Home / Ragam

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:24 WIB

Menghadapi Meraknya Pinjol Ilegal, AFPI Sepakati Pangkas Bunga Pinjaman Online

Ilustrasi Pinjaman Online / akuratnews.com

Ilustrasi Pinjaman Online / akuratnews.com

Kaltimminutes.co – Kabar gembira turut dirasakan oleh para nasabah pinjaman online (Pinjol)

Pasalnya Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyepakati untuk memangkas bunga pinjaman online (pinjol) hingga 50 persen.

Dengan demikian masyarakat bisa membedakan antara pinjaman online legal dan Ilegal.

Hal itu disampikan oleh Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko. Dia mengatakan hal tersebut merupakan langkah untuk menghadapi meraknya pinjaman online ilegal.

“Kami selaku wakil industri perlu lakukan langkah-langkah agar industri ini lebih sehat. Karena itu, kami putuskan menurunkan untuk sementara tingkat biaya pinjaman karena di dalamnya ada bunga dan lainnya hingga 50 persen,” ujarnya saat webinar, Jumat (22/10/2021).

Sunu melanjutkan, dalam aturan kode etik di industri pinjol atau financial technology (fintech) lending yakni bunga pinjaman tidak lebih dari 0,8 persen per hari. “Dengan itu, diputuskan turun 50 persen jadi 0,4 persen,” katanya.

Baca Juga :  BPOKK DPP Partai Demokrat Kaltim Sebut Calon Ketua DPD Harus Miliki Komitmen Politik

Sementara itu, dampak pengurangan bunga terhadap perusahaan fintech lending yaitu harus benar-benar selektif memilih calon peminjam.

“Tentu saja efeknya bagi anggota kami adalah memilih peminjam dengan risiko rendah. Efeknya akan signifikan, sehingga kami putuskan berlaku selama 1 bulan, ini keputusan berat, kami harus menyesuaikan produk kami, manajemen risiko kami,” ujar Sunu.

Sunu Widyatmoko juga mengatakan, perusahan pinjol atau financial technology (fintech) lending resmi harus berkorban dengan melakukan seleksi lebih ketat, sehingga berpotensi menekan performa keuangan.

“Konsekuensi penurunan biaya pinjaman adalah para anggota kita harus seleksi lebih ketat kepada siapa berikan pinjaman. Kenapa hanya 1 bulan? Keputusan ini tidak mudah, sangat berat bagi anggota kita, tapi kita percaya bahwa pinjol ilegal dapat dihapus, ini bentuk kontribusi kami dengan berkorban,” ujarnya.

Baca Juga :  Kelelawar Dinilai Menampung Ribuan Virus Corona Baru yang Belum Ditemukan

Dia menjelaskan, keputusan pemangkasan tersebut baru diambil hari ini dan akan memerlukan waktu untuk berlaku secara efektif. “Kapan berlakunya? Karena sebagai platform elektronik butuh waktu secara teknis dan SOP. Kita butuh waktu untuk implementasi,” kata Sunu.

Di sisi lain, dia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih berlakukan moratorium atau pemberhentian untuk perusahaan fintech dapat izin baru.

“Saat ini masih moratorium, OJK lakukan kajian terhadap perusahaan terdaftar untuk jadi berizin, butuh waktu lama untuk berizin, dari sebelumnya 150 anggota jadi 106 anggota di kami. OJK minta anggota kami menyerahkan tanda (resmi) terdaftarnya karena butuh waktu lama proses berizin, tapi bisa masuk lagi setelah proses moratorium berakhir,” pungkas Sunu. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul “AFPI Sepakat Pangkas Bunga Pinjol Hingga 50 %”. https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/10/23/afpi-sepakat-pangkas-bunga-pinjol-hingga-50-persen

Share :

Berita Terkait

Ragam

PPKM Level 3 Dibatalkan, Moeldoko Sebut Karena Alasan Ekonomi

Ragam

Stroke Otak Rentan Menyerang Kelompok Usia Muda, Intip 5 Cara untuk Mencegahnya

Ragam

Pemprov Kaltim Dapat Jatah Penyiapan Tenaga Medis, Mahasiswa Tingkat Akhir Dipertimbangkan untuk Direkrut

Ragam

19 Perwira Polri Naik Pangkat, Ini Daftar Namanya

Ragam

Waduh! Dampak Covid-19, 4.109 Pekerja Dirumahkan dan 323 Orang Kena PHK di Kaltim

Ragam

Update Covid-19 di Kaltim: Pasien Positif Tambah 4 Kasus, Pasien Sembuh Tambah 9 Kasus, 139 Pasien Masih Jalani Perawatan

Ragam

Tolak Perpanjangan Izin Perusahaan Tambang Raksasa yang Berakhir 2021 dan 2022, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim

Ragam

Ribuan Jemaah Terancam Gagal Berangkat Umrah, Isran Noor: Itu Tidak Bisa Disalahkan