Home / Ragam

Senin, 11 Mei 2020 - 14:33 WIB

Moda Transportasi Dibuka, Dinkes Kaltim Akan Rapid Test Penumpang Masuk ke Kaltim, Bila Reaktif Langsung Dikarantina

Suasana penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda

Suasana penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kementerian Perhubungan RI, mengaktifkan moda transportasi dengan syarat ketat, pada 7 Mei 2020 kemarin.

Pengaturan operasional tersebut diatur dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, bernomor SE 4/2020, dan surat edaran Kemenhub RI bernomor SE 31/2020, berisi pengaturan penerbangan operasional yang dapat
beroperasi selama masa larangan sementara penggunaan transportasi udara masa
mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dengan syarat yang telah ditentukan.

Syarat-syarat warga dapat bepergian menggunakan jalur udara, dirinci pada butir 2 persyaratan pengecualian, di antaranya pada poin 3, 4, dan 5, edaran gugus tugas.

1. Menunjukan hasil negatif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) test/rapid test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan;

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kaltim Akan Gelar Pembahasan Akhir Rekomendasi Perusda

2. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah/kepala desa setempat;

3. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);

Namun, kebijakan ini membuat dilema Dinas Kesehatan Kaltim. Andi Muhammad Ishak, Plt Kadinkes Kaltim menyampaikan, pemerintah pusat dianggap membuat kebijakan yang membingungkan. Andi menegaskan, kebijkan ini tidak menguntungkan dari sisi kesehatan. Namun, di sisi ekonomi, kebijakan ini dirasa baik sebagai faktor yang mendorong pergerakan ekonomi Bumi Mulawarman.

“Kami berharapnya seimbang, kami cuma bisa berharap akibat kebijakan ini tidak terjadi penambahan kasus,” kata Andi Ishak, dikonfirmasi Minggu malam (10/5/2020).

Menghindari terjadi penularan Covid-19 di Bumi Mulawarman, Dinkes Kaltim dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Samarinda, akan memperkuat protokol kesehatan di titik-titik kedatangan, pelabuhan dan bandara. Pihaknya akan melakukan screening dan rapid test terhadap penumpang.

Baca Juga :  Kapal Terbakar di Pulau Atas, Pihak Perusahaan Sebut Tak Ada Muatan, Investigasi Dilakukan Pihak Kepolisian

“Bila hasil rapid tesr penumpang reaktif, maka yang bersangkutan langsung di katantina. Sementara bagi yang non reaktif, akan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah secara ketat,” ungkapnya.

Andi menegaskan, hasil rapid test reaktif tidak menjadi jaminan, penumpang bebas dari Covid-19. Terlebih ditemukannya kasus negatif dan positif palsu hasil rapid test.

“Itu tidak jadi jaminan, bila lolos mungkin saja itu non reaktif palsu. OTG misalnya, jadi virus itu tidak muncul karena daya tahan tubuhnya tinggi. Mungkin saja dia masih membawa virus,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pasien ke 10 dan 11 Diduga Terjangkit Corona di Klauster Bogor dan Klauster KPU

Ragam

Update Penghitungan Suara Pilwali Samarinda Versi Sirekap KPU, Andi Harun-Rusmadi Masih Unggul

Ragam

Skema Belajar Tatap Muka di Sekolah, Tiap Kelas Hanya Diisi 18 Siswa, Sisanya Tetap Belajar Daring

Ragam

Jalani Karantina di Gudang Kosong, 3 Pemudik Menangis Didatangi Hantu

Ragam

Janji Dinikahi, Lelaki Ini Tipu Pacar dan Larikan Uang Rp 70 Juta Milik Kekasihnya

Ragam

Gugus Tugas Maksimalkan Lacak Data Peserta Kaltim yang Hadiri Ijtima di Gowa

Ragam

Dana BOS Bisa Untuk Bayar Gaji Honorer, Ini Pesan Komisi IV DPRD Kaltim

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Nasional Per 11 Mei 2020 Capai 14.265 Kasus, Kaltim Hari Ini Tambah 7 Kasus, Total 225 Pasien Positif Covid-19