan menunggu Haris dan Fatia di pengadilan setelah keduanya tak hadir dalam proses mediasi.

“Iya (bertemu di pengadilan). Sekali-kali belajar lah kita ini, kalau berani berbuat berani tanggung jawab,” kata Luhut usai hadir dalam agenda mediasi di Polda Metro Jaya, Senin (15/11).

Pengacara Luhut, Juniver Girsang juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melayangkan gugatan Haris dan Fatia secara perdata senilai Rp100 miliar. Langkah ini diambil setelah mediasi antara kedua pihak gagal.

“Iya dengan tidak ada titik temu mediasi dan proses hukum tetap berjalan, gugatan perdata juga akan segera kami layangkan,” ucap Juniver.

Baca Juga :  Nama Sudah Ada, Pak Isran Pilih Siapa Bosku?

Sementara itu, Tim Advokasi Bersihkan Indonesia menilai Luhut terkesan mengatur mediasi kasus dugaan main saham di PT Freeport Papua yang digagas kepolisian.

Anggota tim advokasi Teo Reffelsen turur menyesalkan rencana gugatan perdata yang akan dilayangkan Luhut dengan dalih bahwa Haris dan Fatia tidak hadir dan tidak ada titik temu dalam persoalan antara kedua pihak tidak.

“Narasi tersebut juga justru mengesankan pihak Luhut berkuasa mengatur proses mediasi,” ujar Teo.

Atas dasar itu, kata Teo, pihaknya mendesak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan ulang mediasi kedua belah pihak. Mereka juga meminta agar proses mediasi antara Haris dan Fatia dengan Luhut dilakukan Komnas HAM.
(*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Polisi Masih Upayakan Proses Mediasi Antara Luhut dan Haris Azhar”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211116095257-12-721726/polisi-masih-upayakan-proses-mediasi-antara-luhut-dan-haris-azhar.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Nama Sudah Ada, Pak Isran Pilih Siapa Bosku?

Ragam

Tips Kelola Sampah di Kecamatan Minim TPS Ala Andi Harun, Harus Dibuat Cantik

Ragam

Menghadapi Meraknya Pinjol Ilegal, AFPI Sepakati Pangkas Bunga Pinjaman Online

Ragam

Klaster Ijtima Gowa Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Kaltim, Total 152 Kasus, 48 Pasien Menunggu Kepastian

Ragam

Anggota DPRD Kaltim Dapat Tunjangan Hari Raya, Ini Besarannya

Ragam

Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, Polwan Polda Kaltim Buka Gerai Vaksinasi “1948”

Ragam

Sejumlah BUMD Belum Laporkan LHKPN, Berikut Data yang Dicatat KPK

Ragam

Kuatkan Kedaulatan Indonesia di Perbatasan, BPN Kaltimtara Akan Terbitkan 130 Sertifikat Tanah