Home / Ragam

Sabtu, 25 Desember 2021 - 17:44 WIB

MLG Tunggak Pembayaran ke Pemkot Samarinda, Bapenda Beberkan Jumlah Setoran yang Masuk 

Kawasan Mahakam Lampion Garden (MLG) Samarinda  / celebes.co

Kawasan Mahakam Lampion Garden (MLG) Samarinda / celebes.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Polemik antara pihak Mahakam Lampion Garden (MLG) Samarinda dengan Pemerintah Kota (Pemkot ) Samarinda belum temui titik temu.

Khususnya terkait tunggakan yang hingga kini belum dibayarkan oleh pihak perusahaan yang menaungi MLG dan kawasan kuliner Marimar kepada Pemkot Samarinda.

Dikonfirmasi, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Hermanus Barus mengatakan bahwa selama ini pihak MLG sudah rutin memberikan setoran ke kas daerah. Setiap tahun nilainya Rp 50 juta dimulai sejak 2018 lalu.

Namun berdasarkan target yang ditetapkan, seharusnya pihak MLG menyetorkan Rp 237 juta setiap tahun.

“Harusnya segitu, tapi kami juga tidak tahu kenapa yang disetor hanya Rp 50 juta,” tuturnya, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga :  Warga Keluhkan Distribusi Air Bersih, PDAM Samarinda Sedang Pemeliharaan Rutin

Berdasarkan kewenangannya, penarikan setoran dari MLG berada di bawah wewenang Dinas Pariwisata Kota Samarinda. Setoran tersebut masuk ke dalam pendapatan lain-lain yang sah.

“Setelah dihitung, hingga tahun ini setoran yang masuk ke kas daerah sekitar Rp 350 juta,” jelasnya.

Sementara itu keterangan juga diberikan oleh Dirut PT Samaco Priyanto beberapa waktu lalu usai hearing bersama Komisi II DPRD Samarinda.

Priyanto menyebut pihaknya akan menyelesaikan tunggakan dengan cara mengangsur.

“Kemarin (16 Desember 2021) kami sudah membayar lagi Rp 75 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertemuan dengan DPRD dan Pemkot Samarinda adalah upaya baik saat ini. Ia mengatakan agar sektor pariwisata juga menjadi pertimbangan Pemkot Samarinda dalam hal kerja sama.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Dinkes Samarinda Lakukan Rapid dan Swab Tes di Pasar Segiri Samarinda, Hasilnya Tunggu 2 Hari

Kendati demikian pihaknya mengeluhkan adanya perhitungan yang berbeda terkait tunggakan antara hitungan Pemkot Samarinda dengan pihaknya.

“Saya belum tau pasti, pandemi jadi masih dihitung-hitung lagi,” imbuhnya.

Menurut Priyanto, pandemi Covid-19 masuk force majeure (keadaaan kahar). Pihaknya meminta selama itu pula setoran PT Samaco seharusnya diberhentikan.

“Itu maksud saya jangan dihitung. Persoalannya kan, itu masih dihitung. Kemudian soal tunggakan ya saya kira kita membutuhkan waktu untuk membayar, apalagi sekarang juga masih pandemi,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pasukan Siber Bela Anies, MUI DKI Klaim Tak Ada Kaitannya dengan Dana Hibah Sebesar Rp10,6 Miliar

Ragam

Cegah Kelangkaan Minyak Goreng , Satgas Sebar Personel ke Sejumlah Produsen untuk Awasi Produksi

Ragam

Kata Seno Aji Usai Kembali Nahkodai Gapeknas Kaltim: Kami Siap Berkontribusi Dalam Pembangunan IKN

Ragam

Kontribusi Industri Hulu Migas Bagi Negara, Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Ragam

Viral! Pasutri Muda Asal Rusia Ngamen di Pasar Sambil Bawa Anak

Ragam

Laporannya Tak Digubris Pemerintah dan Polisi, Warga RT 24 Sanga-sanga Gelar Doa Bersama Tolak Tambang Batu Bara

Ragam

Sampaikan Orasi Ilmiah di UM Sumatera Barat, Bupati Dharmasraya: Anak Muda Harus Punya Semangat Juang
Manajemen Sephia Coffee Balikpapan saat berfoto bersama pihak Yayasan Fokus Balikpapan/ IST

Ragam

Asyik, Kedai Kopi di Balikpapan Diajak Sediakan Ruang untuk Literasi ke Millenial