Home / Ragam

Selasa, 14 April 2020 - 13:20 WIB

MUI Kaltim Minta Warga Tak Laksanakan Salat Ramadan Berjamaah, Hamri Has: Lebih Baik di Rumah Bersama Keluarga

Hamri Has, Ketua MUI Kaltim

Hamri Has, Ketua MUI Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, mengeluarkan Imbauan II, terkait tata laksana ibadah Salat Jumat dan Tarawih selama ramadan 1441 hijriah.

Imbauan ini dikeluarkan MUI Kaltim melihat fenomena pandemi Covid-19, yang juga terjadi di Kaltim.

MUI menekankan untuk pelaksanaan Salat Jumat, Rawatib, dan Tarawih, agar tidak dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun musala. Hingga daerah tersebut dinyatakan aman dari penularan Covid-19.

KH. Hamri Has, Ketua MUI Kaltim, menyampaikan pihaknya hanya mengeluarkan imbauan, agar jemaah yang hendak melaksanakan Salat Tarawih bisa dilakukan di rumah, bersama keluarga.

“Itu himbauan dari kami. Supaya Salat Tarawih tidak di masjid, tapi di rumah masing-masing. Walaupun masih banyak masjid-masjid yang berenca mengadakan Salat Tarawih berjamaah,” katanya, dikonfirmasi Selasa (14/4/2020).

Baca Juga :  Andi Harun Bertemu Kejari Samarinda, Pemkot Segera Inventarisir Aset Daerah Hingga Tagih Tunggakan Pajak

MUI Kaltim tidak melarang bila ada masjid yang melaksanakan salat secara berjamaah. Namun begitu, pengelola masjid diminta untuk menjalankan ketentuan-ketentuan menekan penyebaran virus di rumah ibadah.

Salah satu yang dianjurkan adalah dengan menyiapkan wadah cuci tangan untuk jemaah yang akan masuk masjid, juga Menjaga jarak shaf salat.

“Misalnya antara satu sampai satu setengah meter, per satu orang. Itu kalau masih dipaksakan juga. Tapi lebih baik dan aman kalau tidak usah melaksanakan di masjid-masjid dan lebih baik mengadakan di rumah masing-masing, termasuk tadarusan. Karena biasanya malam-malam hari puasa ini masjid selalu ada tadarusan Al-Quran. Kejadian yang berkumpul ini dari informasi yang kami peroleh itulah yang menyebarkan virus corona,” jelasnya.

Baca Juga :  Selang Sehari, Dua PDP Covid-19 Meninggal di Balikpapan

Hamri Has menegaskan, tidak ada penutupan masjid selama pandemi Covid-19 ini. Pengurus masjid tetap diperkenankan menggelar ibadah salat di masjid, namun tidak perlu menggunakan pengeras suara yang bisa mengundang orang ke masjid.

“Jangan ditutup masjid, pengurus-penguruh inti tetap mengadakan di sana. Tapi tidak usah menggunakan pengeras suara untuk memangil orang. Ini sifatnya hanya imbauan, sambil menjelaskan bahaya-bahaya yang timbul apabila ada kerumunan orang banyak,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Balikpapan dan Samarinda Masuk Kawasan Rawan Virus Corona

Ragam

Positif Corona, Sumadi Lurah Mugirejo Meninggal Dunia, Comorbid Diabetes dan Hipertensi

Ragam

Kabar Baik, Plasma Konvalesen 75 Persen Bantu Perawatan Pasien Gejala Berat Covid-19

Ragam

Kunjungi Citra Niaga, Giring Apresiasi Gerakan Anak Muda Tingkatkan Geliat Ekonomi

E-Sports

Asik!! 200 Komputer Akan Dibagikan Untuk Guru di Pedalaman

Ragam

Fase Pertama Vaksinasi, Belum Semua Nakes di Kaltim Dapat Jatah Vaksin

Ragam

Ratusan Warga Desak-desakan di Rumah Isran Noor, Tantang Covid-19 dengan Bagi Sembako 

Ragam

Samarinda Terpilih Jadi Pilot Project Program Adaptasi Ketahanan Iklim, Didanai Uni Eropa